Makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun perlu diketahui agar penderita dapat menjaga kondisi tubuh tetap stabil. Beberapa jenis makanan dapat memicu peradangan dan memperburuk gejala autoimun. Karena itu, pemilihan asupan harian menjadi hal penting untuk membantu mengontrol penyakit dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang sel dan jaringan sehat tubuh sendiri. Hal ini dapat memicu peradangan kronis dan berbagai gejala, tergantung organ yang terdampak.

12 Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Autoimun - Alodokter

Bagi penderita autoimun, beberapa jenis makanan justru bisa memicu peradangan dan kekambuhan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun, yaitu makanan yang dapat memperburuk peradangan, seperti makanan tinggi gula, makanan olahan, dan lemak tidak sehat. Konsumsi berlebihan dapat mengganggu kestabilan kondisi tubuh dan memperparah gejala.

Daftar Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Autoimun

Berikut adalah beberapa makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun yang perlu diketahui:

1. Kue manis

Kue manis termasuk makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita penyakit autoimun karena kandungan gula dan lemaknya yang tinggi. Gula dan lemak berlebih dapat memicu reaksi peradangan di dalam tubuh, sehingga memperberat gejala autoimun, seperti nyeri sendi, kelelahan, dan pembengkakan. 

Selain itu, konsumsi kue manis secara berlebihan juga dapat mengganggu kestabilan kadar gula darah dan memperburuk kesehatan secara keseluruhan.

2. Permen

Permen termasuk makanan yang perlu dihindari oleh penderita penyakit autoimun karena kandungan gula sederhananya yang sangat tinggi. Gula sederhana mudah diserap tubuh dan dapat memicu lonjakan gula darah, sehingga meningkatkan respons peradangan. Konsumsi permen secara berlebihan juga dapat memperburuk gejala penyakit autoimun.

3. Susu sapi

Susu sapi sering kali dilarang dikonsumsi oleh penderita penyakit autoimun. Memang, pada sebagian orang, susu sapi dapat memicu gejala atau gangguan pencernaan sehingga konsumsinya perlu dibatasi. Namun, jika tidak menimbulkan keluhan, susu sapi tetap boleh dikonsumsi karena merupakan sumber kalsium, protein, dan lemak yang penting untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

4. Keju

Keju cheddar, mozzarella, parmesan, dan cream cheese merupakan jenis keju dengan kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi. Keju seperti ini termasuk makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun karena dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.

Selain itu, protein tertentu dalam keju juga bisa memicu keluhan pada penderita autoimun yang sensitif terhadap produk susu, seperti kembung, diare, nyeri perut, ruam kulit, atau kelelahan.

5. Roti putih

Roti putih mengandung gluten dan indeks glikemik yang tinggi. Pada orang yang sensitif dengan gluten, konsumsi roti putih berisiko memicu peradangan dan memperberat gejala autoimun, seperti nyeri sendi atau gangguan pencernaan.

6. Mie instan

Mie instan sebaiknya dihindari karena mengandung gluten, kadar garam yang tinggi, serta berbagai bahan tambahan dan pengawet yang dapat memperburuk respon imun dan meningkatkan risiko peradangan di dalam tubuh.

7. Sosis dan nugget

Makanan olahan seperti sosis dan nugget umumnya tinggi lemak jenuh, garam, dan bahan pengawet. Kandungan tersebut dapat memicu inflamasi kronis dan memperberat gejala autoimun jika dikonsumsi secara berlebihan.

Sebagai alternatif, sosis dan nugget homemade bisa menjadi pilihan yang lebih sehat karena Anda dapat mengontrol bahan yang digunakan, seperti memilih daging segar, mengurangi garam, serta menghindari pengawet dan bahan tambahan.

8. Kentang goreng

Kentang goreng mengandung lemak trans dari proses penggorengan yang dapat memicu peradangan di dalam tubuh, serta memperburuk keluhan pada penderita penyakit autoimun.

9. Pasta berbahan gandum

Pasta yang terbuat dari gandum umumnya mengandung gluten. Pada sebagian penderita autoimun yang sensitif terhadap gluten, konsumsi pasta dapat memperparah gejala dan meningkatkan reaksi inflamasi.

10. Telur

Telur bisa menjadi pemicu gejala bagi sebagian penderita autoimun yang memiliki alergi atau sensitivitas terhadap protein telur. Reaksi imun ini dapat memperburuk keluhan seperti ruam atau gangguan pencernaan.

11. Tahu dan tempe

Tahu dan tempe kerap disebut sebagai makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun karena terbuat dari kedelai. Padahal, bila kedelai tidak memicu gejala, kedua makanan ini tetap aman dikonsumsi dan dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian. Pembatasan hanya diperlukan pada orang yang sensitif terhadap kedelai.

12. Makanan kaleng

Sebagian besar makanan kaleng mengandung kadar garam dan pengawet yang cukup tinggi. Konsumsi makanan ini dapat memicu peradangan dan membebani kerja organ tubuh, sehingga sebaiknya dihindari oleh penderita autoimun.

Pola makan yang tepat merupakan bagian penting dalam mengelola penyakit autoimun. Namun, respons setiap penderita terhadap makanan bisa berbeda-beda. Makanan yang memicu gejala pada satu orang belum tentu menimbulkan keluhan pada orang lain. Karena itu, penting untuk mengenali pemicu sesuai kondisi masing-masing.

Daftar makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun tidak berarti harus dihindari seluruhnya. Jika suatu makanan tidak memicu gejala, makanan tersebut umumnya tetap aman dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. 

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun atau ingin menyusun pola makan yang sesuai, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.

Ingat ya, konsultasi yang tepat dapat membantu Anda mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda.