Cara efektif untuk mencegah cacar air adalah dengan menjalani vaksinasi cacar air. Vaksinasi ini dianjurkan pada anak dan orang dewasa yang belum menerima vaksin cacar air.

Pada anak kecil, vaksinasi cacar air pertama dilakukan di usia 12–15 bulan, dan vaksin lanjutan diberikan ketika anak berusia 4–6 tahun. Sedangkan bagi remaja dan orang dewasa, vaksin cacar air diberikan dalam dua dosis dengan rentang perbedaan waktu setidaknya 28 hari.

Sementara pada orang yang pernah terserang cacar air, vaksinasi tidak perlu dilakukan. Hal ini karena setelah sembuh, tubuhnya akan membentuk antibodi terhadap virus Varicella sehingga kecil kemungkinan untuk terserang cacar air kembali. Kalaupun terinfeksi lagi, gejala yang muncul akan lebih ringan.

Perlu diketahui, vaksinasi cacar air tidak dianjurkan pada ibu hamil, orang dengan daya tahan tubuh lemah, dan orang yang alergi terhadap gelatin atau neomycin. Pada kondisi tersebut, hindari kontak dengan penderita cacar air untuk mencegah penularan virus.

Jika ada anggota keluarga yang terkena cacar air, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penularan infeksi, yaitu:

  • Pisahkan penderita di ruangan lain.
  • Hindari kontak dengan penderita, karena virus dapat menyebar melalui udara.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap selesai kontak dengan penderita.
  • Hindari berbagi peralatan makan dengan penderita.
  • Selalu bersihkan dan disinfeksi permukaan perabotan di area rumah.
  • Ingatkan anggota keluarga yang terinfeksi cacar air untuk tidak menggaruk ruam, karena cairan di dalam ruam tersebut mudah menular.
  • Potong kuku penderita atau minta ia mengenakan sarung tangan berbahan katun, untuk mengurangi risiko kerusakan kulit akibat garukan.
  • Himbau penderita untuk tetap di rumah sampai semua ruam kering.