Buffalo hump adalah benjolan akibat penumpukan jaringan lemak yang muncul di bagian belakang leher atau punggung atas. Kondisi ini membuat leher terlihat lebih menonjol atau tampak membungkuk. Meski tidak selalu berbahaya, buffalo hump bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.

Pada sebagian orang, buffalo hump hanya menimbulkan perubahan bentuk tubuh tanpa keluhan lain. Kondisi ini sering dikaitkan dengan perubahan hormon, efek samping penggunaan obat dalam jangka panjang, atau gangguan metabolisme yang menyebabkan penumpukan lemak di area tersebut.

Buffalo Hump, Kenali Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus Waspada - Alodokter

Meski sering dianggap sepele, benjolan di belakang leher sebaiknya tidak diabaikan. Penting untuk membedakan buffalo hump dari benjolan akibat infeksi, tumor, atau cedera. Oleh karena itu, pemeriksaan oleh dokter tetap diperlukan agar penyebabnya dapat dipastikan dan penanganan yang tepat bisa diberikan.

Berbagai Penyebab Buffalo Hump

Buffalo hump umumnya disebabkan oleh beberapa faktor yang berhubungan dengan perubahan hormon atau kondisi medis tertentu. Berikut ini adalah berbagai penyebab utamanya:

1. Efek samping obat kortikosteroid

Obat kortikosteroid, seperti prednison atau deksametason, biasanya digunakan untuk mengatasi peradangan berat, penyakit autoimun, atau asma. Meski efektif, penggunaan steroid dalam jangka panjang atau dalam dosis tinggi dapat meningkatkan kadar hormon kortisol di dalam tubuh.

Kelebihan kortisol ini dapat memicu perubahan distribusi lemak. Akibatnya, lemak cenderung menumpuk di area tertentu, termasuk bagian belakang leher dan punggung atas, sehingga terbentuklah buffalo hump.

Selain itu, penggunaan steroid jangka panjang juga dapat menimbulkan efek samping lain, seperti wajah tampak membulat (moon face), kulit menjadi lebih tipis dan mudah memar, serta penurunan massa otot.

2. Sindrom Cushing

Sindrom Cushing adalah kondisi ketika tubuh menghasilkan hormon kortisol secara berlebihan. Hal ini bisa terjadi akibat gangguan pada kelenjar adrenal, adanya tumor pada kelenjar hipofisis, atau sebagai efek samping penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang.

Kadar kortisol yang terlalu tinggi dapat menyebabkan perubahan distribusi lemak di dalam tubuh. Lemak cenderung menumpuk di area tertentu, seperti wajah, perut, dan punggung atas. Penumpukan lemak di punggung atas inilah yang dapat menimbulkan buffalo hump.

Selain munculnya benjolan di belakang leher, penderita sindrom Cushing juga sering mengalami kenaikan berat badan yang signifikan, tekanan darah tinggi, kulit menjadi lebih tipis dan mudah memar, tulang rapuh (osteoporosis), serta gangguan hormon lainnya.

3. Obesitas

Obesitas dapat menyebabkan penumpukan lemak di berbagai bagian tubuh, termasuk di area belakang leher dan punggung atas. Kondisi inilah yang dapat memicu terbentuknya buffalo hump. Meski tidak semua orang dengan obesitas mengalami kondisi ini, risikonya cenderung meningkat seiring bertambahnya berat badan.

Selain memengaruhi bentuk tubuh, obesitas juga berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan lain, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, serta nyeri sendi akibat beban berlebih pada tubuh.

4. Kelainan jaringan lemak (lipodistrofi)

Lipodistrofi adalah kelainan langka yang menyebabkan distribusi lemak tubuh menjadi tidak normal. Pada kondisi ini, sebagian jaringan lemak bisa hilang di satu area, tetapi menumpuk berlebihan di area lain, seperti punggung atas atau leher.

Lipodistrofi bisa disebabkan oleh faktor genetik, penyakit tertentu, maupun efek samping pengobatan tertentu, termasuk obat HIV. Selain menimbulkan buffalo hump, lipodistrofi dapat berpengaruh terhadap kadar kolesterol dan gula darah.

5. Gangguan postur atau tulang belakang

Postur tubuh yang sering membungkuk atau gangguan struktur tulang belakang, seperti kifosis, dapat membuat punggung bagian atas tampak lebih menonjol. Kondisi ini memang tidak secara langsung menyebabkan penumpukan lemak seperti pada buffalo hump. Namun, perubahan bentuk tulang belakang bisa menyerupai benjolan di area tersebut.

Selain memengaruhi penampilan, postur tubuh yang buruk juga dapat menimbulkan nyeri, kaku, atau rasa tidak nyaman pada leher dan punggung. Dalam beberapa kasus, kebiasaan postur yang kurang baik juga dapat memengaruhi distribusi jaringan lunak di sekitar tulang belakang, sehingga area tersebut terlihat makin menonjol.

