Menurunkan berat badan ke ukuran yang aman bagi kesehatan adalah tujuan utama pengobatan obesitas.  Jika Anda menderita obesitas, disarankan untuk memangkas 600 asupan kalori per hari secara konstan agar bisa menurunkan berat badan secara aman. Penurunan berat badan yang aman bagi penderita obesitas adalah sekitar setengah kilogram sampai satu kilogram per minggu. Artinya, jika Anda seorang pria yang menderita obesitas, maka total asupan kalori per hari tidak boleh lebih dari 1900 kalori. Sedangkan jika Anda adalah seorang wanita penderita obesitas, maka asupan kalori per hari tidak boleh melebihi 1400.

Hindari makanan dan minuman yang mengandung lemak serta gula yang tinggi. Selain itu, hindari mengonsumsi minuman beralkohol. Disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan berserat tinggi, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Jenis makanan sehat lainnya adalah nasi merah, telur, daging rendah lemak, kacang-kacangan, ikan, kentang, dan roti gandum.

Jika Anda hendak membeli produk makanan atau minuman kemasan yang dijual di pasaran, perhatikan selalu kadar kalori yang tertera pada label produk. Hindari mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung garam karena dapat menyebabkan hipertensi.

Selain menerapkan kebiasaan makan sehat, hal lain yang juga harus Anda terapkan untuk mengatasi obesitas adalah dengan berolahraga secara rutin. Disarankan untuk melakukan olahraga selama dua setengah jam sampai lima jam per minggu. Contoh-contoh olahraga yang mudah dilakukan adalah berjalan santai di pagi atau sore hari, lari pagi, berenang, bermain bulutangkis, atau bersepeda santai.

Untuk mendukung keberhasilan Anda dalam mengobati obesitas, mintalah keluarga atau teman untuk turut mendukung dan memberikan motivasi. Selain itu, hindari situasi yang akan membuat Anda tergoda untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat atau makan secara tidak terkendali. Bila perlu, mintalah bantuan psikolog untuk membantu memperbaiki cara pandang Anda terhadap makanan atau pola makan. Jangan lupa untuk selalu memonitor hasil yang Anda dapat dengan cara rutin menimbang badan dan mencatatnya untuk melakukan perbandingan dengan minggu-minggu berikutnya.

Penanganan obesitas menggunakan obat

Penanganan obesitas dengan obat biasanya akan disarankan oleh dokter apabila berat badan tidak berhasil diturunkan oleh penerapan pola hidup sehat semata. Pemberian obat juga biasanya hanya akan dilakukan dokter jika BMI Anda mencapai angka 28 atau lebih, dan Anda memiliki penyakit diabetes atau hipertensi.

Obat yang sering kali diresepkan oleh dokter untuk menangani obesitas adalah obat yang mangandung orlistat. Obat ini bekerja di dalam saluran pencernaan dengan cara memblokir penyerapan lemak oleh tubuh. Efek samping penggunaan orlistat tergolong ringan, yaitu pusing, nyeri perut, perut kembung, serta menjadi sulit menahan dan sering buang air besar. Tinja seseorang yang mengonsumsi obat ini tampak seperti berminyak. Hal ini disebabkan oleh pembuangan lemak yang tidak terserap oleh tubuh.

Jika orlistat berhasil menurunkan lima persen berat badan dalam waktu tiga bulan, penggunaan obat ini sebaiknya diteruskan. Namun jika dalam jangka waktu tersebut tidak ada penurunan berat badan yang berarti, maka obat ini tidak efektif untuk Anda dan sebaiknya Anda menemui dokter kembali untuk dicarikan solusi alternatif.

Pengobatan obesitas dengan prosedur operasi

Prosedur operasi biasanya baru disarankan jika obesitas yang diderita pasien sudah mencapai taraf sangat berbahaya.

Meski prosedur bedah menjanjikan hasil yang cepat, namun tidak menjamin bahwa penurunan berat badan dapat dipertahankan secara jangka panjang. Hasil operasi akan dapat dipertahankan pasien jika dia mau mengubah kebiasaan pola hidup negatifnya menjadi pola hidup yang sehat.

Dua contoh prosedur operasi untuk menangani obesitas adalah operasi bypass lambung dan operasi laparoscopic adjustable gastric banding (LAGB). Operasi bypass lambung dilakukan dengan tujuan membatasi jumlah makanan yang masuk sekaligus menghambat proses penyerapannya dengan cara membuat kantung kecil di atas lambung serta jalan baru dari kantung kecil tersebut ke usus halus tanpa melewati lambung. Sedangkan operasi LAGB hampir mirip dengan bypass lambung, yaitu bertujuan memperlambat proses konsumsi makanan sehingga Anda lebih cepat merasa kenyang dan akhirnya mengurangi jumlah asupan makanan. Prosedur ini dilakukan dengan cara memasang perangkat penjepit berbentuk gelang di sekitar lambung.

Obesitas yang didasari kondisi lain

Jika obesitas merupakan gejala atau komplikasi dari penyakit yang sedang Anda derita, misalnya diabetes, hipertensi, apnea tidur obstruktif, atau sindrom ovarium polikistik, maka dokter akan menyesuaikan pengobatan dengan kondisi yang mendasari tersebut. Dalam kasus seperti ini, pengobatan biasanya penderita akan dirujuk ke spesialis yang berkaitan.