Obat asma agar tidak kambuh lagi berfungsi untuk mengendalikan peradangan pada saluran napas dan mencegah serangan sesak napas berulang. Dengan penggunaan rutin sesuai anjuran dokter, penderita asma bisa beraktivitas lebih nyaman tanpa khawatir gejala kambuh.

Asma bisa kambuh kapan saja akibat berbagai pemicu, seperti debu, asap rokok, udara dingin, infeksi pernapasan, atau stres. Pada penderita asma, saluran napas yang sensitif mudah meradang dan menyempit saat terpapar pemicu, sehingga muncul batuk, sesak, atau dada terasa berat jika tidak rutin dikontrol.

5 Obat Asma agar Tidak Kambuh Lagi yang Bisa Rutin Digunakan - Alodokter

Memilih obat asma agar tidak kambuh lagi sangat penting karena banyak orang masih keliru hanya minum obat saat gejala muncul. Padahal, obat pengontrol perlu digunakan teratur sesuai anjuran dokter meski tidak ada keluhan, agar peradangan tetap terkendali dan risiko kambuh berkurang.

Pilihan Merek Obat Asma agar Tidak Kambuh Lagi

Obat asma pengontrol bekerja dengan cara mengurangi peradangan dan mencegah penyempitan saluran napas dalam jangka panjang. Penggunaannya harus teratur dan tidak boleh dihentikan tanpa arahan dokter, karena bisa memicu kambuhnya gejala.

Sebagai obat asma agar tidak kambuh lagi, jenis obat ini umumnya tersedia dalam bentuk inhaler, diskus, atau tablet. Berikut beberapa pilihan merek yang bisa membantu menjaga asma tetap terkontrol:

Flutias 125 mcg Inhaler 120 Dosis

5 Obat Asma agar Tidak Kambuh Lagi yang Bisa Rutin Digunakan - Alodokter

Harga: mulai dari Rp277.000 per botol
Beli Flutias 125 mcg Inhaler 120 Dosis di Aloshop

Beli di Aloshop

Flutias termasuk obat asma agar tidak kambuh lagi yang mengandung kombinasi fluticasone propionate (kortikosteroid) dan salmeterol. Kombinasi ini bekerja dengan cara mengurangi peradangan sekaligus menjaga saluran napas tetap terbuka, sehingga gejala asma lebih mudah dikendalikan.

Dosis Flutias adalah 125 mcg per semprotan. Efek samping ringan yang bisa muncul antara lain suara serak atau rasa perih di tenggorokan. Obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter dan harus digunakan sesuai petunjuk medis. Jika sedang hamil atau menyusui, konsultasikan penggunaannya ke dokter terlebih dahulu.

Symbicort Turbuhaler 160/4,5 mcg 60 Dosis

5 Obat Asma agar Tidak Kambuh Lagi yang Bisa Rutin Digunakan - Alodokter

Harga: mulai dari Rp310.000 per botol
Beli Symbicort Turbuhaler 160/4,5 mcg 60 Dosis di Aloshop

Beli di Aloshop

Symbicort Turbuhaler mengandung kombinasi budesonide (kortikosteroid) dan formoterol (long acting beta agonist) yang membantu mengendalikan peradangan sekaligus membuka saluran napas. Kombinasi ini efektif untuk mencegah asma agar tidak kambuh.

Obat ini berbentuk dry powder inhaler yang tiap dosisnya mengandung 160 mcg budesonide dan 4,5 mcg formoterol. Efek samping ringan yang mungkin muncul, seperti batuk, mulut kering, atau suara serak. Jika sedang hamil atau menyusui, konsultasikan penggunaannya ke dokter terlebih dahulu.

