Menurut survei Alodokter, 75% ibu hamil di Indonesia berencana untuk melahirkan normal. Hanya 4% saja yang memilih operasi caesar dan 21% sisanya belum memutuskan. Jika Anda masih bingung ingin melahirkan normal atau tidak, beberapa hal berikut bisa dijadikan pertimbangan.

Dari 830 ibu hamil yang ikut dalam survei dari Alodokter, 623 orang di antaranya memilih untuk melakukan persalinan secara normal. Hanya 33 orang yang berencana melahirkan melalui operasi caesar. Sedangkan 174 orang (21%) sisanya masih belum menentukan metode persalinan yang akan dipilih.

25% Wanita Indonesia Tidak Berencana Melahirkan Normal - Alodokter

Melahirkan Normal

Dari hasil survei tersebut dapat disimpulkan jika melahirkan normal masih menjadi metode persalinan nomor satu pilihan ibu hamil di Indonesia. Jika dibandingkan dengan operasi caesar, proses melahirkan secara normal memang lebih sederhana, lebih murah, dan tidak membutuhkan alat yang rumit untuk membantu bayi keluar dari rahim. Oleh karena itu, selain menjadi pilihan populer ibu hamil, para ahli kesehatan juga sangat merekomendasikan persalinan normal.

Persalinan normal biasanya bisa dilakukan jika ibu hamil menunjukkan tanda-tanda berikut ini:

  • Kontraksi sudah tidak terlalu sakit dan pembukaan sudah mencapai 10 cm, sehingga cukup lebar untuk bayi keluar dari rahim ibu.
  • Sang ibu kuat mengejan atau mendorong bayi sampai lahir.
  • Kondisi ibu memungkinkan untuk mendorong plasenta (ari-ari) keluar, dalam 1 jam setelah bayi lahir.

Nyatanya, tidak semua ibu hamil bisa melahirkan secara normal. Ada beberapa kondisi tertentu yang membuat persalinan harus dilakukan dengan jalan lain. Apalagi jika kondisi tersebut berisiko membahayakan kesehatan atau keselamatan sang ibu, bayi, atau bahkan keduanya. Berikut beberapa kondisi yang membuat ibu hamil dianjurkan untuk tidak melahirkan secara normal:

  • Plasenta previa lengkap, yaitu kondisi di mana plasenta bayi sepenuhnya menutupi leher rahim ibu.
  • Ibu hamil terserang virus herpes dengan lesi aktif.
  • Ibu hamil terinfeksi virus HIV namun tidak berobat.
  • Ibu hamil sudah pernah melahirkan melalui operasi caesar sebelumnya.
  • Ibu hamil pernah melakukan operasi pada rahim sebelumnya.

Jika ibu hamil mengalami salah satu dari kondisi di atas, maka biasanya dokter akan menyarankan persalinan dengan operasi caesar.

Operasi Caesar

Dalam persalinan dengan bedah caesar, dokter akan memberikan sayatan di perut dan rahim ibu. Melahirkan melalui operasi caesar biasanya dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi jika:

  • Ibu hamil sudah diberi induksi namun tidak ada kemajuan dalam persalinan.
  • Mengandung anak kembar.
  • Posisi kepala bayi tidak berada di jalan keluar rahim (sungsang atau lintang).
  • Panggul ibu sempit.
  • Bayi terlilit tali pusat.
  • Detak jantung bayi tidak normal.
  • Plasenta bermasalah.
  • Ukuran bayi terlalu besar.
  • Ibu hamil menderita penyakit tertentu, seperti herpes, HIV, diabetes, tekanan darah tinggi, dan preeklamsia.

Selain karena masalah medis, operasi caesar juga bisa dilakukan berdasarkan kehendak ibu hamil sendiri. Biasanya hal ini dilakukan jika ibu hamil ingin anaknya lahir pada hari atau tanggal tertentu, misalnya pada Hari Kemerdekaan RI atau di “tanggal cantik”. Selain itu, melahirkan dengan operasi caesar juga memberikan keuntungan tersendiri, yaitu ibu hamil tidak perlu merasa sakit karena kontraksi atau khawatir area perineum (area antara vagina dan bokong) robek.

Dan siapa bilang jika sekali melahirkan dengan operasi caesar maka ibu tidak bisa melahirkan normal? Ibu hamil bisa saja melahirkan normal setelah sebelumnya melahirkan dengan operasi caesar, tergantung dari jenis sayatan dan jumlah kelahiran caesar sebelumnya, kondisi ibu ketika persalinan, ukuran dan posisi bayi, serta ketersediaan fasilitas yang memadai. Yang jelas, diskusikan terlebih dahulu ke dokter kandungan.

Namun, sama seperti prosedur bedah lain, melahirkan dengan operasi caesar juga memiliki risiko untuk terjadi komplikasi, seperti infeksi dan perdarahan. Sedangkan pada bayi, jika dibandingkan dengan bayi yang lahir normal, bayi yang lahir dengan bedah caesar berisiko sedikit lebih tinggi untuk mengalami masalah pernapasan.

Dalam menentukan pilihan metode persalinan, atau untuk mendiskusikan metode persalinan yang sudah Anda pilih, dianjurkan untuk selalu berkonsultasi ke dokter kandungan terlebih dahulu. Selain itu, jangan lupa untuk rajin memeriksakan kondisi kandungan agar Anda dan Si Kecil tetap sehat selama masa kehamilan, hingga proses persalinan tiba.