Ciri-ciri telinga layu bisa menandakan adanya gangguan kesehatan pada telinga yang patut diwaspadai. Tidak hanya memengaruhi pendengaran, perubahan ini juga bisa berdampak pada keseimbangan tubuh dan rutinitas harian. Mengenali ciri-ciri telinga layu sejak awal sangat penting agar langkah penanganan dapat dilakukan sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.
Perubahan pada telinga, seperti layu atau tampak lemas, sering kali berkaitan dengan masalah di jaringan telinga, infeksi, cedera, bahkan gangguan aliran darah di sekitar area tersebut. Pada beberapa kasus, ciri-ciri telinga layu juga bisa menjadi tanda infeksi telinga yang memerlukan penanganan medis segera agar tidak menimbulkan masalah jangka panjang.

Selain itu, di masyarakat masih beredar mitos yang mengaitkan telinga layu dengan tanda seseorang akan meninggal dunia. Padahal, anggapan ini tidak memiliki dasar medis dan sering kali muncul dari pengamatan yang keliru terhadap perubahan kondisi tubuh pada orang yang sedang sakit berat.
Ciri-Ciri Telinga Layu
Berikut ini adalah ciri-ciri telinga layu serta gejala lain yang perlu diperhatikan:
1. Telinga terlihat terkulai atau turun
Telinga yang tampak terkulai atau posisinya lebih rendah dibandingkan sisi lainnya dapat menjadi tanda adanya gangguan pada jaringan penyangga daun telinga. Kondisi ini bisa disebabkan oleh peradangan tulang rawan, cedera telinga, atau gangguan pada saraf wajah. Akibatnya, telinga kehilangan kekencangan alaminya sehingga terlihat layu atau tidak simetris.
2. Keluar cairan dari telinga
Keluarnya cairan dari telinga, baik yang bening, kekuningan, kehijauan, hingga bernanah, sering kali berkaitan dengan infeksi telinga luar maupun infeksi telinga tengah. Cairan tersebut dapat berasal dari peradangan, luka pada saluran telinga, atau pecahnya gendang telinga.
Ciri-ciri telinga layu ini perlu diwaspadai, terutama jika disertai bau tidak sedap atau nyeri.
3. Rasa nyeri atau sensasi penuh di telinga
Rasa nyeri dan sensasi penuh di telinga umumnya terjadi akibat penumpukan cairan, pembengkakan jaringan, atau peradangan di dalam telinga. Keluhan ini dapat mengganggu kenyamanan, menyebabkan penurunan pendengaran sementara, dan sering muncul bersamaan dengan infeksi telinga.
4. Telinga berdenging atau pendengaran menurun
Denging pada telinga atau penurunan pendengaran dapat terjadi akibat peradangan, penumpukan cairan, atau gangguan saraf pendengaran. Jika muncul secara tiba-tiba atau semakin memburuk, ciri-ciri telinga layu ini tidak boleh diabaikan karena berisiko menimbulkan gangguan pendengaran jangka panjang.
5. Demam
Demam yang menyertai ciri-ciri telinga layu umumnya menandakan adanya proses infeksi dalam tubuh. Pada infeksi telinga, demam dapat muncul sebagai respons sistem imun terhadap bakteri atau virus, terutama jika peradangannya cukup berat atau mulai menyebar.
6. Gangguan keseimbangan
Masalah keseimbangan seperti pusing berputar (vertigo), rasa melayang, atau mual dapat muncul apabila gangguan pada telinga layu melibatkan telinga bagian dalam. Telinga bagian dalam berperan penting dalam menjaga keseimbangan, sehingga peradangan di area ini dapat mengganggu keseimbangan tubuh.
Memahami ciri-ciri telinga layu sejak dini dapat membantu Anda lebih waspada terhadap perubahan kesehatan telinga dan keseimbangan tubuh. Meski sebagian keluhan bersifat ringan, penting untuk mengenali perbedaannya dengan tanda-tanda yang lebih serius agar tidak salah menafsirkan kondisi dan terjebak pada mitos yang tidak berdasar.
Jika Anda mengalami ciri-ciri telinga layu di atas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui secara tepat. Sebagai langkah awal yang praktis dan aman, Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan penjelasan medis yang sesuai dengan kondisi Anda.