Penyebab Jerawat di Leher dan Pilihan Cara Mengatasinya

Di bagian tubuh mana pun, tumbuh jerawat bisa mengganggu. Termasuk ketika mengalami jerawat di leher. Untuk itu penting mengetahui penyebab dan cara mengatasi jerawat di leher yang tepat. 

Jerawat biasanya muncul saat seseorang menginjak usia remaja. Namun, pada sebagian orang dengan kondisi tertentu, jerawat akan tetap muncul setelah menginjak usia 30 hingga 40an.Umumnya, jerawat akan muncul di wajah. Namun, tak jarang pula muncul jerawat di punggung, dada, bahu dan termasuk jerawat di leher.

penyebab jerawat di leher dan pilihan cara mengatasinya - alodokter

Faktor-faktor Pemicu

Munculnya jerawat biasanya terjadi saat pori-pori tersumbat. Namun, pada jerawat di leher dapat disebabkan karena berbagai macam faktor. Seperti kebiasaan tidak membersihkan leher secara teratur terutama saat berkeringat dapat memicu munculnya jerawat di leher.

Kemudian, jerawat di leher juga dapat dipicu penggunaan produk rambut, pelembap, tabir surya dan make up mampu menyumbat produksi minyak pada tubuh. Karena itu, dalam memilih produk make up disarankan untuk menghindari make up berbahan dasar minyak untuk menghindari penyumbatan pori-pori yang menyebabkan munculnya jerawat.

Selain itu, jerawat di leher juga dapat dipengaruhi oleh rambut panjang yang bersentuhan dengan leher atau perubahan hormon, stress, diet, obat-obatan dan faktor keturunan.

Menggunakan Obat Jerawat

Beberapa jenis obat jerawat dapat dibeli secara bebas, tanpa resep dokter. Meski demikian, Anda tetap perlu mewaspadai penggunaannya, dan alangkah lebih baik bila berkonsultasi dengan dokter kulit terlebih dahulu, guna menghindari efek yang tidak diinginkan seperti alergi atau iritasi. Produk obat jerawat ini biasanya dapat berbentuk krim, gel, lotion dan lainnya. Sebelum menggunakan, baca petunjuk mengenai cara penggunaannya dengan cermat.
  • Benzoil peroksida

Benzoil peroksida mampu membasmi bakteri penyebab jerawat, sekaligus dapat meredakan peradangan. Namun pada awal penggunaan, mungkin jerawat akan terlihat memburuk sebelum membaik. Kulit yang diolesi bisa menjadi kemerahan dan mengelupas. Untuk mendapatkan hasilnya, Anda perlu bersabar dan menggunakannya dengan rutin selama beberapa minggu.

  • Asam salisilat

Pada jerawat ringan, asam salisilat dapat membantu membuka pori-pori yang tersumbat dan mencegah terjadinya lesi atau luka pada kulit. Hanya saja, kulit dapat menjadi kering dan bisa terjadi pengelupasan kulit setelah menggunakan obat ini.

  • Sulfur

Sulfur membantu mengatasi pori-pori yang tersumbat dan melawan bakteri yang menjadi penyebab jerawat.

Pada jerawat yang lebih parah, kemungkinan Anda perlu menggunakan obat jerawat berdasarkan resep dokter. Obat yang diberikan dapat berupa obat oles, obat yang diminum, atau terapi perawatan lainnya. Obat jerawat yang harus melalui resep dokter termasuk antibiotik topikal dan oral seperti clindamycin dan eritromisin, retinoid, isotretinoin, asam azelaik, dan beberapa obat lainnya.

Memanfaatkan Bahan Alami

Tak hanya menggunakan obat-obatan saja, ada pula pilihan mengatasi jerawat di leher dan di bagian tubuh lain, dengan bahan-bahan alami yang diyakini bisa mengatasi jerawat, seperti:
  • Anggur

Buah anggur dapat dijadikan sebagai pembersih wajah alami. Cukup siapkan beberapa buah anggur segar dan potong menjadi dua bagian. Setelahnya, gosok  pada wajah secara perlahan. Lalu bilas dengan air dingin untuk membersihkannya. Khasiat anggur ini dapat dicoba, meski belum terdapat bukti klinis yang cukup untuk membuktikan kemampuannya dalam menangani jerawat secara efektif.

