Tiabendazole

Pengertian Tiabendazole

Tiabendazole merupakan obat antelmintik yang memiliki fungsi utama untuk mengobati infeksi akibat cacing parasit. Mekanisme tiabendazole dalam mengobati infeksi cacing hingga saat ini belum diketahui dengan pasti, namun diduga bekerja dengan cara menghambat kerja enzim fumarat reduktase yang dihasilkan oleh cacing, serta menghambat pertumbuhan telur dan larva cacing.

tiabendazole - alodokter

Tiabendazole efektif untuk mengobati infeksi akibat cacing-cacing berikut:

  • Strongloides stercoralis (cacing tambang).
  • Ascaris lumbricoides (cacing gilik).
  • Necator americanus.
  • Ancylostoma duodenale.
  • Trichuris trichiura.
  • Toxocara canis.
  • Enterobius vermicularis (cacing kremi).

Selain infeksi cacing, tiabendazole juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi jamur dan keracunan akibat logam berat, seperti merkuri, timbal, dan antimon.

Merk dagang: Mintezol, Apl-Luster, Arbotect, Bioguard, Bovizole, Chemviron TK 100, Cropasal, Drawipas, Eprofil, Metasol TK 10, Metasol TK 100, Omnizole, Nemacin, Nemapan, Thiaben, Tibimix 20, Tobaz, Triasox, atau Tubazole.

Tentang Tiabendazole

Golongan Antelmintik
Kategori Obat resep
Manfaat Mengobati infeksi akibat cacing parasit
Digunakan oleh Dewasa
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Bentuk obat Tablet dan suspensi

Peringatan:

  • Tiabendazole tidak boleh digunakan sebagai obat pencegahan infeksi cacing.
  • Tiabendazole tidak boleh digunakan sebagai obat untuk infeksi cacing campuran, yang salah satunya adalah Ascaris lumbricoides (cacing gilik). Penggunaan tiabendazole untuk infeksi cacing campuran dengan Ascaris lumbricoides justru dapat memicu penyebaran cacing Ascaris lumbricoides ¬†tersebut ke seluruh tubuh.
  • Harap berhati-hati jika Anda menderita gangguan hati atau jantung, anemia, kekurangan nutrisi, dan dehidrasi.
  • Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi selama menjalani pengobatan dengan tiabendazole karena obat ini dapat menyebabkan pusing dan mata berkunang-kunang.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan tiabendazole, segera temui dokter.

Dosis Tiabendazole

Rincian dosis tiabendazole dapat dilhat pada tabel di bawah ini:

Kondisi Dosis
Infeksi Ascariasis, Trichostrongyliasis, dan Trichuriasis. 25 mg/kg dua kali sehari untuk 2 hari berturut-turut, dengan dosis maksimum 3 g/hari.
Dracunculiasis 25-50 mg/kg dua kali sehari untuk 1 hari. Pada infeksi yang parah, dapat ditambah 50 mg/kg pada 3-8 hari sesudah dosis awal. Dosis maksimum adalah 3 g/hari.
Toxocariasis 25 mg/kg dua kali sehari selama 5-7 hari, dengan dosis maksimum 3 g/hari.
Trichinosis 25 mg/kg dua kali sehari selama 2-4 hari berturut-turut, dengan dosis maksimum 3 g/hari.
Strongiloidiasis 25 mg/kg dua kali sehari atau 50 mg/kg diminum sekaligus dalam 1 hari. Jika infeksi sudah menyebar, konsumsi dapat dilanjutkan hingga 5 hari. Dosis maksimum adalah 3 g/hari.
Cutaneous larva migran 25 mg/kg dua kali sehari dan dapat diulangi untuk 2 hari berikutnya jika diperlukan dengan dosis maksimum 3 g/hari. Dapat digunakan dosis alternatif menggunakan suspensi oral dengan konsentrasi 10-15%.

Menggunakan Tiabendazole dengan Benar

Gunakan tiabendazole sesuai petunjuk yang diberikan oleh dokter atau keterangan yang terdapat pada kemasan obat. Obat ini biasanya harus dikonsumsi setelah makan.

Bagi Anda yang lupa mengonsumsi tiabendazole, disarankan untuk segera melakukannya begitu teringat jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan.

Dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk tetap mengonsumsi tiabendazole sampai waktu yang ditentukan meskipun gejala infeksi cacing sudah mereda.

Jika salah satu anggota keluarga terkena infeksi cacing kremi, seluruh anggota keluarga harus diobati dengan menggunakan tiabendazole untuk mencegah penyebaran infeksi ke orang lain.

Untuk menghindari terjadinya kembali infeksi cacing, pasien dan keluarga diharuskan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah dengan sangat baik.

Interaksi Obat atau Zat Tertentu dengan Tiabendazole

Tiabendazole dapat menghambat metabolisme yang dihasilkan oleh kafein atau theophylline. Selain itu, obat ini juga diduga dapat meningkatkan aktivitas antikoagulan jika digunakan bersamaan dengan coumarin.

Efek samping Tiabendazole

Beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh tiabendazole, antara lain adalah:

  • Pusing.
  • Gangguan pencernaan.
  • Gatal-gatal dan ruam pada kulit.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Kenaikan gula darah (hiperglikemia).
  • Gangguan penglihatan.
  • Gangguan hati.
  • Tekanan darah rendah.
  • Bradikardia.

Selain itu, jika tidak berhati-hati pada saat mengonsumsi tiabendazole, dapat muncul efek samping yang berbahaya seperti:

  • Sindrom Stevens-Johnson yang mematikan.
  • Erythema multiforme (suatu kondisi hipersensitivitas kulit terhadap infeksi, obat-obatan, atau pemicu lainnya yang ditandai dengan lesi dan ruam pada kulit).
  • Kerusakan hati.
  • Nekrolisis epidermal toksik.