Cacar air termasuk penyakit ringan yang jarang menyebabkan komplikasi, khususnya pada anak-anak yang biasanya sehat. Berbeda dengan anak-anak, pengidap cacar air dewasa umumnya mengalami gejala yang lebih parah dan membutuhkan penanganan di rumah sakit.

Terdapat sejumlah komplikasi pada cacar air yang mungkin terjadi, khususnya pada mereka yang berisiko tinggi. Beberapa komplikasi tersebut meliputi:

  • Infeksi bakteri yang menyerang bintil dengan indikasi berupa kulit di sekitar bintil yang memerah dan perih.
  • Pneumonia, terutama pada pengidap cacar air dewasa yang merokok.
  • Dehidrasi.
  • Radang otak atau ensefalitis.
  • Meningitis.

Ibu hamil yang terkena cacar air juga lebih berisiko mengalami komplikasi. Apabila mengidap cacar air pada 7 bulan pertama kehamilan, bayi dalam kandungan berisiko mengalami sindrom varisela kongenital. Sindrom ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada bayi, seperti katarak, luka pada kulit, atau kerusakan pada otak, serta tangan atau kaki yang pendek.

Penularan cacar air ke bayi juga bisa terjadi ketika sang ibu terinfeksi satu minggu sebelum atau sesudah melahirkan. Jika ini terjadi, bayi yang baru lahir akan berisiko terkena cacar air yang lebih parah.

Risiko Cacar Api (Shingles)

Virus varisela zoster dapat menetap dalam sel-sel saraf tubuh bahkan setelah gejala-gejala cacar air sembuh. Di kemudian hari, virus ini memiliki kemungkinan untuk muncul kembali dan menyebabkan cacar api, khususnya pada orang dewasa dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun.