Ada berbagai pilihan obat maag kronis yang dapat dikonsumsi, baik untuk mengatasi penyebabnya atau meredakan gejala maag. Namun, setiap jenisnya memiliki cara kerja dan fungsi yang berbeda-beda, sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi penderitanya.

Maag kronis atau gastritis kronis adalah peradangan pada lapisan lambung. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, penggunaan obat antiradang nonsteroid dalam jangka panjang, atau naiknya cairan empedu ke lambung.

4 Jenis Obat Maag Kronis untuk Redakan Gejala Maag - Alodokter

Gejala maag kronis muncul secara perlahan dan berlangsung lama. Keluhan yang muncul dapat berupa rasa sakit dan sensasi terbakar di ulu hati, mual, muntah, perut kembung, atau mudah kenyang setiap kali makan.

Meski begitu, berbagai gejala tersebut bisa diatasi dengan obat maag kronis. Pengobatan juga diperlukan untuk mencegah komplikasi, seperti luka atau perdarahan di lambung dan anemia karena kekurangan vitamin B12.

Berbagai Jenis Obat Maag Kronis

Berikut ini adalah berbagai jenis obat maag kronis untuk mengatasi penyebab atau meredakan gejala yang muncul:

1. Antagonis H2

Antagonis H2 adalah jenis obat maag kronis yang bekerja dengan mengurangi jumlah asam lambung. Pasalnya, produksi asam lambung berlebih bisa memperburuk peradangan di lapisan lambung. Contoh jenis obat maag kronis ini adalah ranitidin, famotidine, cimetidine, dan nizatidine.

Umumnya, obat maag kronis jenis antagonis H2 tidak menimbulkan efek samping. Kalaupun ada, efek samping yang ditimbulkan biasanya tidak berat, seperti pusing, sakit kepala, atau diare ringan. Meski begitu, Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan di atas.

2. Penghambat pompa proton

Jenis obat maag kronis ini memiliki cara kerja yang sama dengan antagonis H2, yaitu mengurangi produksi asam di lambung. Perbedaannya, penghambat pompa proton (PPI) dinilai lebih kuat dan lebih cepat dalam mengurangi asam lambung dibandingkan dengan antagonis H2.

Omeprazole, lansoprazole, dan esomeprazole adalah beberapa contoh obat maag kronis berjenis penghambat pompa proton. Pengobatan PPI untuk gastritis umumnya berlangsung selama 7–14 hari, tetapi ada pula yang sampai berminggu-minggu tergantung penyebab maag kronis yang dialami.

Setelah mengonsumsi penghambat pompa proton, Anda mungkin akan mengalami sakit kepala, perut kembung, diare, atau sembelit. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter lebih dulu sebelum mengonsumsi PPI, terlebih lagi jika Anda sedang hamil atau menyusui.

3. Antasida

Antasida merupakan jenis obat maag kronis yang bekerja dengan cara menetralisir asam di lambung. Beberapa obat maag kronis berjenis antasida umumnya bisa dibeli secara bebas tanpa resep dokter.

Namun, selalu ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan untuk menghindari efek samping, seperti diare, konstipasi, kram perut, dan muntah.

Selain itu, orang yang sedang mengonsumsi obat flu, penyakit jantung, atau penyakit Parkinson tidak boleh mengonsumsi antasida secara sembarangan guna mencegah terjadinya interaksi obat.

4. Antibiotik

Antibiotik menjadi pilihan obat maag kronis bila disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori. Jenis antibiotik yang umumnya digunakan sebagai pengobatan maag kronis meliputi amoxicillin, clarithromycin, tetracycline, atau metronidazole.

Sebelum mengonsumsi antibiotik untuk mengobati maag kronis, pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, habiskan obat ini sesuai dosis yang telah dianjurkan oleh dokter untuk mencegah bakteri kebal terhadap pengobatan.

Cara Mencegah Maag Kronis

Selain dengan mengonsumsi obat maag kronis, Anda juga perlu melakukan beberapa cara di bawah ini agar gejala maag kronis tidak bertambah berat dan mencegah kekambuhannya:

  • Hindari konsumsi makanan pedas, asam, dan berlemak atau berminyak.
  • Konsumsi makanan dalam jumlah sedikit, tetapi sering.
  • Olahraga secara rutin, setidaknya 30 menit setiap hari.
  • Kelola stres dengan baik, misalnya dengan menjalani hobi atau melakukan terapi relaksasi.
  • Cukupi waktu tidur setiap hari.
  • Hindari minum minuman berkafein dan beralkohol.
  • Jangan konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid tanpa anjuran dokter.

Selain jenis obat-obatan maag kronis di atas, makanan berkandungan probiotik diketahui pula baik untuk mengatasi peradangan di lambung. Hidangan yang dimaksud meliputi natto, kimchi, atau yoghurt.

Namun, agar lebih aman, konsultasikan lebih dulu ke dokter bila Anda hendak mengonsumsinya selama menjalani pengobatan gastritis kronis.

Jika Anda telah menerapkan cara-cara di atas tetapi gejala maag kronis tetap kambuh, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter guna mengurangi risiko terjadinya komplikasi. Nantinya, dokter akan menentukan obat maag kronis yang paling sesuai untuk mengobati kondisi Anda.