Cacar air yang disebabkan oleh virus varisela zoster ini dapat menular dengan sangat mudah dan cepat. Penularannya dapat melalui kontak langsung dengan pengidap atau lewat percikan cairan saat pengidap bersin atau batuk. Anda bahkan dianggap sudah terpajan virus cacar air jika telah mengalami kontak langsung atau pernah satu ruangan dengan pengidap selama 15 menit.

Saat-saat yang harus dihindari adalah 1-2 hari sebelum ruam muncul hingga bintil mengering dan menjadi koreng (sekitar satu minggu setelah munculnya ruam).

Terdapat beberapa faktor yang mungkin meningkatkan risiko Anda untuk tertular penyakit ini. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Belum pernah terkena cacar air.
  • Belum menerima vaksin cacar air, terutama ibu hamil.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena mengidap HIV, mengunakan obat-obatan steroid, atau menjalani kemoterapi.
  • Bekerja di tempat umum seperti di sekolah atau rumah sakit.
  • Serumah dengan anak-anak.
  • Bayi, terutama yang  baru lahir, yang memiliki ibu yang belum menerima vaksin cacar air.

Pengidap cacar air biasanya tidak perlu menjalani tes atau pemeriksaan medis untuk proses diagnosis. Anda kemungkinan besar mengidap cacar air jika Anda mengalami gejala utama, misalnya demam ringan yang diikuti dengan kemunculan ruam. Bintik merah akibat cacar air juga memiliki tekstur signifikan, sehingga mudah dikenali.

Ibu hamil atau menyusui, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, serta bayi berusia di bawah satu bulan sebaiknya segera diperiksa oleh dokter apabila mengalami gejala-gejala cacar air. Diagnosis dan pengobatan sedini mungkin dibutuhkan untuk menghindari risiko komplikasi.

Dokter juga dapat melakukan tes darah sederhana untuk memastikan gejala Anda dan melihat apakah Anda memiliki kekebalan terhadap cacar air atau tidak. Keberadaan antibodi virus cacar air di dalam tubuh menunjukkan bahwa Anda sudah terlindungi dari penyakit tersebut. Tetapi jika tidak memilikinya, dokter akan memantau perkembangan kondisi.