Cara utama untuk mengetahui seseorang mengalami obesitas atau tidak adalah melalui pengukuran indeks massa tubuh (IMT) dengan membandingkan berat badan dan tinggi badan. Angka atau hasil perhitungan yang biasanya dijadikan dokter sebagai patokan berkondisi obesitas adalah 30 ke atas.

Selain dengan menghitung IMT, dokter juga mungkin akan menghitung perbandingan lingkar pinggul dan pinggang, mengukur ketebalan lipatan kulit, serta melakukan pemindaian dengan USG, CT scan dan MRI guna mengetahui kadar lemak dan distribusinya di dalam tubuh.

Hasil dari perhitungan lingkar pinggang dapat dijadikan dokter sebagai acuan apakah pasien berisiko terkena penyakit yang berkaitan dengan obesitas, seperti gangguan jantung dan diabetes. Risiko terkena penyakit tersebut akan meningkat jika pasien berjenis kelamin pria dan memiliki lingkar perut lebih dari 102 cm atau wanita dengan lingkar perut lebih dari 80 cm.

Dokter mungkin akan menawarkan pemeriksaan lanjutan lain, seperti tes darah (meliputi pemeriksaan kadar gula, kadar kolesterol, fungsi tiroid, dan fungsi hati) dan pemeriksaan jantung melalui elektrokardiogram untuk mengetahui tingkat risiko terkena penyakit terkait obesitas.