Aclam adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, termasuk pada saluran pernapasan, telinga, saluran kemih, kulit, dan jaringan lunak. Obat ini tidak efektif untuk infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti flu, pilek, atau batuk biasa.
Aclam mengandung amoxicillin dan asam klavulanat yang bekerja bersama melawan bakteri penyebab infeksi. Amoxicillin menghentikan pertumbuhan bakteri, sedangkan asam klavulanat menangani bakteri yang kebal antibiotik penisilin. Kombinasi ini membuat pengobatan lebih efektif daripada hanya menggunakan amoxicillin.

Aclam tersedia dalam bentuk sirop kering yang mudah untuk dikonsumsi oleh pasien. Penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dokter untuk mengoptimalkan efektivitas dan mencegah resistensi bakteri.
Apa Itu Aclam
| Bahan Aktif | 125 mg amoxicillin dan 31,25 mg asam klavulanat per 5 ml |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antibiotik |
| Manfaat | Mengobati infeksi bakteri |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Aclam untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Jika Anda sedang hamil, konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini. | |
| Aclam untuk ibu menyusui | Kandungan amoxicillin dan asam klavulanat dalam Aclam dapat terserap ke dalam ASI dalam jumlah kecil dan kemungkinan tidak menyebabkan efek samping pada bayi. |
| Bila Anda sedang menyusui, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. | |
| Bentuk obat | Sirop kering |
Peringatan sebelum Menggunakan Aclam
Sebelum mulai mengonsumsi Aclam, ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui. Memahami informasi ini akan membantu pengobatan berjalan lebih aman dan efektif:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Aclam tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap amoxicillin dan asam klavulanat. Jika Anda pernah mengalami reaksi alergi serius akibat obat apa pun, sampaikan juga hal tersebut kepada dokter.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami penyakit tertentu, seperti penyakit liver, ginjal, jantung, demam kelenjar, atau sedang menjalani cuci darah.
- Informasikan kepada dokter mengenai semua obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang digunakan untuk menghindari interaksi obat.
- Bicarakan dengan dokter jika Anda berencana melakukan atau baru menjalani imunisasi dengan vaksin bakteri hidup, seperti vaksin tifoid.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Aclam, jika Anda berencana untuk menjalani tindakan medis apa pun, termasuk operasi gigi.
- Pastikan Anda memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan pil KB sebagai alat kontrasepsi.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi Aclam. Obat ini dapat menyebabkan pusing. Pastikan Anda benar-benar prima sebelum kembali beraktivitas.
- Segera hubungi dokter jika muncul reaksi alergi atau efek samping serius setelah menggunakan Aclam.
Dosis dan Aturan Pakai Aclam
Dosis Aclam tidak sama untuk setiap orang. Hal ini tergantung pada beberapa faktor, seperti usia, berat badan, jenis infeksi yang dialami dan tingkat keparahan infeksi. Berikut dosis umum penggunaan Aclam sirop kering:
Kondisi: Infeksi bakteri dengan gejala ringan
Dewasa
- 125–250 mg amoxicillin + 31,25–62,5 mg asam klavulanat per 5 mL, 3 kali sehari
Anak dengan berat badan <40 kg
- Dosis rata-rata: 20-25 mg/kgBB/hari, 2-3 kali sehari
Kondisi: Infeksi bakteri serius
Dewasa
- 125–250 mg amoxicillin + 31,25–62,5 mg klavulanat per 5 mL, 3 kali sehari
Anak dengan berat badan <40 kg:
- Dosis umumnya: 40-45 mg/kgBB/hari, 2-3 kali sehari
Kondisi: Infeksi otitis media atau sinusitis
- Ikuti secara ketat perhitungan dosis dari dokter yang biasanya disesuaikan berdasarkan berat badan (pada anak) atau tingkat keparahan (pada dewasa)
- Penggunaan pada bayi di bawah usia 3 bulan sepenuhnya harus sesuai resep dan pengawasan ketat dokter spesialis anak
Jika infeksi tidak menunjukkan perbaikan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Cara Menggunakan Aclam dengan Benar
Gunakan Aclam sesuai anjuran dokter dan aturan pakai pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Tidak hanya dosis, cara minum Aclam yang tepat juga berdampak pada efektivitas obat. Agar hasil pengobatan optimal, perhatikan panduan berikut:
- Larutkan Aclam sediaan sirop kering dengan air sesuai petunjuk pada botol.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Aclam, segera minum begitu teringat. Namun, bila sudah mendekati jadwal dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Lakukan kontrol ulang ke dokter sesuai jadwal untuk memantau kondisi dan respons terapi. Jika digunakan dalam jangka panjang, dokter mungkin akan memeriksa fungsi hati atau ginjal Anda.
- Jangan gunakan obat yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Aclam sirop kering sebaiknya tidak digunakan lebih dari 7 hari setelah dilarutkan atau setelah kemasan dibuka.
- Simpan Aclam di tempat sejuk dan kering pada suhu ruangan, jauh dari sinar matahari langsung, serta hindarkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Aclam dengan Obat Lain
Mengonsumsi Aclam bersamaan dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerjanya atau meningkatkan risiko efek samping. Beberapa interaksi obat yang perlu diwaspadai meliputi:
- Penurunan efektivitas Aclam jika digunakan bersama kontrasepsi hormonal oral (pil KB)
- Peningkatan risiko terjadinya iritasi atau perdarahan saluran cerna jika digunakan bersama obat antikoagulan, seperti warfarin
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping jika digunakan bersama obat probenesid atau allopurinol
Untuk menghindari efek samping atau iritasi yang tidak diinginkan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan Aclam bersamaan dengan obat atau produk kesehatan lainnya.
Efek Samping dan Bahaya Aclam
Secara umum, Aclam aman digunakan jika sesuai dosis dan aturan dokter. Namun, segera hubungi dokter jika muncul efek samping serius, seperti:
- Mual, muntah, atau diare
- Nyeri perut atau kembung
- Sariawan atau infeksi jamur di mulut
- Ruam ringan
Hentikan pemakaian dan segera konsultasi ke dokter. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter atau buat janji konsultasi di rumah sakit.
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami efek samping yang lebih serius, seperti:
- Reaksi alergi berat, seperti ruam luas, wajah bengkak, dan sesak napas
- Diare berat atau berdarah
- Gangguan fungsi hati, seperti kulit atau mata menjadi kuning
- Penurunan jumlah sel darah putih
- Gangguan ginjal