Cara mengobati tipes pada anak bukan sekadar memberikan obat, tetapi juga membutuhkan perawatan menyeluruh agar Si Kecil pulih dengan aman dan cepat. Penanganan yang tepat akan memperkecil risiko komplikasi serta mencegah penularan tipes ke anggota keluarga lain.

Tipes disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyerang saluran pencernaan. Gejalanya meliputi demam tinggi selama lebih dari lima hari, lemas, mual, muntah, perut sakit, hingga gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit.

8 Cara Mengobati Tipes pada Anak yang Tepat - Alodokter

Sayangnya, masih banyak orang tua yang salah kaprah dalam menangani tipes. Misalnya, memberikan antibiotik tanpa resep dokter atau mengabaikan pentingnya perawatan di rumah.

Perlu diketahui, pengobatan tipes tidak bisa dilakukan hanya dengan obat penurun demam atau ramuan tradisional, karena infeksi bakteri memerlukan penanganan medis yang sesuai. Cara mengobati tipes pada anak harus dilakukan secara menyeluruh dan di bawah pengawasan dokter.

Cara Mengobati Tipes pada Anak

Agar proses penyembuhan berjalan optimal, berikut ini adalah beberapa cara mengobati tipes pada anak yang sebaiknya dilakukan:

1. Konsultasi ke dokter

Langkah pertama dalam cara mengobati tipes pada anak yang perlu Bunda lakukan adalah membawanya ke dokter saat ia mengalami demam tinggi. Nantinya, dokter akan melakukan wawancara medis terkait gejala, riwayat kesehatan, dan kontak dengan penderita tipes lain.

Setelah itu, pemeriksaan fisik dilakukan untuk mendeteksi tanda-tanda khas tipes, seperti lidah kotor dan pembesaran hati atau limpa. Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya menganjurkan pemeriksaan laboratorium, seperti tes darah lengkap, yang dapat mendeteksi infeksi bakteri Salmonella typhi pada tubuh anak.

Penegakan diagnosis ini sangat penting, karena gejala tipes sering kali mirip dengan infeksi lain, seperti demam berdarah atau infeksi saluran cerna. Dengan diagnosis yang tepat, pengobatan yang diberikan pun bisa lebih efektif dan terarah.

2. Pemberian antibiotik sesuai resep dokter

Setelah diagnosis tipes ditegakkan, dokter akan meresepkan antibiotik yang sesuai untuk membunuh bakteri penyebab tipes. Penggunaan antibiotik harus benar-benar mengikuti dosis dan jadwal yang telah ditentukan dokter.

Jangan pernah mengurangi dosis, melewatkan jadwal minum obat, atau menghentikan konsumsi antibiotik sebelum durasi pengobatan selesai, meskipun gejala anak sudah membaik.

Penghentian antibiotik yang terlalu cepat bisa menyebabkan bakteri menjadi kebal (resisten) terhadap obat, sehingga pengobatan akan menjadi lebih sulit di kemudian hari. Selain itu, habiskan semua obat tipes yang diberikan untuk memastikan semua bakteri dalam tubuh benar-benar hilang.

3. Pengobatan penunjang

Selain antibiotik, dokter dapat memberikan pengobatan tambahan untuk mengurangi gejala dan menjaga kenyamanan anak. Obat penurun panas, seperti paracetamol, diberikan jika suhu tubuh anak terus-menerus tinggi atau menyebabkan anak rewel dan tidak nyaman.

Jika anak muntah atau diare, dokter mungkin akan menganjurkan pemberian cairan elektrolit untuk mencegah dehidrasi dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Semua obat tambahan ini diberikan sesuai kebutuhan dan tidak boleh digunakan secara berlebihan tanpa anjuran dokter.

4. Istirahat total

Anak dengan tipes sangat dianjurkan untuk beristirahat total di rumah selama masa sakit, biasanya sekitar 1–2 minggu. Istirahat yang cukup membantu sistem imun anak untuk melawan infeksi, serta mencegah tubuh kelelahan yang dapat memperlambat pemulihan.

Selama di rumah, pastikan kamar anak bersih, sirkulasi udara baik, dan anak terhindar dari kontak dengan orang yang sedang sakit. Dengan perawatan yang optimal, risiko penularan ke anggota keluarga juga bisa ditekan.

