Penyebab kandungan lemah penting untuk diketahui agar ibu bisa mengambil langkah pencegahan dan mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. Dengan begitu, risiko terjadinya komplikasi kehamilan bisa lebih dicegah.

Istilah kandungan lemah umumnya merujuk pada kondisi di mana rahim, khususnya leher rahim (serviks), tidak mampu mempertahankan kehamilan hingga cukup bulan. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai insufisiensi serviks

8 Penyebab Kandungan Lemah yang Perlu Diketahui Calon Ibu - Alodokter

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya keguguran atau kelahiran prematur. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab kandungan lemah sehingga komplikasi yang menyertainya bisa diminimalkan. 

Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih memiliki pemahaman keliru tentang penyebab kandungan lemah, apalagi banyaknya mitos yang beredar tanpa dasar ilmiah. Dengan mengetahui penyebab kandungan lemah yang sebenarnya, risiko komplikasi kehamilan bisa lebih diminimalkan.

Penyebab Kandungan Lemah yang Paling Umum

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kandungan lemah selama, antara lain:

1. Kelainan bawaan pada serviks

Beberapa perempuan terlahir dengan serviks yang lebih lemah daripada perempuan lainnya. Kondisi ini biasanya terjadi akibat gangguan pada pembentukan jaringan ikat serviks sejak masa janin. 

Nah, leher rahim yang kurang kuat ini akan membuat kandungan lemah, karena serviks kesulitan untuk menahan tekanan selama kehamilan, sehingga lebih mudah terbuka sebelum waktunya, terutama saat janin mulai membesar.

2. Riwayat operasi pada serviks

Jika Anda sebelumnya pernah menjalani tindakan medis pada serviks, misalnya operasi pengangkatan polip, biopsi serviks, maupun operasi untuk mengatasi lesi prakanker di serviks, ini mungkin yang menjadi penyebab kandungan lemah.

Pasalnya, tindakan operasi yang dilakukan di serviks dapat menyebabkan jaringan serviks menjadi menipis atau kurang elastis. Selain itu, luka bekas operasi kadang juga bisa membuat serviks menjadi kurang kuat dalam menopang berat janin pada kehamilan berikutnya.

3. Cedera pada serviks

Cedera pada serviks dapat terjadi akibat persalinan dengan forceps atau vakum, prosedur kuretase akibat keguguran, atau karena proses persalinan yang berulang. Nah, cedera macam ini dapat merusak jaringan serviks sehingga menjadi lebih lemah dan tidak mampu menutup rapat selama kehamilan.

4. Infeksi pada rahim

Infeksi yang menyerang rahim maupun saluran reproduksi lainnya, seperti infeksi menular seksual, bisa menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan serviks. 

Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa menjadi penyebab kandungan lemah, karena infeksi yang tidak tertangani dapat memperlemah struktur serviks dan meningkatkan risiko pembukaan dini saat kehamilan.

5. Gaya hidup tidak sehat

Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurang asupan nutrisi, serta stres berat diketahui dapat memengaruhi kesehatan dan kekuatan jaringan tubuh, termasuk jaringan serviks. 

Hal ini karena zat-zat kimia dalam rokok atau alkohol dapat merusak jaringan serviks, sehingga serviks menjadi melemah. Selain itu, kurangnya nutrisi, seperti vitamin C dan protein, juga bisa membuat serviks rentan mengalami kerusakan akibat radikal bebas dan menghambat perbaikan dan pembentukan jaringan serviks.

6. Hamil bayi kembar

Kehamilan dengan janin kembar dua atau lebih dapat memberikan tekanan yang lebih besar pada rahim dan serviks. Tekanan ekstra ini bisa menjadi penyebab kandungan lemah, karena bisa mempercepat pembukaan serviks, terutama jika sejak awal memang sudah ada kelemahan pada jaringan serviks.

7. Paparan hormon sintetik dietilstilbestrol (DES)

DES adalah obat hormonal yang digunakan untuk mencegah keguguran. Meski, saat ini penggunaannya sudah dilarang, tetapi wanita yang saat masih janin terpapar DES dari ibunya diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pada serviks, termasuk insufisiensi serviks, akibat perubahan struktur jaringan.

