Makanan penyebab rematik bisa membuat gejala nyeri atau kaku pada sendi semakin parah. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk menghindari makanan tersebut agar gejala rematik, seperti nyeri, kaku, atau bengkak pada sendi bisa dicegah. Dengan begitu, Anda bisa beraktivitas dengan nyaman. 

Nyeri dan kaku pada sendi sering membuat aktivitas sehari-hari terasa terbatas, apalagi bagi penderita rematik. Nah, salah satu faktor yang bisa memperburuk kondisi ini adalah pola makan lho. Perlu diketahui, ada beberapa jenis makanan yang ternyata bisa menjadi pemicu munculnya gejala rematik, seperti rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. 

8 Makanan Penyebab Rematik yang Perlu Dihindari agar Sendi Tetap Sehat - Alodokter

Dengan mengenali makanan penyebab rematik, Anda bisa mulai menyesuaikan pola makan agar peradangan pada sendi berkurang dan gejala nyeri maupun kaku lebih terkendali. Kira-kira, apa saja makanan penyebab rematik yang harus dihindari

Berbagai Makanan Penyebab Rematik yang Harus Diwaspadai

Berikut ini adalah berbagai jenis makanan penyebab rematik yang perlu Anda waspadai:

1. Daging merah dan olahannya

Daging merah dan olahannya, seperti daging sapi, kambing, sosis, atau kornet merupakan salah satu makanan penyebab rematik. Soalnya, makanan ini mengandung lemak jenuh yang dapat memicu peradangan di tubuh. Jika peradangan ini terus berlangsung, sendi bisa menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami nyeri atau kaku.

Selain lemak jenuh, daging olahan juga mengandung bahan tambahan, seperti garam dan pengawet yang juga dapat memperburuk peradangan lho. 

Oleh karena itu, membatasi konsumsi daging merah dan olahannya sangat dianjurkan bagi penderita rematik atau siapa pun yang ingin menjaga kesehatan sendi. Dengan begitu, risiko peradangan yang bisa memicu atau memperberat gejala rematik dapat ditekan.

2. Makanan tinggi gula

Makanan dengan kandungan tinggi gula, seperti kue, permen, atau makanan ringan kemasan juga termasuk makanan penyebab rematik lho. Saat Anda sering mengonsumsi gula berlebih, tubuh akan melepaskan zat khusus yang disebut sitokin. Sitokin ini berperan dalam proses peradangan dan bisa membuat sendi menjadi lebih nyeri, bengkak, atau kaku.

Konsumsi makanan manis yang berlebihan juga bisa menyebabkan berat badan naik. Nah, jika berat badan naik, sendi akan menahan beban lebih berat, sehingga nyeri dan kekakuan pada persendian semakin terasa, terutama pada lutut, pinggul, dan pergelangan kaki. 

3. Makanan tinggi garam

Jika Anda terlalu sering mengonsumsi makanan asin, seperti keripik, makanan kaleng, atau lauk olahan yang banyak ditambahkan garam, kadar natrium dalam tubuh akan meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan keseimbangan cairan tubuh terganggu dan membuat tekanan pada pembuluh darah serta jaringan sendi ikut naik. 

Selain itu, konsumsi garam berlebih bisa memengaruhi kerja sistem imun sehingga tubuh jadi lebih rentan terhadap peradangan. Hal inilah yang akhirnya membuat gejala rematik, seperti nyeri dan bengkak pada sendi, bisa lebih mudah muncul atau bahkan semakin parah. 

4. Makanan tinggi purin

Makanan penyebab rematik yang harus Anda hindari selanjutnya adalah makanan tinggi purin, seperti kerang, udang, atau jeroan. Kandungan purin dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Nah, asam urat yang menumpuk dapat membentuk kristal di persendian, sehingga dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan peradangan. 

Selain itu, penumpukan asam urat yang terus-menerus bisa memperparah kerusakan sendi jika tidak dikontrol dengan baik lho. 

Pada penderita rematik, peradangan ini semakin memperburuk gejala yang sudah ada, membuat nyeri dan kekakuan sendi lebih sering muncul. Selain itu, makanan tinggi purin dapat memicu kambuhnya serangan rematik secara tiba-tiba, terutama pada sendi lutut, jari tangan, dan pergelangan kaki.