5. Pemberian makanan yang lembut dan bergizi

Selama pemulihan, sistem pencernaan anak yang terkena tipes cenderung lebih sensitif. Oleh karena itu, berikan makanan yang mudah dicerna, seperti bubur, nasi tim, sup ayam, kentang rebus, maupun lauk bertekstur lembut. Hindari makanan pedas, berminyak, asam, atau berserat tinggi karena bisa memperberat kerja saluran cerna.

Selain itu, atur porsi makan anak dengan memberikan makanan dalam jumlah kecil tetapi lebih sering, sehingga anak tidak mudah merasa mual dan kebutuhan nutrisinya tetap tercukupi.

6. Cukupi asupan cairan

Cara mengobati tipes pada anak yang juga tidak kalah penting adalah memastikan kebutuhan cairannya terpenuhi dengan baik setiap hari. Pada anak dengan tipes, demam, muntah, dan diare dapat menyebabkan kehilangan cairan secara cepat sehingga risiko dehidrasi meningkat.

Untuk mencegahnya, berikan cairan secara berkala, seperti air putih, susu, atau oralit. Tanda kecukupan cairan antara lain anak buang air kecil dengan warna urine yang cerah, tidak merasa haus berlebihan, serta bibir tetap lembap. Jika anak sulit minum atau terlihat sangat lemah, segera konsultasikan kondisinya ke dokter.

7. Pemantauan gejala dan kondisi anak

Selama proses pengobatan, amati dengan saksama perkembangan gejala pada anak. Catat jika terjadi peningkatan suhu tubuh, anak tampak lemas berat, tidak sanggup makan atau minum, muntah terus-menerus, diare berat, atau muncul tanda dehidrasi, seperti bibir sangat kering, mata cekung, dan produksi air seni berkurang.

Segera konsultasikan ke dokter jika ditemukan gejala tersebut atau jika anak mengalami penurunan kesadaran, kejang, atau perdarahan (mimisan, gusi berdarah, atau tinja berdarah). Pemantauan yang rutin sangat penting agar komplikasi tipes, misalnya perforasi usus atau infeksi berat, bisa dicegah dan ditangani sejak dini.

8. Terapi infus

Pada kondisi tertentu, misalnya jika anak mengalami dehidrasi berat, muntah terus-menerus, tidak dapat minum atau makan, atau tampak sangat lemas, dokter bisa menyarankan rawat inap di rumah sakit dengan terapi infus.

Terapi infus bermanfaat untuk memastikan kebutuhan cairan dan nutrisi anak tetap terpenuhi selama tubuhnya sulit menerima asupan melalui mulut. Terapi infus juga memungkinkan pengawasan medis yang lebih ketat dan penanganan cepat jika muncul komplikasi.

Hal yang Perlu Dihindari Selama Pengobatan Tipes pada Anak

Untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah komplikasi tipes pada anak, beberapa hal berikut perlu dihindari:

  • Menghentikan antibiotik lebih awal tanpa instruksi dokter.
  • Memberikan obat tanpa resep dokter.
  • Memaksa anak makan banyak dalam satu waktu.
  • Mengajak anak beraktivitas di luar rumah sebelum pulih total.
  • Memberi makanan pedas, berminyak, atau berserat tinggi yang sulit dicerna.

Perawatan untuk Membantu Pemulihan Tipes pada Anak

Perawatan di rumah juga sangat penting untuk mendukung pengobatan tipes pada anak. Bunda dapat melakukan hal-hal berikut ini:

  • Rajin mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan atau menyentuh anak.
  • Membersihkan peralatan makan anak secara terpisah.
  • Memberikan kompres hangat bila anak demam.
  • Membatasi kontak dengan anggota keluarga lain, terutama anak kecil atau lansia.
  • Memberikan dukungan emosional agar anak merasa tenang dan nyaman.

Semua cara mengobati tipes pada anak di atas bertujuan untuk mempercepat pemulihan serta menekan risiko komplikasi tipes pada anak. Selalu jaga kebersihan lingkungan, makanan, dan tangan setiap anggota keluarga untuk mencegah penularan, apalagi jika ada anggota keluarga lain yang sedang sakit.

Jika anak mengalami demam tinggi lebih dari lima hari, kejang, muntah terus-menerus, sangat lemas, atau menunjukkan tanda dehidrasi, segera bawa ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pengobatan tipes pada anak wajib diawasi oleh dokter. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami kebingungan atau khawatir dengan kondisi anak. Anda bisa memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter di ALODOKTER untuk mendapatkan saran medis langsung.