Cardiotone adalah obat yang digunakan untuk membantu kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh pada orang yang mengalami gagal jantung atau syok kardiogenik. Obat ini tersedia dalam bentuk suntik dan mengandung bahan aktif 250 mg dobutamin tiap 5 ml
Kandungan dobutamin dalam Cardiotone bekerja dengan cara merangsang reseptor beta-1 jantung. Cara kerja ini dapat meningkatkan kontraksi dan kekuatan pompa jantung sehingga meningkatkan detak jantung dan jumlah darah yang dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Perlu diketahui bahwa obat ini hanya untuk digunakan dalam jangka pendek.

Apa Itu Cardiotone
| Bahan aktif | Dobutamin |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat jantung |
| Manfaat | Membantu kerja pompa jantung |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Cardiotone untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Cardiotone untuk ibu menyusui | Obat ini umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui selama penggunaannya sesuai dengan anjuran dokter. |
| Bentuk obat | Suntik |
Peringatan sebelum Menggunakan Cardiotone
Cardiotone tidak boleh digunakan sembarangan. Jika ada keluarga Anda yang hendak diresepkan Cardiotone oleh dokter, perhatikan hal-hal berikut:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang pasien miliki. Cardiotone tidak boleh digunakan pada orang yang alergi terhadap dobutamin
- Sampaikan kepada dokter jika pasien pernah atau sedang menderita penyakit katup jantung, tekanan darah tinggi, kardiomiopati, asma, atrial fibrilasi, diabetes, hipertirodisme, atau gangguan elektrolit.
- Informasikan kepada dokter jika pasien sedang mengalami kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya hipovolemia, seperti muntah atau diare yang berat dan tidak kunjung berhenti, atau perdarahan saluran pencernaan.
- Diskusikan dengan dokter jika pasien sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Informasikan kepada dokter jika pasien sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Segera laporkan ke dokter jika pasien mengalami reaksi alergi obat setelah menggunakan Cardiotone.
Dosis dan Aturan Pakai Cardiotone
Cardiotone akan diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter melalui suntikan ke pembuluh darah vena (intravena/IV).
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Cardiotone berdasarkan usia pasien:
- Dewasa: Dosis awal 2,5–10 mcg/kgBB per menit. Dosis dapat disesuaikan hingga 40 mcg/kgBB per menit, tergantung pada respons pasien.
- Bayi hingga anak usia 18 tahun: 0,5–1 mcg/kgBB per menit. Dosis dapat disesuaikan menjadi 2–20 mcg/kgBB per menit, tergantung respon pasien.
Cara Menggunakan Cardiotone dengan Benar
Cardiotone diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter di rumah sakit.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu pasien ketahui terkait pemberian Cardiotone:
- Pastikan untuk mengikuti anjuran dokter selama menjalani pengobatan dengan Cardiotone.
- Segera lapor ke dokter jika muncul keluhan baru setelah penyuntikan Cardiotone.
- Selama menggunakan Cardiotone, dokter mungkin akan memasang monitor EKG atau meminta pasien untuk menjalani tes EKG secara rutin. Hal ini agar dokter dapat menilai fungsi jantung pasien.
Interaksi Cardiotone dengan Obat Lain
Efek interaksi yang bisa terjadi jika Cardiotone digunakan bersama obat tertentu antara lain:
- Peningkatan risiko terjadinya hipotensi dan takikardia jika digunakan dengan obat penghambat alfa
- Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung jika digunakan dengan MAOI
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping Cardiotone jika digunakan dengan entacapone
- Penurunan efektivitas Cardiotone jika digunakan dengan obat penghambat beta
Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Cardiotone bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Cardiotone
Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan Cardiotone antara lain:
- Sakit kepala
- Mual
- Muntah
- Gelisah
- Demam
- Kram kaki
- Nyeri, bengkak, atau perubahan warna kulit di area suntikan
Periksakan ke dokter atau berkonsultasilah dengan dokter melalui chat jika keluhan di atas tidak kunjung mereda atau makin parah. Segera cari pertolongan medis apabila muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:
- Sesak napas bahkan saat tidak melakukan apa-apa
- Nyeri dada
- Jantung berdebar, denyut jantung cepat, atau denyut jantung tidak teratur
- Penglihatan kabur
- Sakit kepala yang sangat berat atau pusing hingga terasa seperti akan pingsan
- Telinga berdenging
- Kejang