Tidak Perlu Bertubuh Lentur untuk Ikut Yoga

Ketika lelah dengan rutinitas harian yang membuat stres, Anda merasa butuh sebuah olah tubuh rutin yang tidak hanya menyehatkan, tapi juga membuat Anda lebih rileks. Yoga adalah jawabannya.

Yoga adalah aktivitas olah tubuh dan pikiran yang berfokus pada kekuatan, fleksibilitas dan pernapasan untuk meningkatkan kualitas mental dan fisik pelakunya. Postur atau rangkaian gerakan dan pernapasan adalah dua komponen utama yoga. Olah tubuh ini telah dipraktikkan sejak 5000 tahun lalu di India dan telah diadaptasi ke dalam berbagai variasi.

Tidak Perlu Bertubuh Lentur Untuk Ikut Yoga, Alodokter

Sejuta Manfaat Yoga untuk Tubuh

Tidak sekadar menjadi olah tubuh, yoga ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan. Jika masih merasa enggan mempraktikkan yoga, mungkin daftar manfaat berikut ini dapat membuat Anda berubah pikiran.

Sarana relaksasi. Berlatih yoga berarti membiasakan memfokuskan perhatian dan pernapasan. Sebagai hasilnya, sejumlah penelitian membuktikan bahwa yoga dapat membantu mengurangi kecemasan dan stres, menjadikan mood lebih stabil. Yoga pun dapat membuat pelakunya mempersepsikan diri dengan lebih baik.

Membangun fleksibilitas dan kekuatan tubuh. Gerakan-gerakan yoga dilakukan dengan meregangkan otot-otot, sehingga memudahkan pelakunya bergerak lebih lentur dan tidak mudah merasa lelah. Penelitian menemukan bahwa lebih dari 35 persen orang yang melakukan yoga selama delapan minggu telah merasakan tubuh mereka lebih fleksibel bergerak dan lebih dapat menjaga keseimbangan.

Mengurangi risiko akibat penyakit kronis. Yoga dapat membantu pelakunya untuk mengelola faktor risiko yang disebabkan penyakit kronis, seperti nyeri punggung, sakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Hal ini terjadi dengan turunnya frekuensi denyut jantung setelah melakukan yoga secara teratur. Selain itu, yoga juga berpotensi meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida di dalam tubuh.

Di samping itu yoga dapat mengurangi nyeri dan gangguan pergerakan pada pengidap osteoartritis, meski beberapa postur yoga tidak tepat dilakukan pengidap artritis.

Meningkatkan massa otot dan memperbaiki postur tubuh. Sebagian besar gerakan yoga melibatkan dan menguji kekuatan otot sehingga dalam jangka panjang membuat tubuh lebih terbentuk. Yoga juga membantu tubuh menjadi lebih peka, misalnya ketika tanpa sengaja postur duduk kita membungkuk, tubuh akan segera membenahi posisi.

Meningkatkan keseimbangan. Yoga menguatkan bagian bawah tubuh, seperti kaki dan lutut, sehingga membuat keseimbangan berkembang dan mengurangi risiko jatuh.

Menurunkan berat badan. Yoga memang berbeda dengan latihan aerobik dan tidak ditujukan untuk membakar kalori. Namun dengan melakukan yoga satu jam saja, dapat membakar kalori lebih banyak dibandingkan dengan berjalan kaki santai dengan durasi yang sama. Selain itu, yoga mengajak pelakunya untuk memperbaiki keterkaitan pikiran dengan tubuh, termasuk pada aktivitas mengonsumsi makanan. Dengan mempraktikkan yoga, diharapkan Anda akan lebih sadar dan selektif akan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi.

Yoga untuk Pemula

Meski buku dan video yoga bisa didapatkan dengan mudah di banyak tempat, lebih baik jika sebagai pemula, Anda berlatih dengan bantuan seorang instruktur. Sebuah kelas yoga biasanya juga terdiri dari beberapa peserta yang dapat saling membantu dalam melakukan gerakan tertentu.

Umumnya terdapat studio-studio yoga atau pusat kebugaran yang menawarkan kelas yoga. Memilih instruktur dan tempat yang tepat penting agar tujuan Anda tercapai dan Anda terhindar dari cedera.

Oleh karenanya, saat berkunjung untuk survei, Anda dapat menanyakan pertanyaan berikut ini.

  • Apakah instrukturnya berpengalaman? Apakah dia tersertifikasi? Berapa lama sudah melatih yoga?
  • Jika Anda memiliki masalah kesehatan atau kondisi fisik tertentu seperti asma atau nyeri punggung, tanyakan apakah instruktur yang ada memiliki pengalaman dalam menangani orang dengan kondisi tersebut.
  • Apakah kelas tersebut memang mengakomodasi pemula?
  • Apakah kelas dan instruktur yang ada sesuai dengan kebutuhan Anda?
Selain itu, jika belum pernah mencoba melakukan yoga, benak Anda mungkin penuh dengan pertanyaan dan kekhawatiran. Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering muncul beserta jawabannya.

