Cacar air tidak memiliki langkah pengobatan khusus dan biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi penyebaran virusnya dan meningkatkan daya tahan tubuh. Karena dengan daya tahan tubuh atau antibodi yang tinggi, virus penyebab penyakit segera dapat teratasi. Saat terkena virus cacar, Anda disarankan melakukan hal berikut:

  • Banyak minum air putih dan hindari makanan yang dapat membuat mulut sakit, khususnya makanan asin. Pencegahan dehidrasi penting bagi pengidap cacar air, terutama anak-anak. Es juga dapat diberikan untuk meringankan nyeri atau gatal akibat bintil cacar air di dalam mulut.
  • Jangan menggaruk bintil cacar air karena dapat meningkatkan risiko infeksi, berisiko menularkan ke orang lain, dan menyisakan bekas luka. Membungkus tangan dengan sarung tangan atau kaus kaki saat tidur juga dapat mencegah garukan, terutama pada anak-anak. Anda juga dapat mengoleskan losion, bedak kalamin, atau mengonsumsi chlorphenamine (cocok diminum anak-anak berusia satu tahun atau lebih).
  • Kenakan pakaian berbahan lembut, seperti katun, dan longgar agar iritasi kulit yang lebih parah akibat bintil cacar air dapat dicegah.
  • Gunakan obat pereda sakit atau analgesik jika perlu. Analgesik seperti paracetamol dapat dikonsumsi pengidap yang mengalami nyeri serta demam. Tetapi, disarankan menghubungi dokter terlebih dulu jika anak Anda berusia di bawah tiga bulan saat mengalami cacar air.
  • Untuk mencegah dan mengatasi infeksi bakteri sekunder pada bintil cacar air yang menjadi luka terbuka akibat gesekan dan garukan, dapat digunakan sabun antiseptik yang mengandung povidone – iodine pada luka atau bintil cacar air. Selain memiliki sifat bactericidal (membunuh bakteri), povidone – iodine juga memiliki efek virucidal (membunuh virus) yang lebih luas dibandingkan dengan jenis antiseptik lain. Sabun cair antiseptik dengan povidone – iodine ini juga disarankan digunakan oleh anggota keluarga yang merawat atau pun orang yang tinggal serumah agar tidak mudah tertular. Karena kuman penyebab penyakit ini bisa bertahan di luar ruangan hingga 24 jam atau lebih.

Jangan berikan aspirin kepada anak yang sedang menderita cacar air karena dapat menyebabkan sindrom Reye. Penyakit ini menyebabkan kerusakan serius pada otak dan hati.

Meski demikian, tidak semua pengidap cacar air dapat sembuh tanpa penanganan medis. Orang-orang yang rentan mengalami komplikasi akibat penyakit ini membutuhkan pengobatan yang lebih intensif, yaitu ibu hamil, bayi yang baru lahir, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap kanker atau diabetes.

Salah satu langkah penanganannya adalah obat antivirus acyclovir. Obat ini bisa meringankan gejala cacar air jika diberikan dalam kurun waktu 24 jam setelah ruam muncul. Acyclovir berfungsi meringankan gejala-gejala cacar air dan bukan menyembuhkannya.

Di samping obat antivirus, dokter juga dapat menganjurkan terapi imunoglobulin. Dalam terapi ini, varicella-zoster immunoglobulin (VZIG) yang mengandung antibodi untuk virus cacar air akan diberikan melalui infus.

Sama seperti acyclovir, imunoglobulin bukan bertujuan mengobati cacar air. Terapi ini merupakan langkah perlindungan bagi orang-orang yang berisiko tinggi mengalami infeksi cacar air yang parah.