Badan meriang dan pegal linu kerap dialami banyak orang, terutama saat tubuh kelelahan atau baru pulih dari infeksi ringan. Meski umumnya tidak berbahaya, badan meriang dan pegal linu tidak boleh diabaikan, terutama bila berkepanjangan atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.

Meriang merupakan istilah yang sering digunakan masyarakat Indonesia untuk menggambarkan kondisi badan terasa agak panas tetapi dingin. Sementara itu, pegal linu merujuk pada rasa nyeri, ngilu, atau kaku di otot dan persendian yang membuat sekujur tubuh menjadi tidak nyaman. 

Badan Meriang dan Pegal Linu, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Kedua keluhan ini sering kali muncul bersamaan dan biasanya tidak berbahaya serta bisa membaik dengan sendirinya. Namun, badan meriang dan pegal linu sering kali membuat aktivitas harian terasa lebih berat.

Penyebab Badan Meriang dan Pegal Linu

Badan meriang dan pegal linu bisa disebabkan berbagai faktor, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga penyakit tertentu. Berikut beberapa pemicu yang umum terjadi:

1. Kelelahan

Ketika tubuh dipaksa bekerja terlalu keras, baik olahraga berat, pekerjaan fisik, atau begadang, otot-otot tubuh akan mengalami kelelahan. Nah, proses pemulihan otot-otot inilah yang kemudian memicu timbulnya pegal linu. 

Selain itu, beban aktivitas yang tinggi juga bisa membuat keseimbangan suhu tubuh terganggu, sehingga Anda bisa merasakan meriang.

2. Kurang tidur

Kurang tidur juga bisa menyebabkan badan meriang dan pegal linu. Pasalnya, kurang tidur dapat membuat sistem imun dan metabolisme tubuh menurun. Akibatnya, otot-otot tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup untuk pulih, sehingga timbul rasa pegal di sekujur tubuh. 

Selain itu, kurang tidur juga membuat Anda lebih sensitif terhadap perubahan suhu, sehingga mudah merasa kedinginan atau “masuk angin”, meski lingkungan sekitar tidak terlalu dingin.

3. Olahraga atau aktivitas fisik berlebihan 

Melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang berlebihan bisa memicu badan meriang dan pegal linu. Hal ini bisa terjadi karena ketika otot bekerja terlalu keras tanpa pemanasan atau peregangan yang cukup, akan terjadi penumpukan asam laktat dan cedera pada jaringan otot. 

Akibatnya, tubuh menjadi terasa pegal dan terkadang suhu tubuh juga bisa terasa tidak stabil, terutama bila dilakukan dalam kondisi cuaca panas atau lembap.

4. Infeksi virus atau bakteri

Penyakit infeksi, seperti flu, infeksi saluran pernapasan, demam berdarah, atau chikungunya, biasanya akan diawali dengan gejala berupa badan meriang dan pegal linu. Keluhan ini bisa terjadi karena ketika tubuh melawan infeksi, sistem imun akan mengaktifkan respons peradangan yang memicu demam, menggigil, nyeri otot, dan rasa tidak nyaman di seluruh badan. 

Pada beberapa penyakit, seperti demam berdarah dan chikungunya, keluhan pegal linu bahkan dapat terasa sangat berat dan kadang berlangsung lebih lama.

5. Dehidrasi

Penyebab badan meriang dan pegal linu selanjutnya adalah dehidrasi. Pasalnya, ketika tubuh kekurangan cairan, aliran darah ke otot dan jaringan tubuh lain akan menurun. Akibatnya, otot kelelahan, terasa kaku, dan rentan mengalami kram.

Selain itu, dehidrasi juga dapat menurunkan suhu inti tubuh secara tidak stabil sehingga membuat Anda mudah merasa meriang, lemas, dan sulit berkonsentrasi.

6. Kondisi medis lain

Beberapa penyakit kronis, misalnya rematik, kerap menyebabkan badan meriang dan pegal linu yang lama membaik. Keluhan ini bisa terjadi karena sistem imun yang terus aktif melawan peradangan pada kondisi ini bisa memunculkan gejala mirip flu secara berkala, seperti rasa panas-dingin, nyeri sendi, dan otot yang terasa berat dan kaku.

7. Efek samping obat-obatan

Tidak jarang obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, obat penurun tekanan darah, atau obat kemoterapi, juga dapat menimbulkan efek samping berupa badan meriang dan pegal linu. Keluhan ini biasanya akan mereda dengan penghentian obat. Namun, sebelum menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut, pastikan untuk selalu berkonsultasi ke dokter bila keluhan mengganggu.

Cara Mengatasi Badan Meriang dan Pegal Linu 

Sebagian besar kasus badan meriang dan pegal linu biasanya dapat membaik dengan melakukan beberapa perawatan mandiri di rumah. Berikut beberapa caranya:

1. Istirahat yang cukup

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi badan meriang dan pegal linu adalah dengan istirahat yang cukup, misalnya dengan menghindari aktivitas berat sementara waktu dan tidur yang cukup, setidaknya 7–9 jam tiap malam. 

