Penyebab Kuku Kuning dan Penanganannya

Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

 

Kuku kuning atau kerap disebut sindrom kuku kuning merupakan kondisi langka yang memengaruhi kuku tangan dan kuku kaki. Kondisi ini biasanya disertai dengan gangguan pernapasan dan masalah sistem aliran getah bening yang disertai pembengkakan di tungkai bawah. Sindrom kuku kuning juga terkait dengan limfedema (pembengkakan tangan), efusi pleura (penumpukan cairan di paru-paru), bronkitis kronis, hingga infeksi sinus.

Sindrom kuku kuning bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki atau perempuan, tetapi umumnya terjadi pada orang lanjut usia, di atas 50 tahun. Penyebab sindrom kuku kuning sendiri tidak diketahui secara pasti. Namun dalam beberapa kasus dilaporkan bahwa kondisi ini dapat terjadi karena faktor keturunan atau genetik. Masalah pada sistem limfatik (aliran getah bening) dan sindrom lymphedema distichiasis juga bisa memicu sindrom kuku kuning. Sindrom kuku kuning dapat berkembang dengan sendirinya atau terjadi pada beberapa kondisi seperti kanker, imunodefisiensi, dan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis.

Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang juga bisa menyebabkan kuku kuning, yakni:

  • Diabetes.
  • Penyakit pada paru-paru seperti bronkiektasis dan tuberkulosis.
  • Penyakit hati, yang mengubah kulit Anda menjadi kuning (jaundice).
  • Obat-obatan tertentu seperti mepacrine, karotin, dan tetracycline.
  • Psoriasis, suatu kondisi yang menyebabkan munculnya bercak-bercak pada kulit.
  • Gangguan tiroid.
  • Terlalu sering menggunakan cat kuku.

Gejala Sindrom Kuku Kuning yang Perlu Anda Ketahui

Pada sindrom kuku kuning, kuku berangsur-angsur menjadi kuning dan menebal. Gejala umum lainnya meliputi:

  • Kehilangan kutikula, bagian dari kulit pelindung yang menutupi kuku.
  • Kuku melengkung.
  • Pertumbuhan kuku lambat atau berhenti sama sekali.
  • Kuku terlepas dan menyebabkan hilangnya kuku.
  • Sindrom kuku kuning juga bisa meningkatkan risiko infeksi di sekitar kuku.

Pada penderita limfedema, gejala sindrom kuku kuning dapat berupa pembengkakan pada kaki tangan, wajah, atau alat kelamin. Pembengkakan biasanya terjadi setelah munculnya perubahan warna pada kuku.

Sementara itu, pada penderita efusi pleura, gangguan pernapasan seperti batuk kronis, sesak napas, dan nyeri dada, dapat terjadi sebelum atau sesudah munculnya perubahan warna dan bentuk kuku.

Pengobatan dan Perawatan Kuku Kuning

Tidak ada pengobatan khusus untuk sindrom kuku kuning. Namun, pasien harus segera mendapat penanganan medis untuk mengatasi faktor yang merupakan penyebab kuku kuning, misalnya penanganan medis untuk mengatasi limfedema, efusi pleura, dan bronkiektasis.

Obat diuretik yang berfungsi untuk menghilangkan kelebihan cairan, serta tube thoracostomy (prosedur untuk mengurangi cairan di paru-paru) dapat diberikan untuk menangani efusi pleura. Untuk penderita sindrom lymphedema distichiasis, dokter biasanya akan merekomendasikan perawatan untuk pengeringan getah bening, yakni teknik pijat khusus yag dapat memperbaiki sirkulasi dan mengurangi pembengkakan.

Demikian juga halnya dengan sindrom kuku kuning yang terjadi karena penyakit kanker, radang sendi, atau AIDS, pengobatan dan perawatan yang diberikan didasarkan pada penyakit yang mendasarinya tersebut.

Perubahan warna dan bentuk kuku pada sindrom kuku kuning ini biasanya bersifat permanen, namun pada beberapa kasus, warna dan bentuk kuku dapat kembali seperti semula. Adapun perawatan yang bisa dilakukan antara lain dengan salep vitamin E, mengonsumsi suplemen vitamin E, meminum suplemen zinc, obat anti jamur seperti itrakonazol dan flukonazol, kortikosteroid, dan pemberian antibiotik pada kasus sinusitis bakteri, infeksi paru-paru, atau kelebihan produksi lendir.

 

Referensi