Efek bius total sering kali membuat pasien tidak nyaman karena muncul berbagai keluhan, seperti sakit kepala, nyeri tenggorokan, mual, bahkan muntah. Meski begitu, efek ini merupakan reaksi tubuh yang normal dan akan membaik seiring proses pemulihan tubuh.

Bius total atau anestesi umum bekerja dengan cara menurunkan kesadaran pasien untuk sementara waktu dan memblokir respon tubuh terhadap rasa sakit selama tindakan medis berlangsung, sehingga memudahkan tim medis bekerja secara optimal tanpa gangguan gerakan atau reaksi nyeri dari pasien. 

11 Efek Bius Total yang Bisa Terjadi Setelah Operasi - Alodokter

Prosedur medis ini umumnya aman dilakukan, tetapi layaknya prosedur medis lain, ada kemungkinan efek bius total yang bisa terjadi. Hal ini bisa terjadi karena setelah operasi selesai, tubuh Anda membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali hingga berfungsi normal. 

Beberapa Efek Bius Total yang Sering Muncul Setelah Operasi

Setiap orang bisa merasakan efek bius total dengan intensitas dan durasi yang berbeda. Berikut beberapa efek yang umum dialami setelah mendapatkan bius total:

1. Bingung atau linglung

Saat baru tersadar dari bius total, tidak jarang seseorang akan mengalami disorientasi atau merasa bingung terhadap waktu, tempat, maupun kejadian yang baru saja dialami. Efek bius total ini bisa terjadi karena pengaruh obat bius pada otak sehingga fungsi kognitif, seperti berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi belum sepenuhnya kembali normal. 

Efek ini sangat umum terjadi dan biasanya berlangsung singkat, sekitar beberapa menit hingga beberapa jam, dan bisa lebih lama pada lansia. 

2. Mual dan muntah

Mual dan muntah juga merupakan efek samping yang sering muncul setelah bius total. Hal ini bisa terjadi karena obat bius dapat memengaruhi pusat mual di otak dan memperlambat kerja saluran pencernaan sehingga beberapa orang bisa merasakan mual atau muntah setelah operasi. 

Risiko mual dan muntah cenderung lebih tinggi pada orang yang memang mudah mabuk perjalanan, wanita, perokok, atau memiliki riwayat efek serupa pada tindakan anestesi sebelumnya. Biasanya, efek bius total ini bersifat sementara dan bisa diatasi dengan mengonsumsi obat antimual dari dokter.

3. Nyeri tenggorokan

Selama operasi dengan bius total, dokter biasanya akan memasang alat berupa selang plastik (endotracheal tube) pada batang tenggorokan. 

Selang ini dipasang guna membantu memastikan jalan napas tetap terbuka dan suplai oksigen terjaga sepanjang prosedur. Namun, sayangnya setelah alat dilepas, tenggorokan sering kali bisa terasa nyeri. Efek bius total ini biasanya akan membaik setelah 1–2 hari dan minum air putih atau mengisap permen pelega tenggorokan.

4. Mulut kering

Pemasangan alat bantu pernapasan juga bisa menyebabkan mulut kering. Pasalnya, saat alat ini terpasang, mulut akan terbuka sehingga mulut menjadi kering.

Selain itu, efek bius total ini juga bisa terjadi karena obat bius menekan sistem saraf, termasuk saraf yang merangsang kelenjar ludah. Akibatnya, produksi air liur berkurang selama dan setelah operasi. 

Meski begitu, Anda nggak perlu khawatir karena efek bius total ini biasanya akan membaik setelah Anda diperbolehkan untuk minum.

5. Luka di area mulut

Selain menyebabkan nyeri tenggorokan dan mulut kering, pemasangan atau pelepasan alat bantu pernapasan juga bisa mengiritasi jaringan di sekitar mulut. Akibatnya, muncul luka berupa sariawan, bibir pecah-pecah, atau lecet pada area mulut yang terasa perih terutama saat makan atau minum. 

Efek bius total ini biasanya akan sembuh dalam beberapa hari dengan perawatan sederhana, seperti menjaga kebersihan mulut dan memperbanyak minum air putih.

