Ciri-ciri HIV sering kali tidak muncul pada awal infeksi sehingga banyak penderita tidak menyadarinya. Jika tidak segera ditangani, HIV akan melemahkan sistem kekebalan tubuh secara bertahap dan membuat tubuh mudah terserang berbagai infeksi dan penyakit.

HIV atau yang disebut human immunodeficiency virus merupakan infeksi menular yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman, penggunaan jarum suntik tidak steril, transfusi darah yang terkontaminasi, atau dari ibu ke bayi selama kehamilan, persalinan, maupun menyusui.

9 Ciri-Ciri HIV yang Patut Dikenali - Alodokter

Risiko penularan HIV juga meningkat pada orang yang sering berganti pasangan seksual atau memiliki riwayat infeksi menular seksual, seperti sifilis dan gonore.

Mengenali ciri-ciri HIV aktif sangat penting agar penderita bisa segera mendapatkan pengobatan. Penanganan sedini mungkin dapat membantu menekan jumlah virus di dalam tubuh, menjaga daya tahan tubuh tetap stabil, sekaligus mencegah HIV berkembang menjadi AIDS.

Ciri-Ciri HIV yang Paling Umum Terjadi

Ciri-ciri HIV aktif biasanya muncul ketika infeksi HIV sudah berkembang dan sistem kekebalan tubuh mulai mengalami penurunan yang signifikan. Pada fase ini, tubuh menjadi lebih rentan terkena berbagai infeksi sehingga keluhan yang muncul cenderung berlangsung lama, sering kambuh, atau terasa semakin berat dari waktu ke waktu. 

Berikut ada beberapa ciri-ciri HIV aktif yang umum terjadi:

1. Demam

Salah satu ciri-ciri HIV adalah munculnya keluhan demam dengan suhu di atas 380C. Demam akibat HIV bisa terjadi secara berulang atau terus-menerus selama beberapa minggu.

Demam timbul karena tubuh tengah berupaya untuk membunuh virus HIV yang masuk ke tubuh. Demam menjadi pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh masih bekerja dengan baik dalam melawan virus.

2. Ruam kulit

Ruam kulit bisa muncul pada 2 bulan pertama setelah infeksi HIV terjadi. Ciri-ciri HIV ini biasanya ruam timbul di area wajah dan dada, tetapi terkadang juga dapat terlihat di tangan dan kaki.

Ruam kulit HIV akan terlihat seperti sisik dengan warna merah pada orang berkulit putih dan berwarna keunguan pada orang berkulit gelap. Kulit yang mengalami ruam biasanya akan terasa gatal dan nyeri.

3. Luka di mulut

Sekitar 70–90% orang yang terkena HIV memiliki luka di mulut, yang dapat ditandai dengan adanya sariawan dan lesi di mulut. Ciri-ciri HIV ini biasanya timbul pada awal infeksi dan terjadi akibat penurunan imunitas tubuh.

4. Nyeri otot

Ciri-ciri HIV lainnya bisa berupa nyeri otot. Nyeri otot akibat HIV biasanya timbul di kaki, punggung, dan pinggul. Selain nyeri otot, penderita HIV juga mungkin mengalami nyeri atau sakit saraf karena virus HIV bisa merusak saraf yang ada di seluruh tubuh.

5. Pembengkakan kelenjar getah bening

Adanya pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, maupun selangkangan bisa menjadi tanda HIV. Pembengkakan ini dapat timbul setelah beberapa hari terinfeksi dan menjadi bagian dari respon tubuh dalam membunuh virus HIV.

Kelenjar getah bening yang bengkak karena HIV umumnya akan terasa sangat nyeri dan berukuran sebesar buah kenari. Pembengkakan ini pun dapat terjadi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

6. Berat badan turun drastis

Penurunan berat badan secara drastis tanpa penyebab yang jelas dapat menjadi salah satu ciri-ciri HIV aktif. Kondisi ini terjadi karena tubuh terus-menerus melawan infeksi sehingga kebutuhan energi meningkat, sementara nafsu makan dan kemampuan tubuh menyerap nutrisi bisa menurun. 

Akibatnya, penderita HIV dapat kehilangan berat badan dalam waktu singkat meskipun pola makan tidak banyak berubah. 

7. Diare kronis

Diare kronis yang berlangsung selama berminggu-minggu atau sering kambuh dapat menjadi tanda bahwa sistem kekebalan tubuh mulai melemah akibat HIV. Infeksi pada saluran pencernaan lebih mudah terjadi ketika daya tahan tubuh menurun, sehingga penderita dapat mengalami buang air besar terus-menerus disertai tubuh lemas dan dehidrasi.

8. Lidah putih

Munculnya lapisan putih pada lidah atau bagian dalam mulut sering dikaitkan dengan infeksi jamur kandida (oral thrush). Infeksi jamur ini lebih mudah menyerang penderita HIV karena sistem kekebalan tubuh tidak lagi mampu melawan pertumbuhan jamur secara optimal. 

Selain menyebabkan lidah tampak putih, kondisi ini juga bisa menimbulkan nyeri mulut, sensasi terbakar, bau mulut, hingga kesulitan makan dan menelan.

9. Sering mengalami infeksi berulang

Penderita HIV aktif biasanya lebih mudah terkena infeksi yang sering kambuh atau sulit sembuh. Misalnya, seseorang dapat mengalami cacar ular hingga beberapa kali dalam setahun atau muncul kutil di organ intim yang cepat menyebar, membesar, dan terus berulang.

Kondisi ini terjadi karena sistem imun yang melemah membuat tubuh tidak mampu melawan virus, bakteri, maupun jamur dengan baik.   

HIV yang terdeteksi lebih awal memiliki peluang lebih baik untuk dikendalikan. Pengobatan HIV dilakukan dengan terapi antiretroviral (ARV), yaitu obat yang bekerja untuk menekan jumlah virus HIV di dalam tubuh. Dengan terapi ARV yang rutin, penderita HIV dapat hidup sehat dan produktif serta menurunkan risiko penularan virus ke orang lain.

Jika HIV sudah berkembang menjadi AIDS, terapi ARV tetap sangat penting untuk membantu mengontrol virus dan perlahan membangun kembali daya tahan tubuh. Meski demikian, pengobatan HIV perlu dijalani seumur hidup karena hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV sepenuhnya.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami ciri-ciri HIV aktif, terutama bila memiliki faktor risiko penularan, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER agar mendapatkan penanganan yang tepat sedini mungkin.