Meski lebih sering dialami oleh orang lansia, siapa sangka kalau Alzheimer juga bisa terjadi pada usia muda. Munculnya Alzheimer pada usia muda tidak boleh disepelekan karena bisa memperburuk kualitas hidup penderitanya, baik itu dalam hubungan sosial maupun pekerjaan.

Alzheimer adalah gangguan otak progresif yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan perubahan perilaku. Alzheimer biasanya lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 65 tahun. Namun, Alzheimer juga bisa terjadi pada orang dengan usia 40–60 tahun, bahkan ada juga yang berusia 30 tahun.

Alzheimer pada Usia Muda Mungkin Terjadi, Perhatikan Tanda-Tandanya - Alodokter

Penyebab dan Faktor Risiko Alzheimer pada Usia Muda

Penyebab terjadinya Alzheimer pada usia muda sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa ahli medis menduga kondisi ini disebabkan oleh penumpukan protein bernama amiloid di otak. Kondisi ini bisa memengaruhi cara berpikir dan kemudian mengarah menjadi Alzheimer.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya Alzheimer pada usia muda adalah:

1. Genetik

Orang yang mengalami Alzheimer di usia muda biasanya juga memiliki orang tua dengan Alzheimer. Hal ini karena mutasi genetik dari orangtua pengidap Alzheimer bisa diwariskan kepada keturunannya.

2. Down syndrome

Orang yang mengidap down syndrome (trisomi 21) juga berisiko mengalami Alzheimer pada usia muda. Hal ini berkaitan dengan gen pada kromosom 21 yang juga terlibat dalam produksi protein beta amiloid di otak.

3. Gangguan kognitif ringan

Gangguan kognitif ringan adalah penurunan dalam daya ingat dan kemampuan berpikir jika dibandingkan dengan kognitif orang sebayanya. Namun, gangguan ini tidak akan mengganggu fungsi seseorang dalam kehidupan sosial maupun pekerjaan.

Orang yang menderita gangguan kognitif ringan akan memiliki risiko tinggi untuk terkena Alzheimer yang berujung pada demensia.

4. Gaya hidup

Gaya hidup dan kondisi yang berisiko tinggi menyebabkan penyakit jantung, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol, terbukti menyebabkan seseorang berisiko lebih tinggi untuk terkena Alzheimer. Oleh karena itu, mengganti gaya hidup, misalnya dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga rutin, juga dapat menurunkan risiko terjadinya Alzheimer.

Mengenali Tanda-Tanda Alzheimer pada Usia Muda

Lalu, bagaimana cara mengetahui Anda terkena penyakit Alzheimer secara dini? Gejala awal yang biasanya muncul adalah terjadinya kebingungan dan penurunan kemampuan mengingat.

Berikut adalah beberapa tanda Alzheimer pada usia muda:

1. Hilang ingatan

Penderita Alzheimer tahap awal akan lebih sering lupa. Kemungkinan ia tidak dapat mengingat jadwal penting atau tanggal-tanggal yang sebelumnya tidak pernah Anda lupakan. Hilangnya ingatan ini akan terasa mengganggu aktivitas sehari-hari.

2. Sulit menemukan kata-kata yang tepat

Tanda Alzheimer pada usia muda juga bisa dilihat dari cara berbicara seseorang. Penderita Alzheimer dapat mengalami kesulitan saat mencari kata-kata yang tepat ketika sedang berbicara seperti biasanya.

3. Sulit mengingat waktu dan tempat, serta sulit membuat keputusan

Penderita Alzheimer pada usia muda juga mungkin akan kesulitan mengingat tempat. Ia akan bingung dan merasa tidak mengerti alasan berada di tempat tersebut.

4. Sulit melakukan pekerjaan atau tugas rutin

Penderita Alzheimer juga bisa merasakan kesulitan dalam melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan sehari-hari. Misalnya, ia akan merasa kesulitan menggunakan mobil, padahal sebelumnya ia menggunakan mobil setiap hari.

5. Mengalami perubahan suasana hati

Perubahan mood yang terjadi pada penderita Alzheimer usia muda bisa berupa takut, gelisah, bingung, bahkan depresi. Perubahan suasana hati ini bisa terjadi secara ekstrem dan mungkin mengubah perilaku seseorang.

Menyikapi Alzheimer yang Muncul di Usia Muda

Mengalami Alzheimer pada usia muda dapat menimbulkan tantangan, terutama jika penderita masih dalam usia produktif. Jika mengalami gejala Alzheimer pada usia muda, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan, seperti:

  • Donepezil
  • Rivastigmine
  • Galantamine
  • Memantine

Tujuan pengobatan ini adalah untuk membantu Anda mempertahankan fungsi mental, mengendalikan perilaku, dan memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer yang diderita.

Setelah melakukan pengobatan, ada beberapa hal penting juga yang perlu Anda lakukan dalam menyikapi Alzheimer pada usia muda, di antaranya adalah:

  • Cari tahu tentang kemungkinan pindah ke posisi pekerjaan yang lebih sesuai dengan keterbatasan Anda.
  • Pertimbangkan untuk mengurangi beban kerja atau mengurangi jam kerja jika Anda merasa bahwa pekerjaan sudah terlalu berat.
  • Bicarakan kondisi Anda pada pasangan. Jangan ragu untuk meminta bantuannya bila diperlukan.
  • Tetap lakukan berbagai kegiatan dengan pasangan, sesuai kemampuan. Temukan dan nikmati juga kegiatan baru dengan pasangan agar Anda tetap bersemangat.
  • Bicarakan juga kondisi Alzheimer kepada anak agar ia mengerti keadaan orang tuanya.
  • Tetap melakukan aktivitas bersama anak dan keluarga.

Meski Alzheimer tidak bisa dicegah sepenuhnya, setidaknya ada beberapa langkah yang dapat mengurangi risiko Alzheimer pada usia muda, seperti rutin berolahraga, konsumsi makanan sehat, mengelola tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi dengan baik, serta berhenti merokok.

Alzheimer pada usia muda mungkin untuk terjadi. Jika Anda mulai mengalami tanda-tanda penyakit ini, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi Anda. Bila cepat ditangani, Alzheimer dapat dicegah untuk berkembang lebih lanjut.