6. Menggigil 

Beberapa orang juga dapat kedinginan atau menggigil setelah menjalani suntik bius. Hal ini bisa terjadi karena bius total dapat memengaruhi pengaturan suhu tubuh di otak, sehingga tubuh cenderung kehilangan panas dan timbul sensasi menggigil atau kedinginan setelah operasi. Selain itu, ruang operasi yang bersuhu rendah juga memperbesar peluang terjadinya efek bius total ini. 

Untuk membantu tubuh beradaptasi kembali, dokter atau perawat biasanya akan segera memberikan selimut hangat begitu operasi selesai.

7. Nyeri otot

Beberapa obat bius, terutama yang digunakan untuk membuat otot rileks selama operasi, dapat menyebabkan rasa pegal atau nyeri otot setelah pasien sadar. Efek bius total ini biasa terjadi pada otot punggung, bahu, atau dada dan akan menghilang dalam waktu 1–2 hari. 

Untuk meringankan efek ini, dokter biasanya akan menyarankan Anda istirahat, mengonsumsi obat antinyeri, dan melakukan peregangan ringan.

8. Sakit kepala

Efek bius total lainnya yang bisa dialami pasien setelah menjalani operasi adalah sakit kepala. Kondisi ini biasanya terjadi karena beberapa faktor, seperti perubahan tekanan darah selama operasi, dehidrasi akibat puasa sebelum tindakan, atau efek samping dari obat anestesi itu sendiri yang memengaruhi pembuluh darah dan sistem saraf di otak. 

Selain itu, posisi kepala yang kurang nyaman saat operasi juga bisa meningkatkan risiko munculnya efek bius total ini. Sakit kepala yang disebabkan oleh bius total biasanya bersifat sementara dan akan membaik setelah Anda istirahat, mengonsumsi obat antinyeri, dan minum air putih yang cukup.

9. Pusing

Obat bius dapat memengaruhi sistem saraf yang mengatur tekanan darah. Akibatnya, pembuluh darah bisa melebar dan tekanan darah turun. 

Nah, kondisi tersebut kemudian bisa menyebabkan efek bius total berupa pusing. Selain itu, efek bius total satu ini juga bisa muncul akibat asupan cairan yang kurang akibat menjalani operasi berjam-jam.

10. Kantuk berlebih

Obat-obatan anestesi juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat sehingga tubuh membutuhkan waktu untuk benar-benar sadar kembali. Nah, akibatnya selama beberapa jam setelah operasi, Anda mungkin merasa sangat mengantuk atau ingin terus tidur. 

Meski respons tubuh setiap orang berbeda-beda, efek bius total ini umumnya akan berangsur hilang pada hari yang sama setelah operasi selesai atau keesokan harinya.

11. Sulit buang air kecil

Setelah sadar, beberapa pasien juga bisa mengalami sulit buang air kecil. Hal ini bisa terjadi karena obat bius juga memengaruhi saraf yang mengatur otot kandung kemih. Akibatnya, kemampuan untuk mengendalikan buang air kecil menjadi berkurang.

Selain itu, penggunaan kateter selama operasi terkadang juga bisa membuat kandung kemih sulit untuk dikosongkan setelah sadar. Meski begitu, efek bius total ini biasanya hanya terjadi sementara dan dapat hilang dalam waktu kurang lebih satu hari.

Pada sebagian besar pasien, efek bius total cenderung ringan dan membaik dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, obat bius total juga bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping serius, terutama pada pasien berusia lanjut, penderita penyakit kronis, atau yang memiliki riwayat alergi obat. Berikut beberapa diantaranya:

  • Reaksi alergi, misalnya ruam merah dan gatal-gatal di kulit, sesak napas, atau tekanan darah turun drastis
  • Gangguan irama atau fungsi jantung
  • Gangguan pernapasan setelah operasi
  • Penurunan kesadaran berkepanjangan
  • Kerusakan saraf atau otak

Jika Anda mengalami efek bius total berat atau tidak biasa setelah operasi, segera sampaikan langsung ke dokter yang merawat agar Anda bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.