6. Penggunaan obat antiretroviral pada pasien HIV

Beberapa jenis obat antiretroviral (ART) yang digunakan untuk mengendalikan infeksi HIV dapat menimbulkan efek samping berupa perubahan distribusi lemak tubuh (lipodistrofi). Salah satu bentuk lipodistrofi adalah penumpukan lemak di bagian belakang leher dan punggung atas, sehingga muncul buffalo hump.

Efek samping ini tidak terjadi pada semua pasien, tetapi cukup sering ditemui, terutama pada penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang. Penumpukan lemak biasanya berkembang secara perlahan dan bisa sulit diatasi, terlebih jika terapi tidak dapat dihentikan atau diganti.

Cara Mengatasi Buffalo Hump

Penanganan buffalo hump perlu disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Oleh karena itu, langkah pertama yang penting dilakukan adalah mengetahui faktor yang mendasarinya. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Memeriksakan diri ke dokter

Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan apakah benjolan disebabkan oleh gangguan hormon, efek samping obat, obesitas, atau masalah postur. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah (misalnya untuk menilai kadar kortisol), atau pemeriksaan penunjang lainnya guna menegakkan diagnosis.

2. Evaluasi dan penyesuaian obat

Jika buffalo hump berkaitan dengan penggunaan obat tertentu, seperti kortikosteroid atau obat antiretroviral, dokter dapat mempertimbangkan untuk menurunkan dosis atau mengganti obat dengan alternatif lain yang lebih sesuai. Namun, penghentian obat tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan medis.

3. Mengatur pola makan dan olahraga

Bila kondisi ini berkaitan dengan kelebihan berat badan atau obesitas, perubahan gaya hidup menjadi kunci utama. Menerapkan pola makan sehat, membatasi asupan kalori berlebih, serta rutin berolahraga dapat membantu mengurangi lemak tubuh secara keseluruhan.

Meski tidak selalu menghilangkan buffalo hump sepenuhnya, langkah ini dapat membantu mengecilkan ukurannya dan mencegah perburukan.

4. Terapi fisik dan latihan postur

Jika buffalo hump dipengaruhi oleh gangguan postur atau kelainan tulang belakang, latihan peregangan dan penguatan otot punggung dapat membantu memperbaiki postur serta mengurangi rasa nyeri atau kaku. Fisioterapi juga dapat direkomendasikan untuk hasil yang lebih optimal.

5. Sedot lemak (liposuction)

Pada kasus yang cukup berat, menetap, atau mengganggu aktivitas sehari-hari maupun kepercayaan diri, prosedur sedot lemak dapat menjadi pilihan. Namun, tindakan ini umumnya dipertimbangkan setelah penyebab medis dikendalikan dan harus melalui konsultasi dengan dokter spesialis.

Penting untuk dipahami bahwa buffalo hump akibat gangguan hormon, seperti sindrom Cushing, tidak akan membaik apabila penyebab utamanya belum diatasi. Oleh karena itu, penanganan sebaiknya difokuskan pada pengobatan kondisi yang mendasari, bukan hanya pada perubahan bentuk fisik yang terlihat.

Selain itu, hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang kuat bahwa penggunaan krim tertentu, pijat, atau metode alternatif lainnya dapat menghilangkan buffalo hump secara permanen. Klaim semacam ini perlu disikapi dengan hati-hati agar tidak menunda penanganan medis yang tepat.

Secara umum, buffalo hump jarang menimbulkan komplikasi berat secara langsung. Namun, jika penyebab dasarnya tidak ditangani, kondisi yang mendasarinya dapat memicu masalah kesehatan serius, seperti hipertensi, diabetes, atau osteoporosis.

Kapan Harus Waspada dengan Buffalo Hump

Mengenali perubahan bentuk tubuh, termasuk munculnya buffalo hump, penting untuk mendeteksi kemungkinan gangguan kesehatan sejak dini. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda menemukan benjolan di bagian belakang leher atau punggung atas, terutama bila disertai gejala berikut:

  • Penambahan berat badan yang terjadi dengan cepat
  • Tekanan darah tinggi
  • Kelemahan otot
  • Benjolan terasa nyeri, semakin membesar, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari

Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin tepat dan efektif pula penanganan yang dapat diberikan.

Pada dasarnya, buffalo hump sering kali tidak berbahaya. Namun, kondisi ini bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius apabila disertai keluhan lain atau muncul tanpa penyebab yang jelas.

Jika Anda mengalami perubahan fisik yang mencurigakan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat dipastikan dan ditangani sesuai kebutuhan. Untuk memudahkan, Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di ALODOKTER guna memperoleh informasi awal.