Keputusan untuk hidup childfree, atau memilih untuk tidak memiliki anak, semakin sering dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir. Pilihan ini muncul karena berbagai pertimbangan, mulai dari kesiapan mental, kondisi kesehatan, hingga aspek finansial dan gaya hidup.

Childfree adalah keputusan sadar seseorang atau pasangan untuk tidak memiliki anak, baik untuk waktu tertentu maupun selamanya. Pilihan ini biasanya berkaitan dengan cara seseorang menetapkan prioritas dalam hidup, bukan karena ketidakmampuan untuk memiliki anak.

Childfree, Ini Pengertian, Alasan, dan Fakta yang Perlu Dipahami - AlodokterSeiring berkembangnya cara pandang masyarakat terhadap keluarga dan peran orang tua, memahami konsep childfree dapat membantu kita melihat pilihan ini dengan lebih objektif dan tanpa prasangka.

Pengertian Childfree

Istilah childfree merujuk pada keputusan yang diambil secara sengaja untuk tidak memiliki anak. Ini berbeda dari childless, yaitu tidak memiliki anak karena faktor di luar kehendak, seperti masalah kesuburan atau kondisi medis tertentu.

Keputusan childfree biasanya lahir dari refleksi mendalam mengenai nilai hidup, tujuan pribadi, dan gaya hidup yang ingin dijalani. Pilihan ini tidak berkaitan dengan batasan fisik untuk menjadi orang tua, melainkan dengan preferensi dan prioritas masing-masing individu atau pasangan.

Fenomena childfree sendiri semakin terlihat di Indonesia, meski tingkat pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap konsep ini masih beragam di setiap lingkungan.

Alasan Seseorang Memilih Childfree

Setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda dalam memutuskan untuk hidup childfree. Beberapa alasan yang paling umum meliputi:

  • Fokus pada karir atau pengembangan diri, sehingga dapat memberi ruang lebih pada tujuan pribadi
  • Pertimbangan kesehatan mental atau fisik, yang membuat peran sebagai orang tua dirasa kurang sesuai dengan kondisi saat ini
  • Faktor ekonomi, seperti biaya hidup atau tanggung jawab finansial jangka panjang. Membesarkan anak membutuhkan biaya yang tidak sedikit
  • Pengalaman masa lalu yang memengaruhi pandangan terhadap pengasuhan atau kehidupan berkeluarga
  • Keinginan hidup lebih bebas dan fleksibel, baik dari segi waktu maupun gaya hidup
  • Tidak memiliki dorongan atau keinginan untuk menjadi orang tua, yang merupakan preferensi pribadi dan sah

Meskipun sering disalahpahami sebagai egois atau menentang nilai keluarga, keputusan childfree umumnya diambil melalui proses pemikiran yang matang dan bukan didasarkan pada alasan negatif.

Kelebihan Childfree

Di balik berbagai pandangan tentang pilihan untuk tidak memiliki anak, childfree juga memiliki sejumlah kelebihan yang membuat sebagian orang merasa lebih cocok menjalaninya. Kelebihannya antara lain:

Lebih banyak waktu untuk diri sendiri

Menjadi childfree memberi seseorang lebih banyak ruang untuk melakukan self care, menulis, menjalin pertemanan, atau mengejar hobi. Selain itu, hubungan dengan pasangan pun bisa lebih fokus karena tidak terbagi dengan tanggung jawab pengasuhan.

Bisa lebih fokus pada karier dan minat lain

Tanpa beban merawat anak, energi dan waktu bisa diarahkan untuk pekerjaan, proyek kreatif, kegiatan sosial, atau kontribusi bagi masyarakat. 

Fleksibilitas dalam merencanakan hidup

Karena tidak ada tanggungan anak, seseorang atau pasangan childfree bisa membuat keputusan besar (misalnya pindah kota, investasi, gaya hidup) dengan lebih bebas, tanpa harus mempertimbangkan kebutuhan anak.

Itulah berbagai kelebihan childfree. Meski ada anggapan bahwa hidup tanpa anak membuat seseorang lebih bahagia, belum ada penelitian yang benar-benar membuktikannya. Kebahagiaan setiap orang berbeda, sehingga pilihan untuk tidak punya anak tetap sah selama sesuai dengan nilai dan tujuan hidup masing-masing.

Kekurangan Childfree

Layaknya dua sisi, ada pula kekurangan dari childfree. Untuk lebih jelas, berikut adalah tantangan atau kekurangan dari childfree yang perlu dipahami: 

1. Terkena stigma sosial masyarakat

Dalam masyarakat yang masih sangat menjunjung pentingnya punya keturunan, pilihan childfree bisa memicu komentar atau penilaian negatif. Tekanan dari keluarga atau lingkungan juga kerap membuat sebagian orang merasa tidak nyaman dengan keputusan ini.

2. Terasing dalam pergaulan

Tidak memiliki anak kadang membuat seseorang merasa kurang sejalan dengan teman sebayanya. Ketika obrolan atau aktivitas banyak berkaitan dengan urusan anak, mereka yang memilih childfree bisa merasa tidak berada pada frekuensi yang sama. Lama-kelamaan, kondisi ini dapat menimbulkan rasa seperti berada di luar lingkaran pergaulan.

3. Tidak merasakan peran sebagai orang tua

Banyak orang masih melihat menjadi orang tua sebagai tahap penting dalam hidup. Bagi sebagian yang memilih childfree, hal ini bisa menimbulkan perasaan seperti melewatkan salah satu fase kehidupan yang dianggap penting oleh masyarakat.

4. Kurangnya dukungan di masa tua

Tanpa anak, mungkin tidak ada orang terdekat yang bisa membantu saat kondisi kesehatan menurun atau ketika membutuhkan dukungan sehari-hari. Oleh karena itu, orang yang memilih childfree perlu merencanakan masa tuanya dengan lebih matang, termasuk urusan tempat tinggal, dukungan sosial, dan kondisi keuangan.

Keputusan untuk menjalani kehidupan childfree bukanlah sesuatu yang sederhana, dan bisa saja berubah seiring dengan perjalanan hidup, kedewasaan emosional, atau pengalaman pribadi.

Oleh karena itu, jika Anda atau pasangan sedang mempertimbangkan untuk menjadi childfree, penting untuk membahasnya dengan tenang dan mempertimbangkan konsekuensinya. Jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog, konselor, atau dokter untuk mendapatkan panduan yang objektif dan sesuai kebutuhan.

Bila muncul tekanan, kebingungan, atau kecemasan terkait keputusan tersebut, Anda juga bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk berdiskusi secara aman dan nyaman, demi menjaga kesehatan mental serta hubungan yang tetap sehat.