Palpitasi adalah sebuah sensasi ketika jantung berdegup dengan kencang. Dalam istilah umum, palpitasi dikenal juga dengan sebutan jantung berdebar. Kondisi ini dapat dirasakan di dada, hingga area tenggorokan atau leher, baik saat beraktivitas maupun sedang beristirahat.

Palpitasi merupakan kondisi yang dapat dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meski kondisi ini umumnya tidak membahayakan, Anda tetap perlu waspada terhadap kemungkinan adanya penyakit serius yang memicu timbulnya keluhan palpitasi.

Berbagai Penyebab Palpitasi dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Berbagai Penyebab Palpitasi

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan timbulnya palpitasi, yaitu:

1. Psikologis

Beberapa faktor psikologis yang memicu timbulnya palpitasi antara lain:

2. Gaya hidup

Beberapa faktor gaya hidup yang memicu timbulnya palpitasi antara lain:

  • Merokok
  • Olahraga atau aktivitas fisik yang berat
  • Konsumsi minuman beralkohol dan berkafein
  • Konsumsi makanan berat yang kaya akan kandungan karbohidrat, gula, dan lemak
  • Konsumsi makanan yang tinggi akan kandungan MSG, nitrat, dan natrium
  • Penyalahzgunaan NAPZA

3. Obat

Contoh obat-obatan yang bisa memicu palpitasi adalah:

  • Obat-obatan yang mengandung pseudoephedrine
  • Obat asma
  • Obat antihipertensi
  • Obat antibiotik
  • Obat antidepresan
  • Pil diet dan suplemen herbal

4. Kondisi kesehatan

Contoh kondisi kesehatan yang bisa memicu palpitasi meliputi:

Selain berbagai faktor di atas, palpitasi juga dapat terjadi akibat kondisi tertentu, seperti perubahan hormon selama menstruasi, kehamilan, dan menopause.

Cara Mengatasi Palpitasi

Penanganan palpitasi dilakukan tergantung penyebab yang mendasari kemunculannya. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah:

Jalani gaya hidup sehat

Palpitasi yang dipicu oleh gaya hidup tidak sehat biasanya dapat teratasi dengan memperbaiki kebiasaan buruk tersebut. Misalnya, Anda merasakan palpitasi jika konsumsi kopi Anda sedang lebih banyak daripada biasanya. Keluhan ini bisa membaik jika Anda mengurangi asupan kopi Anda.

Lakukan relaksasi

Jika palpitasi dipicu oleh faktor psikologis, seperti stres, ketakutan, atau depresi, Anda bisa mengatasinya dengan teknik relaksasi.

Duduklah dalam posisi bersila, lalu secara perlahan ambil napas melalui hidung dan menghembuskannya melalui mulut. Ulangi sampai 5 kali dan fokuskan pikiran Anda pada tarikan serta embusan napas Anda.

Hindari stimulan

Penderita palpitasi yang dipicu oleh penggunaan obat-obatan disarankan untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan tersebut. Jika keluhan palpitasi sudah mengganggu, konsultasikan dengan dokter agar dosis atau jenis obatnya bisa diatur kembali.

Jika Anda tidak mengetahui penyebab palpitasi, tetapi keluhan ini sudah sering terjadi dan membuat Anda resah atau tidak nyaman, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu, penyebab palpitasi bisa diketahui dan diatasi dengan tepat sesuai kondisi Anda.

Namun, jika palpitasi yang Anda rasakan terjadi selama beberapa menit dan disertai keluhan sesak napas, nyeri dada, atau rasa berat di dada, segera minta pertolongan atau datangi IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan secepat mungkin.