  • Es batu

Anda dapat mengompres jerawat yang sedang meradang menggunakan es batu. Namun, hindari menempelkan es langsung pada wajah. Bungkus es dengan kain sebelum mengompres. Meskipun tidak terbukti bertindak sebagai obat penghilang jerawat, namun es batu memberikan suhu dingin secara langsung pada area jerawat, yang diharapkan membantu mengurangi kemerahan dan pembengkakan dari jerawat. Pastikan permukaan kulit, kain dan es batu yang digunakan dalam keadaan bersih.

  • Madu

Ambil manfaat madu dengan mengoleskan madu pada kulit yang berjerawat dan diamkan selama 30 menit. Setelahnya, bilas dengan air hangat terlebih dahulu dan bilas kembali dengan air dingin agar pori-pori kembali tertutup. Nah, sebelum mengaplikasikannya ke wajah, disarankan untuk mencuci muka terlebih dahulu menggunakan air hangat agar pori-pori terbuka. Pastikan jenis madu yang digunakan alami, dan tidak mengandung bahan tambahan. Berdasarkan penelitian, penggunaan madu ini tidaklah memberi hasil yang signifikan dalam mengobati jerawat, namun Anda masih dapat mencobanya.

  • Lemon

Manfaat lemon mengandung asam sitrat dan asam askorbat, yang berfungsi sebagai antioksidan dan astringent alami, sehingga diyakini dapat mengatasi jerawat, meski demikian, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya. Untuk mencoba mengatasi jerawat, usapkan perasan lemon pada wajah dengan menggunakan kapas dan diamkan selama semalam. Kemudian, cuci bersih wajah keesokan paginya. Hati-hati jika Anda memiliki kulit yang peka, karena mungkin saja dapat terjadi iritasi pada kulit.

  • Mentimun

Campurkan satu mentimun kecil dan 1 cangkir oatmeal hingga membentuk pasta. Setelahnya campurkan kembali dengan 1 sendok teh yoghurt dan aplikasikan ke wajah. Biarkan selama 30 menit dan bilas. Untuk cara yang lebih sederhana, Anda dapat menghancurkan satu mentimun utuh dan ambil airnya. Setelah itu tambahkan satu sendok makan gula dan aduk rata. Oleskan pada wajah dan biarkan selama 10 menit dan bilas dengan air dingin. Bahan-bahan ini masih memerlukan penelitian klinis untuk dapat dibuktikan kegunaannya dalam mengatasi jerawat.

  • Cuka sari apel

Cuka sari apel diyakini mengandung asam alfa hidroksi yang sering digunakan pada obat jerawat yang dijual di pasaran. Untuk mengatasi jerawat menggunakan cuka sari apel, Anda dapat mencampurkan sari apel dengan air, dengan perbandingan pengenceran 1:4. Aplikasikan ke seluruh wajah dan leher menggunakan kapas. Manfaat cuka sari apel terhadap jerawat secara spesifik, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Hati-hati dalam penggunaannya, apalagi bila kulit Anda tergolong sensitif.

  • Bawang putih

Haluskan bawang putih dengan air hingga menjadi pasta. Setelahnya, aplikasikan pada bagian kulit yang memiliki noda jerawat, dan cuci setelah lima menit. Bawang putih diketahui mengandung antibiotik alami yang diharapkan dapat membantu mengatasi jerawat. Meski demikian, kegunaan bawang putih belum memiliki bukti klinis kuat dalam mengatasi jerawat, dan bila kulit terasa panas atau kemerahan maka segera hentikan penggunaannya, hal tersebut mungkin menandakan terjadinya iritasi pada kulit.

Perlu dipahami, bahwa penggunaan bahan-bahan alami diatas, tidak dapat menggantikan fungsi dari obat-obatan jerawat yang diberikan oleh dokter Anda, dan penggunaannya pun perlu diperhatikan dengan baik, terlebih bila Anda memiliki riwayat alergi atau kulit yang sensitif.

Memencet jerawat di leher tidak dianjurkan, sebab hal ini hanya akan membuat jerawat semakin parah dan dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut. Selain itu, pemencetan jerawat juga dapat membuat jerawat terkontaminasi oleh bakteri dari tangan. Hal ini kemudian dapat menyebabkan infeksi pada jerawat.

Konsultasikanlah terlebih dahulu pada dokter mengenai penggunaan obat-obatan maupun bahan alami untuk mengatasi jerawat di leher dan bagian tubuh lainnya, agar hasil yang didapatkan sesuai dengan harapan Anda.