Pasalnya, dengan istirahat yang cukup, hal itu dapat membantu otot dan sistem imun bekerja optimal dalam memperbaiki diri. Dengan begitu, keluhan badan meriang dan pegal linu dapat mereda.

2. Perbanyak asupan cairan

Minum air putih, setidaknya 2 liter atau 8 gelas per hari, juga dapat membantu mengatasi badan meriang dan pegal linu. Pasalnya, mengonsumsi air putih yang cukup dapat menetralkan peningkatan suhu tubuh, meredakan peradangan, dan membantu aliran nutrisi ke otot, sehingga keluhan meriang dan pegal linu teratasi.

Tak hanya mengatasi badan meriang dan pegal linu, mencukupi asupan cairan juga baik untuk membantu menjaga sirkulasi darah dan mempercepat proses detoksifikasi dari sisa-sisa metabolisme yang dapat menumpuk saat sakit.

3. Kompres hangat

Mengompres bagian tubuh yang terasa pegal dengan handuk atau kain yang telah direndam dalam air hangat juga bisa mengatasi badan meriang dan pegal linu. 

Hal ini karena rasa hangat yang digunakan untuk mengompres dapat membantu melancarkan aliran darah di area tersebut, merilekskan otot yang tegang, serta merangsang penurunan suhu tubuh. Dengan begitu, badan meriang dan pegal linu pun berangsur-angsur akan pulih.

Agar manfaatnya dalam mengatasi badan meriang dan pegal linu, kompres dapat dilakukan beberapa kali sehari, selama 10–15 menit setiap kali.

4. Pijat area badan yang terasa pegal linu 

Memberikan pijatan lembut di area badan yang terasa pegal selama beberapa menit juga dapat membantu melancarkan aliran darah, meredakan ketegangan otot, dan membuat tubuh lebih rileks sehingga badan meriang dan pegal linu berkurang. 

Sambil melakukan pijatan, Anda juga bisa mengoleskan losion yang dicampur dengan minyak atsiri ke area badan yang terasa meriang dan pegal linu. Soalnya, minyak tersebut diketahui memiliki sifat antinyeri yang ampuh menghilangkan pegal-pegal di badan.

5. Coba kerokan 

Kerokan adalah salah satu cara tradisional yang sering dilakukan masyarakat Indonesia untuk mengatasi badan meriang dan pegal linu. Pasalnya, gesekan pada permukaan kulit dengan minyak dan alat khusus, diyakini bisa membantu melancarkan aliran darah dan memberikan sensasi hangat pada tubuh. 

Namun, pastikan cara ini dilakukan dengan hati-hati agar kulit tidak iritasi atau terluka. Jika Anda memiliki riwayat gangguan perdarahan atau kulit sensitif, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter sebelum melakukan kerokan

6. Konsumsi obat pereda nyeri 

Jika keluhan badan meriang dan pegal linu sangat mengganggu dan tidak membaik dengan beberapa cara di atas, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Obat ini bekerja dengan cara menekan produksi zat pemicu badan meriang dan pegal linu, yaitu prostaglandin.

Paracetamol dan ibuprofen merupakan jenis obat pereda nyeri yang dapat dibeli bebas di apotek. Meski begitu, pastikan Anda mengonsumsinya sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan. Selain itu, jika Anda memiliki penyakit kronis atau sedang dalam pengobatan tertentu, konsultasikan dulu ke dokter sebelum minum obat pereda nyeri.

7. Jaga asupan makanan dan kebersihan tubuh

Pilih makanan yang bergizi seimbang dengan cukup protein, vitamin, dan mineral, seperti buah-buahan, sayuran, telur, ikan, atau daging tanpa lemak, agar proses pemulihan berjalan cepat. Selain itu, rajinlah mandi dan menjaga kebersihan tangan untuk mencegah infeksi tambahan di tubuh dan memperparah keluhan badan meriang dan pegal linu.

Sebagian besar kasus badan meriang dan pegal linu memang tidak berbahaya dan dapat membaik dengan melakukan beberapa perawatan mandiri di atas. Namun, jika setelah 2–3 hari melakukan perawatan di atas, tetapi keluhan tidak kunjung membaik atau badan meriang dan pegal linu disertai dengan gejala lain seperti:

  • Demam tinggi dan nyeri hebat di tubuh
  • Muntah
  • Diare terus-menerus
  • Ruam kulit
  • Badan mendadak sangat lemah dan kesadaran menurun
  • Sulit bernapas

Segera periksakan diri ke dokter. Dengan begitu, dokter dapat memastikan penyebab badan meriang dan pegal linu serta memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda. Selain itu, Anda juga sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes, gangguan imun, atau hipertensi, sehingga risiko terjadinya komplikasi berbahaya bisa dicegah.