8. Penyakit kronis tertentu

Penyakit, seperti diabetes yang tidak terkontrol, gangguan tiroid, atau sindrom Ehlers-Danlos, dapat memengaruhi pembentukan dan kekuatan jaringan tubuh, termasuk serviks. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa membuat serviks menjadi melemah sehingga meningkatkan risiko terjadinya keguguran atau kelahiran prematur.

Cara Mencegah Kandungan Lemah

Risiko terjadinya kandungan lemah dapat dikurangi dengan melakukan beberapa langkah berikut:

1. Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan

Pemeriksaan kehamilan secara teratur sangat penting, terutama di trimester pertama dan kedua. Dokter dapat memantau panjang serta kekuatan serviks dengan pemeriksaan fisik atau USG transvaginal. Nah, jika terdeteksi ada tanda-tanda kelemahan pada jaringan serviks, dokter bisa memberikan penanganan lebih awal dan memberi saran sesuai dengan penyebab kandungan lemah yang Anda alami.

2. Menghindari prosedur medis pada serviks jika tidak diperlukan

Setiap tindakan medis yang melibatkan leher rahim, seperti kuretase atau biopsi, sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu guna mengurangi risiko cedera pada serviks. Mintalah pertimbangan dokter apakah prosedur tersebut benar-benar penting atau ada alternatif lain yang lebih aman.

3. Menjaga berat badan ideal

Berat badan berlebih (obesitas) merupakan salah satu penyebab kandungan lemah karena dapat memberi tekanan ekstra pada rahim dan serviks. Oleh karena itu, upayakan untuk menjaga berat badan tetap dalam rentang ideal sebelum hamil dan selama kehamilan. 

Caranya, yaitu dengan menjalani pola makan seimbang dan lakukan aktivitas fisik ringan sesuai anjuran dokter. Tak hanya mencegah kandungan lemah, hal ini juga dapat membantu mencegah komplikasi lain, seperti diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi.

4. Istirahat yang cukup dan kelola stres

Kurang tidur dan stres kronis diketahui dapat menyebabkan perubahan hormon yang berdampak pada kesehatan rahim. Oleh karena itu, cukupi waktu tidur dan kelolalah stres, misalnya dengan teknik relaksasi, seperti meditasi, pernapasan dalam, atau berjalan santai. Soalnya, cara ini dapat membantu tubuh memulihkan diri serta memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga rahim dan serviks tetap sehat.

5. Mengonsumsi makanan bergizi

Memenuhi kebutuhan tubuh akan protein, serta vitamin dan mineral, terutama vitamin C, folat, dan zat besi, sangat penting, baik sebelum dan selama masa kehamilan. Soalnya, semua nutrisi tersebut dapat mendukung kekuatan jaringan tubuh, termasuk rahim dan serviks. 

6. Menghindari paparan zat kimia berbahaya

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, paparan zat-zat kimia berbahaya, seperti pestisida, pelarut industri, asap rokok, dan bahan kimia pembersih rumah tangga, merupakan penyebab kandungan lemah karena bisa merusak jaringan serviks. Selain itu, paparan zat-zat tersebut juga bisa mempengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan.

Oleh karena itu, pastikan hindari kontak dengan bahan kimia berbahaya tersebut. Dengan begitu, Anda dan janin pun tetap sehat.

Itulah beberapa penyebab kandungan lemah dan cara mencegahnya. Meski upaya pencegahan dapat menurunkan risiko, tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua kasus kandungan lemah dapat dicegah sepenuhnya. 

Oleh karena itu, penting untuk tetap memantau kehamilan secara rutin dan waspada terhadap perubahan apa pun pada tubuh Anda. Selain itu, jika Anda memiliki riwayat keguguran, kelahiran prematur, atau khawatir dengan kondisi kandungan Anda, jangan ragu untuk chat dokter melalui aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan informasi yang tepat dan cepat sesuai dengan kebutuhan.