Batagor merupakan camilan yang mengenyangkan karena terbuat dari adonan ikan dan dipadukan dengan bumbu kacang. Namun, di balik kelezatannya, penting untuk mengenali kandungan gizi serta cara sehat mengonsumsinya supaya batagor tetap bermanfaat untuk tubuh. 

Batagor adalah camilan tradisional yang dicintai banyak masyarakat karena mudah ditemukan, praktis, dan ramah di kantong. Sayangnya, proses memasak yang digoreng dengan minyak banyak serta penggunaan saus kacang yang tinggi kalori bisa menjadi jebakan untuk kesehatan tubuh, jika dikonsumsi terlalu sering.

Batagor, Ketahui Gizi yang Terkandung serta Cara Sehat Menikmatinya - Alodokter

Oleh karena itu, mari kenali lebih jauh kandungan nutrisi batagor, risiko bila dikonsumsi terlalu banyak, serta tips agar tetap bisa menikmatinya dengan cara yang lebih sehat.

Kandungan Gizi Batagor 

Batagor memiliki kandungan gizi yang bervariasi, tergantung resep dan cara pembuatannya. Akan tetapi, umumnya dalam satu porsi (100 gram) batagor mengandung sekitar 250–300 kalori yang sebagian besar berasal dari tepung dan proses penggorengan. 

Tepung tapioka atau terigu dalam batagor juga menyumbang karbohidrat dalam hidangan ini, yakni sebanyak 20–25 gram. Di samping itu, ada juga protein dari ikan yang berkisar 8–10 gram, serta lemak sebanyak 15–20 gram dari minyak goreng yang digunakan ketika memasak.

Tahu sebagai pelengkap batagor turut menyumbang nutrisi penting, seperti protein, kalsium, dan fosfor. Berkat tambahan tahu, hidangan ini juga mengandung serat walaupun relatif rendah, yakni sekitar 1–2 gram per porsi batagor.

Meski kandungan gizinya tampak menjanjikan, perlu diperhatikan bahwa kadar garam dalam batagor cukup tinggi, sekitar 300–500 mg, tergantung banyaknya bumbu dan saus yang digunakan. Selain itu, batagor mengandung kolesterol sekitar 30–50 mg, yang sebagian besar diperoleh dari minyak goreng. 

Risiko Mengonsumsi Batagor Berlebihan

Meskipun batagor enak dan mengenyangkan, konsumsi berlebihan sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan berikut ini:

1. Obesitas

Batagor mengandung kalori, lemak, dan karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga jika dikonsumsi terlalu sering dapat meningkatkan berat badan dengan cepat. Risiko obesitas ini juga berdampak pada munculnya penyakit lain, seperti diabetes dan penyakit jantung.

2. Kolesterol tinggi

Banyaknya minyak goreng dan penggunaan saus kacang yang berlemak dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Kadar kolesterol yang tinggi bisa memicu penyumbatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung.

3. Tekanan darah tinggi

Kandungan natrium (garam) pada batagor dan bumbu pelengkapnya bisa menaikkan tekanan darah, terutama bagi yang sensitif terhadap garam. Jika dibiarkan, tekanan darah tinggi berbahaya untuk kesehatan jantung dan ginjal.

4. Gangguan pencernaan

Konsumsi saus kacang yang pedas dan berminyak secara berlebihan dapat memicu masalah pencernaan, seperti sakit perut, maag, atau diare. Penggunaan minyak berulang saat menggoreng juga membuat batagor sulit dicerna oleh lambung.

5. Terpapar bahan kimia berbahaya

Batagor yang digoreng dengan minyak bekas atau pada suhu sangat tinggi berisiko mengandung senyawa berbahaya, seperti akrilamida. Zat ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika masuk ke tubuh dalam jumlah banyak atau secara terus-menerus.

Tips Menyantap Batagor agar Tetap Sehat

Agar tetap bisa menikmati batagor tanpa mengkhawatirkan risiko kesehatan, berikut beberapa tips sederhana yang bisa Anda lakukan:

  • Pilih batagor yang digoreng dengan minyak baru.
  • Kurangi penggunaan saus dan bumbu.
  • Tambahkan sayuran segar sebagai pelengkap.
  • Batasi porsi batagor, jangan berlebihan. 
  • Buat batagor sendiri di rumah dengan bahan yang lebih sehat dan minyak goreng yang bersih.

Batagor memang nikmat dan aman untuk tubuh jika dikonsumsi dalam porsi wajar. Namun, jika Anda memiliki riwayat kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, atau sedang menjalani diet tertentu, sebaiknya pertimbangkan camilan sehat lainnya, seperti buah-buahan atau kacang-kacangan daripada batagor ya. 

Nah, apabila Anda mengalami keluhan setelah makan batagor, seperti sakit perut atau diare, jangan ragu untuk Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER supaya mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.