Salep wasir Untuk Meredakan Pembengkakan dan Ketidaknyamanan

Satu dari dua orang dewasa mengalami gejala wasir pada usia 50 tahun. Meskipun menyakitkan, tetapi kondisi ini tidak mengancam jiwa dan umumnya akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Penggunaan salep wasir dapat meredakan pembengkakan dan ketidaknyamanan.

Wasir adalah pembengkakan pembuluh darah yang membesar di dalam atau sekitar rektum dan anus. Wasir dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri, gatal, dan kesulitan duduk. Terdapat dua jenis wasir, yaitu wasir internal yang berkembang dalam anus dan wasir eksternal yang berkembang di luar anus. Yang paling umum dan bermasalah adalah wasir eksternal.

Faktor yang menyebabkan munculnya wasir adalah mengejan saat buang air besar, komplikasi dari sembelit kronis, duduk dalam jangka waktu yang lama, dan terdapat keluarga dengan kondisi yang sama.

Dalam beberapa kasus, wasir tidak menimbulkan gejala. Jika muncul, gejala yang paling umum terjadi adalah perdarahan maupun terdapat lendir saat buang air besar, terdapat benjolan yang menggantung di anus, serta nyeri, kemerahan, dan pembengkakan di sekitar anus.

Pada umumnya wasir dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari, namun ada banyak pengobatan yang dapat mengurangi rasa gatal dan ketidaknyamanan. Salah satunya adalah menggunakan salep wasir.

Terdapat berbagai jenis salep yang umum digunakan untuk menyembuhkan wasir dan meringankan rasa tidak nyaman dan gatal. Beberapa merek bahkan tersedia tanpa resep dokter.

Phenylephrine

Salep wasir yang satu ini dapat menyusutkan pembuluh darah, juga untuk mengurangi rasa gatal, perih, iritasi, dan bengkak.

Hal yang perlu Anda ketahui dalam penggunaan Phenylephrine:

  • Bagi Anda yang memiliki penyakit jantung, darah tinggi, pembesaran prostat, masalah buang air kecil, diabetes, dan gangguan tiroid disarankan berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum menggunakan salep ini.
  • Tidak dianjurkan digunakan pada anak di bawah 2 tahun.
  • Penggunaan salep ini tidak dianjurkan lebih dari 7 hari berturut-turut.
  • Phenyleprine dapat digunakan 4 kali sehari, terutama setelah buang air besar.
  • Untuk hasil terbaik, bersihkan rektum menggunakan kain yang lembap sebelum menggunakan salep.
  • Salep hanya digunakan pada sekitar atau di luar anus, tidak digunakan di dalam anus.
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah penggunaan salep wasir.
  • Simpan pada suhu ruangan yang jauh dari kelembapan dan panas.
  • Tidak digunakan bersamaan dengan obat-obatan untuk batuk, pilek, atau alergi. Karena obat-obatan tersebut banyak yang mengandung phenylephrine.
Efek samping penggunaan salep wasir ini adalah gatal-gatal, sulit bernapas, serta pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. Segera hentikan pemakaian jika mengalami gejala tersebut. Efek samping yang lebih serius seperti perdarahan rektum, iritasi, tekanan darah tinggi berbahaya yang menyebabkan sakit kepala parah, penglihatan kabur, dan telinga berdenging.

Hydorcortisone

Obat ini merupakan salah satu jenis kortikosteroid oles yang biasanya di jual bebas. Hydrocortisone bekerja dengan mengurangi nyeri, gatal, dan pembengkakan pada anus akibat wasir. Ikuti cara penggunaan yang terdapat pada kemasan obat dan biasakan mencuci tangan sebelum dan setelah menggunakannya. Setelah menggunakan salep ini, usahakan tidak buang air besar selama satu hingga tiga jam. Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan salep ini jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, TBC, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, atau pun jika Anda sedang demam dan terkena infeksi.

Salep Kombinasi

Salep kombinasi ini mengandung zinc oxide, bismuth oxide, bismuth subgallate, dan balsam peru. Obat ini berfungsi untuk mengurangi ketidaknyamanan pada penderita wasir. Di dalamnya terkandung antiseptik, dan zat yang dapat menyempitkan dan melindungi pembuluh darah. Sedangkan balsam peru dipercaya bisa meningkatkan pertumbuhan sel kulit baru. Salep yang diberikan di dalam atau di sekitar rektum dapat meringankan ketidaknyamanan akibat wasir. Salep ini dapat digunakan untuk jenis wasir internal maupun eksternal. Salep ini juga dapat digunakan sebagai pelumas untuk memasukkan obat-obatan supositoria menjadi lebih mudah. Salep ini tidak dianjurkan untuk mereka yang berusia di bawah 18 tahun, terdapat darah dalam tinja, dan alergi terhadap salah satu bahan yang terkandung dalam obat ini.

Dalam menggunakan salep wasir harus sesuai petunjuk dokter atau petunjuk yang terdapat pada label kemasan. Konsultasikan dengan dokter Anda jika gejala tidak membaik atau bahkan memburuk saat menggunakan salep wasir. Anda juga bisa menggunakan cara lain untuk membantu mengatasi wasir, seperti mengonsumsi makanan kayak serat, mengompres daerah anus dengan air hangat selama 10 sampai 15 menit sebanyak dua hingga tiga kali sehari, maupun mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen.