Penyebab Buang Air Besar Berlendir dan Penanganannya

Adanya lendir dalam tinja tidak perlu dikhawatirkan jika dalam jumlah yang wajar. Tingkat lendir dalam tinja dapat berubah dari waktu ke waktu. Mempertahankan tingkat produksi lendir yang normal tergantung pada bakteri di dalam usus Anda. Jika buang air besar berlendir terjadi secara berlebihan, Anda perlu waspada dan mencari tahu penyebab yang mendasarinya.

Rata-rata tubuh yang sehat menghasilkan lebih dari satu liter lendir setiap hari. Adanya lendir yang berbentuk seperti jeli dalam tinja adalah kondisi yang umum. Jika jumlah lendir dalam tinja berlebih, hal ini bisa menunjukkan adanya gangguan kesehatan yang yang terjadi pada tubuh Anda.

Tubuh kita memerlukan lendir untuk melindungi dan melumasi jaringan dan organ halus. Lendir ini berfungsi untuk mengurangi kerusakan yang mungkin terjadi yang disebabkan oleh asam lambung, bakteri, virus, jamur, dan cairan berbahaya lainnya atau iritasi. Sedangkan buang air besar berlendir dalam jumlah banyak yang terkait dengan diare biasanya disebabkan oleh infeksi usus.

Buang air besar berlendir kadang-kadang disertai dengan gejala lain yang mungkin merupakan tanda adanya masalah yang lebih besar. Gejala-gejala ini antara lain adanya munculnya darah atau nanah dalam tinja, nyeri perut, kram perut, perut kembung, dan perubahan kebiasaan buang air besar.

Dehidrasi dan sembelit juga dapat menghasilkan lendir yang berlebih ketika buang air besar. Gejala ini dapat hilang dengan sendiri atau bisa diatasi dengan obat-obatan. Beberapa penyebab lain dari buang air besar berlendir adalah:

  • Penyakit Crohn.
  • Cystic fibrosis.
  • Kolitis ulseratif.
  • Irritable bowel syndrome (IBS)
  • Infeksi parasit
  • Gangguan pada penyerapan, seperti intoleransi laktosa atau penyakit Celiac.
  • Kanker usus besar atau kanker rektum

Untuk menangani lendir berlebih saat buang air besar, dokter perlu mendiagnosis terlebih dahulu masalah yang mendasarinya. Karena, pengobatan yang dilakukan akan berbeda berdasarkan penyebabnya. Tes fisik dan tes darah akan dilakukan untuk awal diagnosis, atau jika diperlukan, pemeriksaan lanjutan seperti tes tinja, tes urine, kolonoskopi, endoskopi, serta tes pencitraan seperti sinar X, MRI, CT scan, dan tes keringat.

Hasil diagnosis yang keluar akan menentukan pengobatan yang dilakukan oleh dokter. Selain itu, perubahan gaya hidup bagi beberapa orang bisa membantu menyelesaikan masalah kelebihan lendir saat buang air besar, caranya:

Untuk menangani lendir berlebih saat buang air besar, dokter perlu mendiagnosis terlebih dahulu masalah yang mendasarinya. Karena, pengobatan yang dilakukan akan berbeda berdasarkan penyebabnya. Tes fisik dan tes darah akan dilakukan untuk awal diagnosis, atau jika diperlukan, pemeriksaan lanjutan seperti tes tinja, tes urine, kolonoskopi, endoskopi, serta tes pencitraan seperti sinar X, MRI, CT scan, dan tes keringat.

Hasil diagnosis yang keluar akan menentukan pengobatan yang dilakukan oleh dokter. Selain itu, perubahan gaya hidup bagi beberapa orang bisa membantu menyelesaikan masalah kelebihan lendir saat buang air besar, caranya:

  • Meningkatkan asupan cairan agar tidak mengalami dehidrasi.
  • Meningkatkan kesehatan usus dengan mengonsumsi makanan yang kaya prebiotik dan probiotik, salah satunya dengan
  • Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang berwarna.
  • Suplemen yang mengandung probiotik seperti Bifidobacterium¬†atau Lactobacillus juga dapat Anda minum jika dibutuhkan.
  • Menghindari makanan yang menyebabkan radang, seperti makanan yang asam dan pedas.
  • Memasukkan menu sehat yang seimbang dalam serat, karbohidrat, dan lemak.

Penanganan buang air besar berlendir sangat bergantung pada kondisi yang mendasarinya. Jika Anda mengalami peningkatan lendir dalam tinja, terutama yang bercampur darah atau nanah, segera kunjungi dokter untuk mengonsultasikannya.