Seretide Diskus 50/100 mcg 60 Dosis

5 Obat Asma agar Tidak Kambuh Lagi yang Bisa Rutin Digunakan - Alodokter

Harga: mulai dari Rp261.000 per botol
Beli Seretide Diskus 50/100 mcg 60 Dosis di Aloshop
Beli Seretide Diskus 50/250 mcg 60 Dosis di Aloshop

Beli di Aloshop

Seretide Diskus termasuk obat asma agar tidak kambuh lagi yang mengandung kombinasi fluticasone propionate dan salmeterol. Kedua zat ini efektif membantu mencegah kekambuhan pada penderita asma kronis.

Produk ini berbentuk powder diskus yang dihirup sesuai resep dokter. Setiap hisapan mengandung 50 mcg salmeterol dan 100 mcg atau 250 mcg fluticasone, tergantung dosis yang diresepkan dokter.

Efek samping ringan, seperti iritasi tenggorokan atau suara serak, bisa saja terjadi. Jika sedang hamil atau menyusui, konsultasikan terlebih dahulu penggunaannya ke dokter.

Trelegy Ellipta 100/62,5/25 mcg 30 Dosis

5 Obat Asma agar Tidak Kambuh Lagi yang Bisa Rutin Digunakan - Alodokter

Harga: mulai dari Rp1.700.000 per pack
Beli Trelegy Ellipta 100/62,5/25 mcg 30 Dosis di Aloshop

Beli di Aloshop

Trelegy Ellipta mengandung 3 zat aktif sekaligus, yaitu fluticasone furoate (kortikosteroid), umeclidinium (long-acting muscarinic antagonist), dan vilanterol (long-acting beta agonist). Kombinasi ini bekerja menekan peradangan, melemaskan otot saluran napas, serta menjaga saluran napas tetap terbuka, sehingga efektif membantu mengontrol asma berat.

Obat asma agar tidak kambuh lagi ini berbentuk dry powder inhaler dan hanya boleh digunakan berdasarkan resep serta petunjuk dokter. Setiap dosis mengandung 100 mcg fluticasone furoate, 62,5 mcg umeclidinium, dan 25 mcg vilanterol.

Efek samping ringan, seperti rasa tidak enak di mulut atau iritasi tenggorokan, bisa saja terjadi. Sama halnya seperti obat asma lainnya, konsultasikan penggunaannya dengan dokter terlebih dahulu jika sedang hamil atau menyusui.

Ataroc 25 mg 10 Tablet

5 Obat Asma agar Tidak Kambuh Lagi yang Bisa Rutin Digunakan - Alodokter

Harga: mulai dari Rp43.000 per strip
Beli Ataroc 25 mg 10 Tablet di Aloshop

Beli di Aloshop

Ataroc termasuk obat asma agar tidak kambuh lagi yang mengandung ketotifen fumarate, yaitu antihistamin sekaligus penstabil sel mast yang membantu mencegah reaksi alergi. Obat ini sangat membantu pada penderita asma yang dipicu oleh alergi, terutama pada anak-anak.

Ataroc berbentuk tablet yang biasanya diminum 1–2 kali sehari, sesuai anjuran dokter. Setiap tablet berisi 25 mg ketotifen. Efek samping ringan yang bisa muncul antara lain rasa kantuk.

Meskipun dapat dibeli tanpa resep, sebaiknya penggunaannya tetap berdasarkan anjuran dokter. Keamanan obat ini untuk ibu hamil dan menyusui belum diketahui secara pasti, sehingga konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum mulai menggunakannya.

Menjaga asma agar tidak kambuh memerlukan pengobatan yang teratur, pola hidup sehat, serta upaya menghindari faktor pemicu. Pilihan obat asma agar tidak kambuh lagi di atas dapat membantu mengontrol gejala jika digunakan sesuai petunjuk dokter.

Pemantauan pengobatan asma juga dapat dilakukan melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dokter akan membantu menilai efektivitas obat, menyesuaikan dosis bila diperlukan, serta memberikan saran untuk mencegah kekambuhan dan menjaga fungsi paru tetap optimal.