Pengobatan sinusitis disesuaikan dengan penyebab, tingkat keparahan, dan lamanya gejala yang dialami. Penanganan dapat berupa perawatan mandiri di rumah, pemberian obat-obatan, hingga tindakan operasi pada kasus tertentu.
Pilihan Pengobatan Sinusitis
Berikut adalah beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sinusitis:
Perawatan mandiri
Pada banyak kasus sinusitis akut akibat infeksi virus, gejala dapat membaik dengan perawatan mandiri di rumah. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala dan mencegah kekambuhan adalah:
- Menggunakan pelembap udara (humidifier)
- Menghirup uap hangat atau mandi air hangat
- Mengompres hangat area wajah
- Memperbanyak minum air putih setidaknya 8 gelas per hari
- Beristirahat dan tidur yang cukup setidaknya 7 jam per hari
- Menghindari asap rokok dan polusi udara
Selain itu, pasien juga dapat melakukan cuci hidung menggunakan larutan garam steril (saline nasal irrigation) yang tersedia di apotek atau dibuat sendiri dengan air matang atau air steril.
Cuci hidung sebaiknya dilakukan dengan hati-hati atau setelah berkonsultasi dengan dokter pada penderita infeksi telinga, sumbatan hidung berat, atau setelah operasi hidung dan sinus.
Obat-obatan
Jika gejala tidak membaik dengan perawatan mandiri, dokter dapat meresepkan obat sesuai penyebab sinusitis. Beberapa jenis obat yang dapat diberikan, meliputi:
1. Antibiotik
Antibiotik digunakan untuk mengatasi sinusitis akibat infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.
Lama penggunaan antibiotik disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, usia pasien, dan jenis antibiotik yang digunakan. Penggunaan antibiotik harus sesuai anjuran dokter untuk mencegah resistensi bakteri.
2. Antijamur
Obat antijamur dapat diberikan pada kasus sinusitis akibat infeksi jamur yang jarang terjadi, terutama pada pasien dengan gangguan daya tahan tubuh.
3. Obat pereda nyeri
Obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, dapat digunakan untuk membantu meredakan sakit kepala, nyeri wajah, dan demam akibat sinusitis.
Gunakan obat sesuai aturan pakai dan konsultasikan ke dokter bila keluhan tidak membaik atau penggunaan obat diperlukan dalam jangka panjang.
4. Dekongestan
Dekongestan dapat membantu mengurangi pembengkakan pada rongga hidung sehingga saluran sinus lebih terbuka dan lendir lebih mudah keluar.
Obat ini tersedia dalam bentuk tablet maupun semprot hidung. Dekongestan semprot hidung sebaiknya tidak digunakan lebih dari 3 hari berturut-turut tanpa anjuran dokter karena dapat menyebabkan hidung semakin tersumbat.
5. Kortikosteroid
Kortikosteroid semprot hidung, seperti fluticasone atau budesonide, dapat digunakan untuk mengurangi peradangan pada sinus, terutama pada sinusitis akibat alergi atau polip hidung.
Pada kasus tertentu yang lebih berat, dokter dapat memberikan kortikosteroid dalam bentuk tablet atau suntikan.
Operasi
Jika sinusitis tidak membaik dengan obat-obatan atau sering kambuh, dokter dapat menyarankan operasi sinus, seperti functional endoscopic sinus surgery (FESS).
Prosedur ini dilakukan menggunakan endoskop, yaitu selang kecil berkamera yang dimasukkan ke dalam hidung untuk membuka saluran sinus yang tersumbat. Operasi dapat dilakukan dengan:
- Mengangkat jaringan yang menyumbat saluran sinus, seperti polip hidung
- Melebarkan saluran sinus menggunakan balon kecil (balloon sinuplasty)
Pada beberapa kasus, dokter juga dapat memasang implan yang mengandung kortikosteroid untuk membantu mengurangi peradangan setelah operasi.
Selain FESS, operasi untuk memperbaiki deviasi septum dapat dilakukan bila sinusitis berkaitan dengan kelainan bentuk tulang hidung.