Obesitas dapat terjadi ketika kita sering mengonsumsi makanan tinggi kalori dengan tidak diimbangi oleh pergerakan fisik yang sesuai. Ketika energi yang dihasilkan dari pembakaran kalori tersebut tidak terpakai, maka tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak. Seiring waktu, lemak ini akan terus bertumpuk dan terjadilah obesitas.

Kebutuhan rata-rata kalori bagi wanita dewasa yang aktif secara fisik per hari adalah sekitar 2000, sedangkan bagi pria dewasa yang juga aktif secara fisik adalah 2500. Namun yang menjadi masalah adalah kebanyakan dari kita jarang bergerak. Entah disebabkan oleh pekerjaan yang mengikat (misalnya diharuskan untuk duduk di depan komputer sepanjang hari) atau karena kita lebih suka mengisi waktu luang dengan bersantai, menonton tv, bermain video game, atau tidur.

Pada nyatanya faktor pekerjaan tidak boleh dijadikan alasan karena kita masih bisa memanfaatkan waktu luang setidaknya setengah jam tiap hari untuk berolahraga, seperti halnya berjalan cepat di pagi/sore hari, bersepeda, atau melakukan senam aerobik. Namun sering kali hal positif ini tidak kita lakukan, apalagi kekurangaktifan fisik ini diperparah juga oleh kebiasaan kita menyantap makanan dalam jumlah besar, kesukaan mengonsumsi makanan siap saji, mengonsumsi minuman manis, atau bahkan mengonsumsi minuman beralkohol.

Selain pola makan yang tidak sehat dan badan yang kurang aktif bergerak, obesitas juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor lainnya, seperti:

  • Keturunan atau genetik yang diwariskan dari orang tua.
  • Efek samping obat-obatan. Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan adalah antidepresan, antipsikotik, antiepilepsi, steroid, obat diabetes, dan obat penghambat beta.
  • Kehamilan. Saat hamil, wanita akan membutuhkan banyak asupan nutrisi dari makanan. Namun tidak sedikit pula dari mereka yang mengalami kesulitan untuk menguruskan kembali tubuhnya setelah melahirkan.
  • Kurang tidur. Perubahan hormon yang terjadi ketika kita kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan. Hal ini dapat mengarah kepada obesitas.
  • Pertambahan usia. Makin tua usia kita, maka makin besar pula risiko bertambahnya berat badan. Hal ini diakibatkan oleh metabolisme tubuh yang menurun dan massa otot yang berkurang.
  • Pola makan dan gaya hidup.

Ada beberapa jenis penyakit yang dampaknya bisa menyebabkan kenaikan berat badan, di antaranya:

  • Sindrom Prader-Willi. Seseorang yang lahir dengan gangguan genetik ini akan memiliki nafsu makan yang ekstre
  • Arthritis. Seseorang yang mengalami radang sendi biasanya akan sulit bergerak.Kondisi ini menjadikan aktivitas terbatas sehingga rentan mengalami kenaikan berat badan.
  • Sindrom Cushing. Penderita kondisi ini memiliki kadar hormon kortisol yang sangat tinggi di dalam tubuhnya. Kortisol adalah salah satu hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan.
  • Sindrom ovarium polikistik. Kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan hormon-hormon di dalam sistem reproduksi wanita.
  • Hipotiroidisme. Ini merupakan gangguan kelenjar tiroid yang bisa menyebabkan produksi hormon-hormon penting menjadi kurang atau bahkan terhenti.