Penghambat alfa atau alpha-blockers adalah golongan obat yang digunakan untuk menangani tekanan darah tinggi. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan berkemih yang dialami pria akibat pembesaran kelenjar prostat. Pada penderita hipertensi, penghambat alfa biasanya diresepkan bila obat lain tidak berhasil menurunkan tekanan darah.

Tonometer with pills

Obat golongan penghambat alfa bekerja dengan menghambat hormon norepinephrine, sehingga pembuluh darah melemas dan tetap terbuka. Akibatnya, aliran darah menjadi lancar dan tekanan darah menurun. Obat penghambat alfa juga melemaskan otot di kandung kemih dan kelenjar prostat, sehingga memudahkan proses buang air kecil.

Peringatan:

  • Jangan lagi mengonsumsi obat ini bila sebelumnya Anda mengalami alergi setelah menggunakannya, karena hal tersebut berisiko menimbulkan reaksi alergi yang parah, seperti gatal-gatal, ruam kulit, demam, serta pembengkakan pada kerongkongan, lidah, atau bagian wajah, hingga sesak napas.
  • Obat penghambat alfa dapat menyebabkan gangguan pada pasien yang menjalani operasi katarak. Gangguan tersebut berupa pupil sulit melebar atau mengencang secara tiba-tiba saat operasi.
  • Obat ini dapat menyebabkan pusing dan menurunkan tekanan darah secara tiba-tiba pada dosis pertama, terutama setelah bangkit berdiri dari posisi duduk atau berbaring (hipotensi ortostatik).

Efek Samping Penghambat Alfa

Obat penghambat alfa umumnya jarang menimbulkan efek samping. Akan tetapi pada beberapa orang, efek samping muncul pada 2 minggu pertama pengobatan, lalu hilang dengan sendirinya. Efek samping tersebut meliputi pusing, sakit kepala, mengantuk, jantung berdebar, dan berat badan bertambah.

Penghambat alfa bisa meningkatkan atau mengurangi efek obat lain, bila dikonsumsi secara bersamaan. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter bila ingin mengombinasikan penghambat alfa dengan obat lain, terutama obat penghambat beta, antagonis kalsium, dan obat disfungsi ereksi.

Selain efek samping negatif, penghambat alfa juga memiliki efek samping positif, yaitu menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL.

Jenis-jenis, Merek Dagang, serta Dosis Penghambat Alfa

Berikut ini adalah jenis-jenis obat yang termasuk ke dalam golongan penghambat alfa. Untuk mendapatkan penjelasan rinci mengenai efek samping, peringatan, atau interaksi dari masing-masing penghambat alfa, silahkan lihat pada halaman Obat A-Z.

Alfuzosin

Merek dagang: Xatral XL

Bentuk obat: tablet pelepasan lambat

Doxazosin

Merek dagang: Cardura, Tensidox

Bentuk obat: tablet

  • Hipertensi
    Dewasa: 1 mg sebelum tidur, dan bisa digandakan tiap 1-2 minggu, tergantung respons tubuh. Dosis perawatan adalah hingga 4 mg, sekali sehari, maksimal 16 mg per hari.
  • Pembesaran prostat jinak
    Dewasa: 1 mg sebelum tidur, dan bisa digandakan tiap 1-2 minggu, tergantung respons tubuh. Dosis perawatan adalah 2-4 mg per hari, maksimal 8 mg per hari.

Indoramin

Merek dagang: Indoramin

Bentuk obat: tablet

  • Hipertensi
    Dewasa: 25 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat ditambah 25-50 mg secara bertahap tiap 2 minggu, maksimal 200 mg per hari.
  • Pembesaran prostat jinak
    Dewasa: 20 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat dinaikkan 20 mg tiap 2 minggu, maksimal 100 mg per hari.

Tamsulosin

Merek dagang Tamsulosin: Harnal D

Bentuk obat: tablet

  • Pembesaran prostat jinak
    Dewasa: 400 mcg, sekali sehari, setelah makan

Terazosin

Merek dagang: Hytrin

Bentuk obat: tablet

  • Hipertensi
    Dewasa: 1 mg sebelum tidur malam. Dosis dapat dinaikkan tiap 7 hari, tergantung respons tubuh.Dosis perawatan adalah 2-10 mg, sekali sehari, maksimal 20 mg per hari yang dibagi menjadi 1-2 dosis.
  • Pembesaran prostat jinak
    Dewasa: 1 mg sebelum tidur malam. Dosis dapat dinaikkan tiap 7 hari, tergantung respons tubuh. Dosis perawatan adalah 5-10 mg, sekali sehari.