Obesitas dapat terjadi ketika kita sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalori, dengan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang sesuai. Kebutuhan rata-rata kalori bagi wanita dewasa yang aktif secara fisik per hari adalah sekitar 2000, sedangkan bagi pria dewasa yang juga aktif secara fisik adalah 2500 kalori.

Masalah berat badan berlebih atau obesitas timbul saat kita mengonsumsi makanan dengan kadar kalori dan lemak melebihi dari jumlah yang dibutuhkan. Kalori yang tidak berubah menjadi energi dan tidak terpakai tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak dalam tubuh. Seiring waktu, penumpukan lemak ini menambah berat badan yang mengarah pada berat badan berlebih hingga obesitas.

Selain pola makan yang tidak sehat serta tubuh yang kurang aktif bergerak, obesitas juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor lainnya, seperti:

  • Keturunan atau genetik. Faktor ini dapat berpengaruh pada jumlah lemak yang diserap tubuh atau digunakan sebagai energi. Contoh masalah genetik yang langka adalah sindrom Prader-Willi.
  • Efek samping obat-obatan. Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan adalah antidepresan, antipsikotik, antikonvulsan, kortikosteroid, obat diabetes, dan obat penghambat beta.
  • Kehamilan. Saat hamil, wanita akan membutuhkan banyak asupan nutrisi dari makanan. Namun tidak sedikit pula dari mereka yang mengalami kesulitan untuk menurunkan berat badannya kembali setelah melahirkan.
  • Kurang tidur. Perubahan hormon yang terjadi ketika kita kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan. Hal ini dapat mengarah kepada obesitas.
  • Pertambahan usia. Makin tua usia kita, maka makin besar pula risiko bertambahnya berat badan. Hal ini diakibatkan oleh metabolisme tubuh yang menurun dan massa otot yang berkurang.
  • Penyakit atau masalah medis tertentu. Contohnya adalah sindrom Cushing dan hormon tiroid yang kurang dalam tubuh (hipotiroidisme ).