Mencegah anak dari gigitan nyamuk merupakan langkah penting untuk menjauhkan anak dari berbagai penyakit yang ditularkan melalui perantara nyamuk, misalnya demam berdarah dan malaria. Cara apa saja yang dapat Bunda dan Ayah lakukan? Simak jawabannya dalam artikel berikut ini.

Nyamuk bisa menggigit anak pada siang maupun malam hari. Serangga ini biasanya menyukai tempat yang gelap dan lembap, seperti di bawah tempat cucian piring, kamar mandi, atau sela-sela pakaian yang tergantung.

Cara Aman dan Efektif Mencegah Anak dari Gigitan Nyamuk - Alodokter

Berbagai Jenis Penyakit yang Disebabkan oleh Gigitan Nyamuk

Gigitan nyamuk tidak hanya menimbulkan rasa gatal dan bentol di kulit, tetapi juga membawa risiko penyakit yang berbahaya. Berikut ini adalah jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk:

1. Demam berdarah

Demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus dengue yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini hidup di negara dengan iklim subtropis dan tropis, seperti Indonesia.

Ketika anak mengalami demam berdarah, ia dapat merasakan berbagai gejala, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual dan muntah, lemas, muncul ruam merah di kulit, sakit perut, serta mimisan. Gejala tersebut biasanya muncul sekitar 3–14 hari setelah anak digigit nyamuk.

2. Malaria

Malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles yang mengandung parasit plasmodium. Selain dari gigitan nyamuk, penyakit ini juga dapat menular melalu transfusi darah, donor organ, pemakaian jarum suntik yang bergantian dengan penderita malaria, atau dari ibu hamil ke janin,

Saat terkena malaria, anak dapat merasakan gejala berupa demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan diare. Terkadang, malaria juga bisa menyebabkan anak mengalami sakit kuning.

Jika menyerang otak, malaria bahkan bisa menyebabkan anak mengalami kejang dan koma. Malaria dapat kambuh atau muncul kembali berbulan-bulan setelah infeksi atau bahkan beberapa tahun kemudian.

3. Chikungunya

Tak hanya demam berdarah, gigitan nyamuk Aedes aegypti juga bisa menularkan penyakit cikungunya. Jika anak menderita penyakit ini, gejala yang paling umum muncul adalah demam, nyeri sendi dan otot, sakit kepala, muncul ruam kemerahan di kulit, serta kelelahan.

Gejala tersebut biasanya muncul 3–12 hari setelah anak digigit nyamuk dan biasanya akan membaik dalam waktu kurang lebih 1–2 minggu. Pada sebagian orang, gejala yang muncul bisa terasa ringan dan sering kali tidak disadari. Namun, ada juga penderita chikungunya yang mengalami gejala berat.

4. Kaki gajah

Penyakit kaki gajah disebabkan oleh infeksi cacing jenis filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Sesuai namanya, tungkai kaki anak akan mengalami pembengkakan jika terinfeksi cacing tersebut. Selain di tungkai, pembengkakan juga bisa terjadi di bagian tubuh lain, seperti alat kelamin, dada, dan lengan.

5. Zika

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Zika yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegyptiI dan Aedes albopictus. Penyakit zika sering kali tidak menunjukkan gejala. Jika muncul, gejala biasanya bersifat ringan dan terjadi 2–7 hari setelah anak digigit nyamuk.

Gejala yang muncul dapat berupa demam, gatal, ruam kulit, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, nyeri punggung bagian bawah, konjungtivitis, dan sakit di bagian belakang mata.

Penyakit zika dapat mengakibatkan komplikasi, seperti sindrom Guillain-Barré serta radang otak dan selaput otak (meningoensefalitis). Pada ibu hamil, infeksi virus Zika dapat menyebabkan janin terlahir prematur atau terkena cacat bawaan lahir, yaitu mikrosefali.

Mencegah Anak dari Gigitan Nyamuk

Agar Si Kecil terhindar dari gigitan nyamuk penyebab berbagai penyakit di atas, Bunda dan Ayah dapat melakukan berbagai cara berikut ini:

  • Rajin membersihkan wadah penampungan air yang berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak.
  • Hindari membawa Si Kecil keluar rumah pada pagi dan sore hari saat nyamuk rawan beredar.
  • Pakaikan Si Kecil celana panjang dan baju lengan panjang berwarna cerah, terutama saat bermain di luar rumah.
  • Pasang kasa anti nyamuk pada jendela dan kelambu pada tempat tidur Si Kecil.
  • Gunakan losion antinyamuk khusus bayi dan anak-anak. Namun, ingat jika losion tersebut umumnya baru boleh digunakan pada bayi berusia di atas 2 bulan dan hanya boleh dioleskan 1 kali sehari.

Jika ingin menggunakan bahan alami, Bunda dan Ayah bisa memilih minyak telon atau minyak esensial yang berasal dari tumbuhan, misalnya minyak kayu putih (Eucalyptus), lavender, lemon, atau serai. Walau demikian, bahan ini tidak disarankan untuk diberikan kepada anak usia di bawah 3 tahun.

Cara Menggunakan Obat Nyamuk Oles pada Anak

Ada beberapa hal yang perlu Bunda dan Ayah perhatikan bila ingin menggunakan obat nyamuk oles untuk melindungi Si Kecil dari gigitan nyamuk, di antaranya:

  • Hindari mengoleskan obat nyamuk oles pada telapak tangan, sekitar mulut, dan mata Si Kecil.
  • Oleskan obat pada permukaan kulit Si Kecil yang tidak terlindungi oleh pakaian atau pada pakaiannya.
  • Jangan biarkan Si Kecil memakai obat nyamuk sendiri karena anak memiliki kebiasaan mengucek mata dengan tangannya atau memasukkan tangannya ke dalam mulut.
  • Hindari mengoleskan obat nyamuk pada kulit Si Kecil yang sedang mengalami iritasi atau pada bekas luka.
  • Hentikan penggunaan obat oles jika terjadi reaksi alergi atau iritasi pada kulit Si Kecil.
  • Simpan obat nyamuk oles di tempat yang sulit dijangkau Si Kecil.

Apabila obat nyamuk tak sengaja mengenai mata Si Kecil, segera bilas matanya dengan air setidaknya selama 15 menit. Jika obat nyamuk tidak sengaja terminum oleh Si Kecil, segera bawa Si Kecil ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Dengan mempraktikkan berbagai cara mencegah anak dari gigitan nyamuk di atas, Si Kecil akan selalu terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.