Apakah ada batasan usia tertentu untuk melakukan yoga?

Tidak. Beberapa orang bahkan baru mulai melakukan yoga di usia 70 tahun karena olahraga ini sebenarnya dapat dilakukan siapa saja, termasuk anak-anak. Jika memungkinkan, Anda dapat mencari kelas yoga sesuai golongan usia Anda.

Apakah yoga hanya dapat dilakukan oleh orang yang memang sudah berpengalaman?

Tidak. Yoga justru membantu Anda yang ingin mulai melatih tubuh agar menjadi lebih fleksibel dan bugar. Namun ada tahapan, jenis, dan postur yoga yang memang diperuntukkan bagi orang yang sudah terbiasa melakukan gerakan dasar. Sebagai permulaan, Anda dapat mencoba hatha yoga. Hatha yoga merupakan rangkaian postur yoga yang sederhana dan banyak direkomendasikan untuk pemula.  Nama ini juga sering digunakan untuk menyebut paduan aneka gerakan yoga yang dirangkai untuk kelas umum.

Apakah yoga dapat menyebabkan cedera?

Cedera saat melakukan yoga umumnya disebabkan oleh peregangan yang dipaksakan. Namun risiko ini dapat diperkecil dengan melakukan yoga bersama instruktur yang telah tersertifikasi dan bergabung dalam kelas yang sesuai dengan kemampuan Anda. Instruktur yang baik juga tidak akan memaksa Anda untuk melakukan postur yoga di luar kemampuan Anda pada tahap awal.

Apakah ada kondisi tertentu yang membuat seseorang sebaiknya tidak melakukan yoga?

Secara umum, yoga dapat dipraktikkan oleh siapa saja. Namun beberapa pengidap kondisi tertentu perlu memeriksakan diri terlebih dahulu sebelum melakukan yoga, antara lain orang yang sedang mengandung, pengidap hipertiroidisme, pengidap hernia, orang dengan risiko pembekuan darah, seseorang yang mengalami penurunan fungsi tubuh, pengidap osteoporosis tingkat lanjut, seseorang yang memiliki tekanan darah tidak terkontrol, pengidap gangguan mata (termasuk glaukoma), dan seseorang dengan gangguan keseimbangan yang parah.

Umumnya pengidap gangguan-gangguan tersebut dapat tetap melakukan yoga, tapi dengan menghindari beberapa postur tertentu.

Yoga jenis apa yang sebaiknya diikuti? Untuk mendapatkan hasil maksimal dari yoga, Anda perlu mengetahui kebutuhan dan kesesuaiannya dengan kondisi pribadi. Selain hatha yoga yang biasanya diperuntukkan bagi kalangan umum dan pemula, terdapat banyak jenis yoga lainnya.

Yoga Iyengar. Yoga dengan gerakan lambat dan mendetail, menggunakan perangkat khusus, seperti ikat pinggang, bantal dan guling khusus, dan balok untuk menghasilkan postur yang sesuai. Yoga jenis ini juga cocok untuk pemula.

Yoga Ashtanga. Rangkaian postur yoga yang cukup menantang dengan berfokus kepada teknik pernapasan untuk mengontrol pikiran.

Yoga Bikram. Yoga yang terdiri dari rangkaian 26 postur tubuh, dilakukan di dalam ruangan bersuhu lebih dari 37 derajat celcius. Namun bagi sebagian orang, seperti pengidap tekanan darah tinggi dan diabetes, perlu memeriksakan diri ke dokter sebelum melakukan yoga ini.

Yoga Power. Rangkaian yoga yang didasari  yoga Ashtanga. Berfokus pada pembentukan kekuatan tubuh bagian atas, keseimbangan, dan fleksibiltas. Yoga ini dikenal sebagai yoga paling atletis dibandingkan yang lain.

Yoga Kundalini. Yoga dengan pendekatan spiritual dan filosofi yang meliputi meditasi, teknik pernapasan, dan nyanyian sebagai bagian dari gerakan yoga.

Yoga Kripalu. Yoga yang diawali dengan gerakan sangat lambat, kemudian meningkat ke dalam tiga tahap untuk mencapai kesadaran pikiran yang lebih dalam.

Hal yang paling penting, filosofi yoga adalah memfokuskan diri pada kombinasi tubuh, pikiran, dan jiwa. Maka jika Anda sedang mempraktikkan yoga, tapi pikiran Anda sibuk dengan kekhawatiran akan pekerjaan, belanja, atau hal lain, maka aktivitas yoga Anda belum dapat disebut maksimal.