Cara meredakan batuk tanpa obat menjadi pilihan banyak orang ketika keluhan batuk mulai mengganggu, tetapi belum membutuhkan pengobatan medis. Beberapa cara ini, mulai dari meningkatkan asupan cairan hingga menggunakan bahan alami, seperti madu atau jahe.

Batuk adalah respons alami tubuh untuk mengeluarkan atau membersihkan saluran pernapasan dari lendir, debu, atau zat asing yang bersifat iritatif. Batuk umumnya bisa sembuh sendiri dan bukan merupakan kondisi yang serius. Namun, untuk membantu mempercepat penyembuhan, Anda bisa mencoba cara meredakan batuk tanpa obat.

8 Cara Meredakan Batuk Tanpa Obat - Alodokter

Meski demikian, jika batuk tak kunjung sembuh atau justru menjadi makin parah, Anda perlu waspada hal tersebut bisa saja disebabkan oleh penyakit yang lebih serius, seperti asma, ISPA, dan pneumonia. Untuk menangani batuk yang susah sembuh, Anda tetap perlu berkonsultasi ke dokter. 

Cara Meredakan Batuk Tanpa Obat

Saat terkena batuk, Anda tidak perlu terburu-buru minum obat batuk. Ada beberapa cara meredakan batuk tanpa obat yang juga tak kalah ampuh, antara lain: 

1. Istirahat yang cukup 

Istirahat yang optimal sangat penting untuk membantu tubuh melawan infeksi penyebab batuk, seperti flu atau pilek. Pasalnya, saat Anda tidur atau beristirahat, sistem kekebalan tubuh dapat bekerja lebih efektif, sehingga proses pemulihan batuk bisa berlangsung lebih cepat dan risiko penularan ke orang lain pun berkurang.

2. Minum air putih yang cukup 

Orang dewasa perlu mengonsumsi air putih sekitar 2 liter atau 8 gelas per hari. Tak hanya berperan penting untuk mencegah dehidrasi, air putih juga bisa meredakan batuk. 

Dengan menenggak air putih, dahak akan menjadi lebih encer, sehingga dahak lebih mudah dikeluarkan dan iritasi di tenggorokan bisa berkurang. Dengan begitu, batuk pun bisa lebih cepat mereda.

3. Konsumsi madu

Cara meredakan batuk tanpa obat selanjutnya adalah dengan mengonsumsi 12 sendok madu sebelum tidur. Berbagai riset mengungkap bahwa madu dapat membantu mengurangi frekuensi dan intensitas batuk, bahkan efektivitasnya sama dengan obat batuk, seperti dekstrometorfan, dalam meredakan batuk.

Manfaat madu ini bisa didapat karena madu dapat melapisi atau menenangkan selaput lendir di tenggorokan yang mengalami iritasi. Selain itu, madu juga membantu mengurangi produksi dahak sehingga cukup efektif dalam meredakan batuk berdahak maupun batuk kering.  

Meski memiliki manfaat untuk mengatasi batuk, madu tidak boleh diberikan pada anak di bawah usia 1 tahun karena bisa meningkatkan risiko terjadinya botulisme.

4. Makan nanas 

Konsumsi nanas bisa membantu meredakan batuk. Cara meredakan batuk tanpa obat ini didapat karena kandungan bromelain di dalam nanas telah terbukti mampu meredakan peradangan dan mengencerkan dahak. 

Selain bromelain, nanas juga kaya akan vitamin C. Vitamin ini diketahui dapat meningkatkan imunitas tubuh, sehingga dapat membuat Anda cepat pulih dari sakit, termasuk dari keluhan batuk. Namun, manfaat nanas sebagai pereda batuk masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk melihat efektivitasnya.

5. Minum air jahe

Bila di dapur Anda tersedia jahe, cobalah untuk memanfaatkannya sebagai obat batuk alami. Jahe bisa meredakan batuk karena rempah ini bersifat antiradang dan antitusif alami, sehingga dapat menekan rangsangan untuk batuk. 

Tak hanya itu, jahe juga diketahui dapat mengencerkan lendir atau dahak yang ada di paru-paru dan tenggorokan, sehingga batuk bisa lebih cepat sembuh. Meski begitu, manfaat jahe satu ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut dan uji klinis pada manusia untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Cara meredakan batuk tanpa obat ini cukup mudah. Tuangkan 3 cangkir air ke dalam panci dan masukkan 1 ruas jahe yang telah diiris tipis ke dalamnya. Rebus sampai mendidih, lalu tuangkan air jahe ke cangkir. Teh jahe siap dikonsumsi dalam keadaan hangat.  

6. Kumur dengan air garam 

Berkumur dengan air garam tidak hanya membantu mengatasi sakit tenggorokan, tetapi juga batuk. Pasalnya, air garam dapat mengurangi iritasi pada tenggorokan sekaligus mengencerkan dahak. 

Cara meredakan batuk tanpa obat dengan berkumur menggunakan air garam juga mudah. Anda hanya perlu mencampurkan ½ sendok teh garam dengan 1 gelas air, lalu aduk hingga garam larut dan gunakan untuk berkumur. 

Saat berkumur, tenggak air garam dan biarkan agar cairan tersebut tetap berada di tenggorokan selama beberapa menit, setelah itu keluarkan dari mulut. Meski bermanfaat untuk meredakan batuk, cara meredakan batuk tanpa obat ini tidak disarankan untuk anak-anak, terutama yang belum mampu berkumur dengan benar, karena berisiko menyebabkan anak tersedak. 

7. Mandi dengan air hangat

Mandi air hangat atau menghirup uap hangat dapat meredakan batuk. Ini karena uap panas yang dihasilkan oleh air hangat dapat membantu melembapkan saluran napas dan mengencerkan dahak, sehingga keluhan batuk akibat pilek atau hidung tersumbat dapat berkurang. 

Cara meredakan batuk tanpa obat ini umumnya terasa lebih optimal jika dilakukan secara rutin. Namun, pastikan suhu air tidak terlalu panas untuk menghindari risiko kulit terbakar.

8. Gunakan air purifier

Jika memungkinkan, Anda juga bisa memasang air purifier di kamar atau di ruangan yang sering Anda tempati untuk mengurangi intensitas batuk. Ini karena air purifier mampu menjaga kualitas udara tetap baik. 

Nah, ketika udara bersih dari debu, asap rokok, dan polusi, tenggorokan dan saluran napas menjadi lebih tenang dan batuk pun akan cepat hilang. 

Namun, penting untuk menjaga kebersihan air purifier dengan baik karena alat ini bisa menjadi tempat jamur berkembang biak. Jika kebersihannya tidak dijaga, air purifier justru bisa membuat batuk menjadi makin parah.

Bila cara meredakan batuk tanpa obat tersebut tidak membuahkan hasil atau batuk yang Anda derita menjadi makin parah, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi obat batuk yang dijual bebas di apotek. Namun, konsumsilah obat tersebut sesuai dengan aturan yang tertera pada kemasan.

Jika cara meredakan batuk tanpa obat atau konsumsi obat tidak kunjung membuat batuk sembuh, batuk berlangsung lebih dari 3 minggu, atau disertai dengan gejala lain, seperti demam, berkeringat di malam hari, sesak napas, dan nyeri dada, sebaiknya konsultasikan ke dokter. 

Konsultasi bisa dilakukan melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER atau dengan mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat, untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.