Ciri-ciri sakit paru-paru sering kali terabaikan, bahkan dianggap seperti sakit biasa dan bisa sembuh sendiri. Padahal, penyakit paru harus dideteksi sedini mungkin guna mencegahnya makin parah. Meskipun setiap penyakit paru-paru punya gejala yang khas, ada beberapa ciri-ciri yang kerap muncul dan patut diwaspadai.

Ciri-ciri sakit paru-paru umumnya khas dengan masalah pernapasan. Hal ini karena fungsi paru-paru yang terganggu. Kondisi ini bisa dipicu oleh beberapa faktor risiko, seperti paparan asap rokok atau gas beracun, hipertensi, polusi udara, atau infeksi jamur dan bakteri.

9 Ciri-Ciri Sakit Paru-Paru yang Perlu DIwaspadai - Alodokter

 

Meski begitu, paru-paru bermasalah tidak hanya ditandai dengan adanya gangguan napas. Oleh karena itu, penting untuk tahu dan waspada terhadap ciri-ciri sakit paru-paru agar dapat penanganan tepat guna mencegah komplikasi, seperti gagal napas.

Beragam Ciri-Ciri Sakit Paru-Paru

Ciri-ciri sakit paru-paru sebetulnya cukup spesifik tergantung pada penyakit yang mendasarinya, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hipertensi pulmonal, fibrosis paru, pneumonia, atau sarkoidosis paru. Akan tetapi, ada beberapa tanda dan gejala penyakit paru yang perlu diwaspadai, yaitu:

1. Sesak napas

Sesak napas yang menjadi ciri-ciri sakit paru-paru yang pertama. Sesak napas akan ditandai dengan kesulitan bernapas yang diikuti dengan peningkatan frekuensi napas. Kondisi ini termasuk tanda tubuh kekurangan oksigen, sehingga tubuh berusaha mencukupinya dengan bernapas lebih sering dan lebih dalam.

Beberapa penyakit paru–paru yang bisa menyebabkan terjadinya sesak napas aadalah PPOK (penyakit paru obstruksi kronis), pneumonia, dan edem paru (pembengkakan pada paru).

2. Batuk dalam waktu lama

Ciri-ciri sakit paru-paru yang khas adalah batuk dalam waktu yang lama, yaitu lebih dari 8 minggu. Batuk lama bisa juga disertai dengan dahak. Ketika sudah cukup parah, kondisi ini bisa sampai menjadi batuk berdarah. Batuk yang disertai darah umumnya menjadi ciri-ciri tuberkulosis atau TBC.

3. Napas berbunyi (mengi)

Saat sakit paru disebabkan oleh adanya sumbatan atau penyempitan saluran napas, akan muncul ciri-ciri berikutnya, yaitu munculnya “ngik” atau seperti suara siulan saat menarik atau menghembuskan napas. Ciri-ciri sakit paru-paru ini disebut juga dengan mengi, yang termasuk gejala khas asma.

4. Nyeri dada

Nyeri dada sebagai ciri-ciri sakit paru-paru bisa berlangsung lebih dari 1 bulan. Nyeri juga umumnya makin bertambah saat menarik napas atau batuk. Nyeri dada yang muncul bisa terasa tajam menusuk, sesak, atau seperti terbakar. Ciri ini bisa muncul pada beberapa penyakit paru, seperti asma, pneumonia, pleuritis, atau emboli paru.

5. Ujung jari cembung

Ciri-ciri sakit paru-paru berikutnya adalah ujung jari tangan atau kaki yang tampak cembung. Hal ini terjadi ketika jumlah jaringan di bawah alas kuku bertambah hingga menggembung. Jari cembung sering muncul saat ada masalah paru-paru, seperti abses paru, fibrosis paru, atau kanker paru-paru.

Namun, ujung jari cembung tidak termasuk ciri-ciri khas sakit paru-paru karena asma dan pneumonia.

6. Kulit tampak membiru

Ketika tubuh kekurangan oksigen akibat fungsi paru-paru yang memburuk, muncul gejala kulit membiru (sianosis). Selain kulit, bagian tubuh lain seperti bibir, gusi, lidah, dan kuku jari juga bisa tampak membiru.

Sianosis termasuk ciri-ciri sakit paru-paru yang sudah cukup parah. Kondisi ini juga disertai dengan gejala penyakit paru lain, seperti mengi, sesak napas, batuk, dan tubuh lemah.

7. Sleep apnea

Sakit paru juga bisa ditandai dengan adanya gangguan tidur sleep apnea. Kondisi ini terjadi akibat otot-otot di saluran pernapasan kolaps sehingga tubuh kurang oksigen. Akibatnya, penderitanya bisa tiba-tiba berhenti bernapas saat tidur.

Sleep apnea biasanya merupakan ciri-ciri sakit paru-paru akibat asma, sarkoidosis paru, PPOK, atau interstitial lung disease (ILD).

8. Lebih mudah lelah

Meski sering dikaitkan sebagai gejala anemia, mudah lelah juga termasuk ciri-ciri sakit paru-paru. Bahkan, ciri ini sering kali terabaikan untuk diperiksakan. Kondisi tubuh yang mudah lelah akibat sakit paru-paru tidak membaik setelah istirahat atau tidur. Hal ini karena fungsi paru yang melemah membuat tubuh kekurangan oksigen dan tidak berenergi.

Selain itu, penderita penyakit paru umumnya perlu membatasi aktivitas fisik karena susah bernapas normal. Akibatnya, tubuh jadi lebih mudah lelah. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kurangnya istirahat akibat gangguan tidur insomnia atau sleep apnea.

9. Berat badan turun drastis

Penurunan berat badan secara drastis termasuk ciri-ciri sakit paru-paru yang kondisinya cukup parah. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya, volume paru yang membesar dan mengurangi jaraknya dengan lambung. Akibatnya, paru dan lambung saling mendesak dan membuat rasa tidak nyaman saat makan sehingga penderitanya malas untuk makan.

Masalah pernapasan yang menyertai, seperti sesak napas atau nyeri dada, juga bisa membuat penderitanya merasa terlalu lelah untuk memasak atau makan sehat dengan porsi yang cukup. Selain itu, ada kalanya sakit paru-paru mengganggu kesehatan mental yang menurunkan nafsu makan. Akibatnya, berat badan jadi turun drastis.

Bila Anda mengalami ciri-ciri sakit paru-paru di atas, segera periksa ke dokter. Makin cepat dipastikan penyebabnya, penanganan yang tepat bisa diberikan sesegera mungkin. Jadi, kondisi penyakit paru yang lebih parah atau berbahaya bisa dicegah.