5. Gorengan 

Jika Anda menderita rematik dan suka makan gorengan, sebaiknya mulai sekarang hindari makanan ini ya. Soalnya, kebiasaan makan gorengan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko rematik dan membuat sendi lebih mudah terasa nyeri lho. 

Hal ini disebabkan oleh kandungan lemak trans di dalamnya dapat memicu proses peradangan di dalam tubuh, termasuk di area sendi. Ditambah lagi, proses menggoreng dengan suhu tinggi juga bisa menghasilkan senyawa berbahaya yang memperberat peradangan. 

Jika dikonsumsi secara rutin, gorengan dapat meningkatkan kadar lemak jahat (LDL) dan menurunkan lemak baik (HDL) dalam darah, sehingga risiko terjadinya peradangan dan nyeri sendi semakin besar. Itulah sebabnya, gorengan menjadi salah satu makanan penyebab rematik yang harus dihindari. 

6. Produk susu dan olahannya yang tinggi lemak

Produk susu tinggi lemak, seperti susu full cream, keju, atau mentega, juga mengandung lemak jenuh yang dapat memicu peradangan dalam tubuh, sehingga risiko nyeri dan pembengkakan sendi pada penderita rematik bisa meningkat. Makanya, produk ini termasuk salah satu makanan penyebab rematik yang sebaiknya dibatasi ya.

7. Makanan olahan dan cepat saji

Makanan olahan dan cepat saji biasanya mengandung gula, garam, MSG, lemak, dan bahan pengawet yang tidak sehat dalam jumlah tinggi. Nah, kandungan ini bisa memicu peradangan dan merusak kesehatan sendi. 

Selain itu, mengonsumsi makanan penyebab rematik secara berlebihan juga dapat membuat peradangan kronis terus berlangsung, memperburuk kondisi sendi, dan membuat gejala rematik lebih sering kambuh.

8. Alkohol 

Selain makanan penyebab rematik di atas, minuman beralkohol juga bisa mengganggu proses metabolisme tubuh dan memperparah peradangan pada sendi. Tidak hanya itu, konsumsi alkohol yang berlebihan juga membuat asam urat menumpuk, sehingga berisiko memperburuk rematik.

Tips Memilih Makanan untuk Penderita Rematik

Agar gejala rematik tidak mudah kambuh dan sendi tetap sehat, penting untuk memperhatikan asupan makanan sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa tips memilih makanan untuk penderita rematik yang bisa Anda terapkan:

  • Perbanyak konsumsi sayuran dan buah yang mengandung antioksidan dan vitamin, seperti sayuran hijau, wortel, blueberry, tomat, apel, dan jeruk. guna membantu melawan peradangan dan menjaga kesehatan sendi. 
  • Pilihlah sumber protein rendah lemak, seperti ayam tanpa kulit, ikan, tahu, dan tempe, untuk mengurangi risiko penumpukan lemak jenuh yang bisa memperburuk rematik.
  • Konsumsilah lemak sehat yang biasanya terdapat pada alpukat, ikan salmon, ikan tuna, ikan sarden, dan minyak zaitun. 
  • Batasi konsumsi garam, gula, dan makanan olahan atau siap saji, untuk menghindari risiko peradangan dan tekanan tambahan pada sendi.
  • Konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti gandum utuh, biji-bijian utuh, oat, beras merah, dan kentang 
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh, untuk menjaga kesehatan sendi dan melancarkan metabolisme tubuh.

Dengan membatasi makanan penyebab rematik dan memilih asupan yang sehat bisa membantu mengurangi risiko kekambuhan serta menjaga kesehatan sendi dalam jangka panjang lho. Tidak hanya itu, perubahan pola makan yang tepat juga dapat meningkatkan kualitas hidup penderita rematik, terutama jika dibarengi dengan gaya hidup aktif dan berat badan yang terkontrol.

Namun, jika Anda gejala rematik tetap sering kambuh meski sudah mengubah pola makan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter ya. Anda bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran langsung dari tenaga medis terpercaya, tanpa harus keluar rumah.