Pencegahan cacar air juga dapat dilakukan melalui vaksinasi. Pemberian vaksin cacar air biasa dianjurkan untuk melindungi orang-orang yang berisiko tinggi terkena cacar air serius atau berisiko menularkannya pada banyak orang. Misalnya, pekerja medis atau anak yang tinggal serumah dengan orang tua dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Khusus bagi wanita yang berencana memiliki anak, tundalah kehamilan Anda selama setidaknya tiga bulan setelah menerima vaksin cacar air. Vaksin juga tidak dianjurkan bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap kanker.

Di Indonesia sendiri, cacar air tidak termasuk dalam daftar imunisasi wajib untuk anak, tapi tetap dianjurkan. Vaksin ini hanya dapat diberikan pada anak berusia satu tahun atau lebih.

Penularan cacar air juga sangat mudah terjadi dan dapat menyebar dengan cepat. Langkah pencegahan penyebaran pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengisolasi penderita cacar air dari tempat-tempat umum seperti sekolah atau kantor sebelum semua bintil pecah, mengering, lalu menjadi koreng. Masa ini biasanya berlangsung selama satu minggu setelah kemunculan ruam.

Jika Anda tinggal bersama pengidap cacar air, penularannya dapat Anda cegah dengan:

  • Mencuci tangan sesering mungkin, terutama setelah terjadi kontak dengan pengidap.
  • Mengenakan masker.
  • Menggunakan cairan pembasmi kuman untuk menyeka benda atau permukaan yang mungkin terpajan virus.
  • Mencuci baju atau seprai pengidap secara rutin dan terpisah.