Buah kaleng adalah buah yang telah melalui proses pengolahan dan pengemasan dalam wadah kaleng agar lebih tahan lama. Meski praktis dan mudah ditemukan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsinya.

Buah kaleng diawetkan dalam wadah kedap udara, seperti kaleng atau toples kaca, dengan tambahan cairan berupa air, sari buah, atau sirup. Proses pengalengan dilakukan melalui pemanasan bersuhu tinggi untuk membunuh mikroorganisme penyebab kerusakan atau penyakit, sehingga produk menjadi lebih tahan lama.

Buah Kaleng, Ini Keunggulan dan Risiko Konsumsinya - Alodokter

Dalam prosesnya, beberapa produsen dapat menambahkan zat tertentu, seperti asam sitrat, untuk membantu menjaga rasa, warna, dan tekstur buah. Cara pengolahan ini membuat buah kaleng praktis dikonsumsi dan tetap lezat.

Keunggulan dan Kandungan Gizi Buah Kaleng

Buah kaleng menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan, terutama saat buah segar sulit didapat atau dibutuhkan solusi yang lebih praktis. Berikut beberapa keunggulan buah kaleng yang perlu Anda ketahui:

1. Mengandung beragam vitamin dan mineral

Meski kadar vitamin tertentu, seperti vitamin C, dapat berkurang selama proses pengalengan, buah kaleng tetap menyediakan berbagai vitamin dan mineral penting. Di antaranya vitamin A, vitamin B, serta mineral seperti kalium dan magnesium, yang berperan dalam mendukung fungsi tubuh sehari-hari.

2. Sumber serat yang mudah dikonsumsi

Buah kaleng umumnya masih mengandung serat pangan, meskipun kadarnya bisa sedikit berbeda dibandingkan buah segar. Serat ini bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan mendukung pola makan seimbang, tanpa perlu mengupas atau memotong buah.

3. Tahan lama dan mudah disimpan

Buah kaleng memiliki daya simpan yang panjang, bahkan hingga berbulan-bulan, tanpa memerlukan pendinginan khusus. Hal ini memudahkan Anda untuk menyimpan buah sebagai stok konsumsi di rumah, kantor, maupun saat bepergian.

4. Beragam pilihan jenis buah

Buah kaleng tersedia dalam berbagai pilihan, seperti nanas, pir, persik, atau campuran buah tropis. Ragam jenis ini memudahkan penyesuaian dengan selera dan kebutuhan keluarga, sekaligus membantu menambah variasi menu harian.

5. Alternatif saat akses buah segar terbatas

Ketersediaan buah kaleng di pasaran dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap buah segar. Dengan begitu, asupan gizi harian tetap dapat terbantu terpenuhi meski buah segar sulit diperoleh.

Risiko dan Efek Samping Konsumsi Buah Kaleng

Meski menawarkan kepraktisan, konsumsi buah kaleng tanpa seleksi yang tepat dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan, antara lain:

1. Kandungan gula yang tinggi

Banyak produk buah kaleng dikemas dalam sirup atau mengandung gula tambahan. Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, serta penyakit jantung jika dikonsumsi secara rutin.

2. Kandungan natrium

Beberapa jenis buah kaleng mengandung natrium tambahan. Asupan natrium yang berlebihan dapat memicu peningkatan tekanan darah, terutama pada orang yang sensitif terhadap garam.

3. Paparan bahan kimia dari kemasan

Sebagian kemasan kaleng dapat mengandung bisphenol A (BPA), yaitu senyawa dari lapisan bagian dalam makanan kaleng. Paparan BPA dalam jangka panjang dapat mengganggu sistem hormon, termasuk fungsi kesuburan, sistem imun, dan sistem endokrin.

Selain itu, penyimpanan produk dalam kemasan kaleng dalam waktu lama juga berpotensi menyebabkan perpindahan zat tertentu dari kemasan ke buah, sehingga penting untuk memperhatikan kondisi kemasan dan tanggal kedaluwarsa sebelum dikonsumsi.

4. Kurang cocok untuk kelompok tertentu

Buah kaleng dengan kandungan gula tinggi sebaiknya dibatasi oleh penderita diabetes, penyakit ginjal, anak-anak, dan ibu hamil. Bagi yang memiliki kondisi medis tertentu, disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara rutin.

Tips Memilih dan Mengonsumsi Buah Kaleng

Agar manfaat buah kaleng tetap optimal dan risikonya dapat diminimalkan, terapkan beberapa tips berikut:

  • Pilih produk berlabel “tanpa tambahan gula”, “dalam air”, atau “dalam sari buah alami”, bukan yang dikemas dalam sirup.
  • Periksa komposisi pada label kemasan dan pilih buah kaleng dengan kandungan natrium serendah mungkin.
  • Setelah dibuka, bilas buah kaleng di bawah air mengalir untuk membantu mengurangi sisa gula, sirup, atau natrium.
  • Hindari membeli buah kaleng dengan kemasan penyok, berkarat, atau menggembung, serta selalu perhatikan tanggal kedaluwarsa.
  • Simpan sisa buah kaleng dalam wadah bersih dan tertutup di lemari es, lalu habiskan dalam 1–2 hari setelah dibuka.

Konsumsi buah kaleng sebaiknya dijadikan sebagai pelengkap, bukan pengganti utama buah segar. Mengombinasikannya dengan pola makan sehat, konsumsi sayur, dan cukup minum air putih dapat membantu menjaga asupan gizi tetap seimbang tanpa meningkatkan risiko kelebihan gula atau natrium.

Untuk memastikan keamanan konsumsi buah kaleng sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, konsultasikan dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dokter akan memberikan saran yang tepat sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda.