Penyakit Serius Ternyata Bisa Jadi Penyebab Keringat Berlebih

Berkeringat berlebihan, atau disebut juga hiperhidrosis, dapat menjadi gejala dari kelebihan berat badan, diabetes, gangguan tiroid, ataupun infeksi.

Pada umumnya, berkeringat adalah hal yang normal dan sehat. Ini adalah tanda bahwa tubuh Anda perlu didinginkan ketika bekerja lebih keras. Kelenjar keringat pada kulit mengeluarkan keringat saat suhu tubuh naik. Ini terjadi saat Anda berolahraga, demam, merasa cemas, atau stres.

keringat berlebih-alodokter

Namun jika Anda berkeringat lebih sering tanpa sebab, termasuk telapak tangan Anda sering basah oleh keringat, maka sebaiknya Anda perlu waspada. Bisa jadi ada masalah medis serius yang mendasari.

Keringat berlebih dapat berdampak merasa stres, malu, khawatir, dan merasa tidak percaya diri di tengah pergaulan. Banyak orang yang belum menyadari bahwa keringat berlebih ini mungkin butuh penanganan dan dapat berakibat serius.

Penyebab keringat berlebih ini dapat dikenali dari jenisnya, antara lain:

Hiperhidrosis lokal/primer

Diidap sekitar 1-3 persen populasi, biasanya dialami pada daerah tertentu, seperti tangan, ketiak, kepala, atau wajah. Hiperhidrosis lokal bukan merupakan gejala penyakit tertentu. Diperkirakan, kondisi ini diakibatkan oleh tidak berfungsinya sistem saraf minor dan dapat bersifat diturunkan ke anak.

Hiperhidrosis umum/sekunder

Merupakan kondisi medis serius yang terjadi di seluruh tubuh, salah satu yang melatarbelakanginya adalah gangguan kesehatan. Pengidap kondisi ini umumnya memiliki gejala berkeringat berlebihan di malam hari. Berikut beberapa penyakit dan kondisi yang dapat memicu hiperhidrosis umum.

Selain itu penggunaan obat ternyata juga bisa menjadi penyebab keringat berlebih, antara lain akibat mengonsumsi sebagian suplemen, antibiotik, obat untuk mengatasi mulut kering, obat psikiatrik, dan obat pengontrol tekanan darah.

Penanganan keringat berlebih umumnya dilakukan sesuai penyebab yang melatarbelakanginya. Hal ini antara lain dapat dilakukan dengan cara-cara berikut.

  • Antiprespiran untuk mengontrol keringat. Gunakan antiperspiran yang mengandung 10-20 persen heksahidrat aluminium klorida. Antiprespiran ini juga dapat digunakan di kaki.
  • Jika memungkinkan, kenakan alas kaki terbuka sesering mungkin. Saat mengenakan sepatu, pilih sepatu yang berbahan kulit atau bahan alami yang memungkinkan kelancaran sirkulasi udara. Jemur sepatu setelah dikenakan.
  • Pemberian obat-obatan untuk menghentikan kerja kelenjar keringat.
  • Menyuntikkan Botox untuk menghentikan saraf pemicu keringat untuk sementara.
  • Operasi untuk mematikan saraf di dada yang menyebabkan keringat berlebih. Operasi ini mungkin diterapkan pada pengidap hipertiroid yang mengalami hiperhidrosis.
  • Prosedur iontophoresis, yaitu perawatan dengan listrik berintensitas rendah.
Oleh karena keringat berlebih dapat menjadi gejala penyakit serius, maka segera periksakan diri jika Anda mengalami berkeringat berlebih diiringi tanda-tanda seperti nyeri pada dada, berat badan berkurang tanpa sebab, berkeringat saat tidur, demam, sesak napas, atau jantung berdebar-debar. Saat memeriksakan diri ke dokter, jangan lupa untuk membawa serta daftar obat-obatan dan suplemen yang pernah atau sedang Anda konsumsi.