Batuk termasuk penyakit ringan, namun bisa sangat mengganggu. Beruntung, obat alami batuk tidak perlu jauh-jauh dicari, karena beberapa di antaranya mungkin tersedia di dapur Anda.

Salah satu dampak yang paling signifikan dari serangan batuk adalah berkurangnya waktu istirahat. Batuk bertujuan membersihkan saluran pernapasan yang terganggu akibat iritasi, namun tetap saja hal tersebut cukup mengganggu. Meski sebenarnya batuk merupakan hal yang normal, namun jika terjadi secara berkepanjangan bisa jadi merupakan gejala adanya kondisi medis tertentu, seperti alergi, infeksi virus atau bakteri, dan radang pada saluran pernapasan.

Dapurmu Menyediakan Bahan-bahan Obat Alami Batuk - Alodokter

Obat Batuk Alami yang Ada di Dapur

Beberapa jenis obat batuk medis bisa dengan mudah dibeli di apotek. Namun bagi Anda yang lebih memilih obat batuk alami, bahan-bahan berikut bisa Anda coba:

  • Madu
    Siapa yang tidak kenal dengan produk lebah ini? Ya, manfaat madu bagi kesehatan memang sudah dikenal sejak lama. Dalam sebuah penelitian, madu terbukti mengurangi batuk dan memperbaiki tidur di malam hari. Madu bahkan mungkin sama efektifnya dengan obat batuk yang mengandung dextromethorphan.
    Untuk mendapatkan manfaat madu sebagai obat alami batuk, campurkan madu dengan teh atau air hangat yang juga diberi perasan lemon. Anda juga bisa meminumnya langsung dengan takaran dua sendok teh sebelum tidur. Akan tetapi, sebaiknya jangan berikan madu pada anak berusia di bawah satu tahun. Mengingat daya tahan tubuh anak usia tersebut yang masih rendah, pemberian madu dikhawatirkan dapat menyebabkan botulisme.
  • Bawang bombay
    Bawang bombay dapat memberikan efek mata berair saat diiris. Rupanya hal ini karena kuatnya uap yang dihasilkan bawang bombay. Seorang ahli penyakit dalam mengungkapkan bahwa uap tersebut bisa bermanfaat sebagai obat alami batuk.
    Caranya mudah saja, cukup dengan memotong bawang bombay menjadi empat bagian di atas piring dan letakkan di kamar sebelum Anda tidur. Uapnya akan menyebar di ruangan dan terhirup oleh orang yang sedang menderita batuk. Pengobatan batuk dengan bawang bombay diklaim aman diaplikasikan untuk bayi, anak-anak, dan dewasa. Teknik ini pun cukup populer di Spanyol dan Prancis, meski belum didukung oleh bukti ilmiah yang jelas sebagai obat alami batuk.
  • Bawang putih
    Bawang putih yang biasa digunakan dalam masakan ternyata mungkin memiliki efek sebagai obat alami batuk. Bawang putih memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antivirus yang diduga bermanfaat untuk membantu meredakan radang tenggorokan dan batuk. Meski demikian, efektivitas bawang putih sebagai obat alami batuk secara klinis masih belum memiliki bukti ilmiah yang kuat.
  • Jahe
    Salah satu obat alami batuk yang diduga baik untuk membantu melegakan pernapasan dan iritasi saluran pernapasan adalah jahe. Jahe mengandung antioksidan, antiradang, dan antibakteri. Kandungan-kandungan ini dapat membantu mengurangi iritasi dan peradangan pada saluran pernapasan yang menyebabkan batuk.
  • Daun mint
    Daun mint sudah lama dikenal sebagai obat alami batuk. Menthol yang terkandung dalam daun mint bekerja mengatasi batuk dengan cara melegakan tenggorokan dan membantu mengencerkan lendir.
    Manfaat daun mint sebagai obat batuk alami didapatkan dengan cara meminum teh mint atau menghirup uap dari minyak aromaterapi mint. Caranya, tuangkan 3 atau 4 tetes minyak mint pada 150 ml air panas. Tutup kepala dengan handuk dan tarik napas dalam-dalam tepat di atas baskom tersebut.
  • Larutan garam
    Berkumur dengan air garam dapat membantu melegakan tenggorokan yang gatal. Caranya, campurkan satu sendok teh garam dengan segelas air hangat, lalu gunakan untuk berkumur. Namun perlu jadi perhatian, pada anak berusia di bawah 6 tahun sebaiknya gunakan obat alami batuk yang lain, mengingat mereka belum bisa berkumur dengan baik.

Meski bahan-bahan yang sering ada di dapur Anda tersebut terbilang aman sebagai obat batuk yang alami, perlu diingat bahwa efektivitasnya bisa berbeda pada setiap orang. Segera temui dokter bila batuk tidak kunjung reda, disertai demam tinggi, sesak, mengi, atau keluar dahak kental berwarna kuning kehijauan maupun darah.