Civell adalah antibiotik untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, pernapasan, dan pencernaan. Civell mengandung ciprofloxacin yang bekerja membunuh bakteri penyebab infeksi.
Tiap sediaan Civell mengandung ciprofloxacin yang termasuk antibiotik spektrum luas untuk melawan berbagai jenis bakteri. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim penting yang dibutuhkan bakteri untuk berkembang dan bertahan hidup.

Dengan cara kerja tersebut, Civell dapat membantu menghentikan penyebaran infeksi dan meredakan gejalanya. Civell tersedia dalam bentuk tablet pelepasan lambat dan infus, serta tidak efektif untuk mengatasi infeksi akibat virus, seperti flu atau pilek.
Produk Civell
Civell tersedia dalam 2 varian, yaitu:
- Civell MR tablet pelepasan lambat, tiap tabletnya mengandung 1000 mg Ciprofloxacin.
- Civell infus, tiap 1 softbag mengandung 100 ml Ciprofloxacin
Apa Itu Civell
| Bahan aktif | Ciprofloxacin |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antibiotik jenis quinolone |
| Manfaat | Mengatasi infeksi bakteri |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak sesuai anjuran dokter |
| Civell untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Civell untuk ibu menyusui | Obat ini umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui bila memang diperlukan sesuai anjuran dokter. Bila memungkinkan, tunda menyusui hingga 3–4 jam setelah mengonsumsi obat yang mengandung ciprofloxacin. |
| Bentuk obat | Tablet pelepasan lambat dan infus |
Peringatan sebelum Menggunakan Civell
Civell harus digunakan sesuai resep dokter. Sebelum menggunakannya, perhatikan beberapa hal berikut:
- Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap ciprofloxacin atau antibiotik golongan quinolone lain, seperti levofloxacin atau moxifloxacin.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung, termasuk aritmia, penyakit jantung koroner, atau kelainan pada hasil EKG.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki gangguan ginjal, hati, diabetes, epilepsi, atau riwayat kejang.
- Beri tahu dokter jika Anda atau keluarga memiliki riwayat gangguan irama jantung atau henti jantung mendadak.
- Diskusikan dengan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Informasikan kepada dokter mengenai semua obat yang sedang digunakan, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mencegah interaksi obat.
- Hindari paparan sinar matahari berlebihan selama menggunakan Civell karena dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi atau efek samping serius setelah menggunakan Civell.
Dosis dan Aturan Pakai
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Civell berdasarkan kondisi pasien:
Kondisi: sistitis Akut Tanpa Komplikasi (Uncomplicated Cystitis):
- Dewasa: 250 mg, 2 kali sehari (setiap 12 jam) selama 3 hari. Tablet Lepas Lambat (Extended-release): 500 mg, 1 kali sehari selama 3 hari.
Kondisi: ISK Komplikasi atau Pielonefritis (Infeksi Ginjal):
- Dewasa: 250–500 mg, 2 kali sehari selama 7–14 hari. Tablet Lepas Lambat (Extended-release): 1.000 mg, 1 kali sehari selama 7–14 hari.
- Anak (≥1 tahun): 10–20 mg/kgBB, 2 kali sehari. Maksimal 750 mg per dosis. Durasi 7–14 hari.
Kondisi: Infeksi Saluran Pernapasan, Kulit, dan Jaringan Lunak
- Dewasa: 500–750 mg, 2 kali sehari (setiap 12 jam) selama 7–14 hari.
Kondisi: Infeksi Tulang dan Sendi
- Dewasa: 500–750 mg, 2 kali sehari (setiap 12 jam) selama 4–8 minggu.
Kondisi: Diare Akibat Infeksi Bakteri
- Dewasa: 500 mg, 2 kali sehari (setiap 12 jam) selama 5–7 hari.
Kondisi: Prostatitis (Infeksi Prostat):
- Dewasa: 500 mg, 2 kali sehari selama hingga 28 hari.
Kondisi: Gonore Tanpa Komplikasi:
- Dewasa: 250–500 mg sebagai dosis tunggal.
Kondisi: Profilaksis Bedah (Pencegahan Infeksi Operasi):
- Dewasa: 750 mg sebagai dosis tunggal, diberikan 60 menit sebelum prosedur.
Kondisi: Anthrax (Inhalasi):
- Dewasa: 500 mg, 2 kali sehari selama 60 hari.
- Anak: 15 mg/kgBB, 2 kali sehari (Maksimal 500 mg per dosis) selama 60 hari.
Penggunaan Civell dalam bentuk infus akan diberikan oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter. Lama pengobatan dapat bervariasi tergantung respons pasien terhadap terapi. Gunakan obat sesuai anjuran dokter dan jangan menghentikan pengobatan tanpa persetujuan dokter.
Cara Menggunakan Civell dengan Benar
Agar hasil pengobatan maksimal, perhatikan cara penggunaan berikut:
- Ikuti anjuran dokter dan baca aturan pakai pada kemasan sebelum menggunakan Civell.
- Civell dalam bentuk infus diberikan oleh dokter atau tenaga medis di rumah sakit sesuai kondisi pasien.
- Civell dalam bentuk tablet dapat diminum sebelum atau sesudah makan.
- Telan tablet secara utuh dengan bantuan air putih, jangan dibelah atau dihancurkan.
- Hindari konsumsi susu atau produk olahannya dalam waktu dekat dengan minum obat ini karena dapat mengurangi efektivitasnya.
- Jika mengonsumsi antasida atau suplemen yang mengandung zat besi, kalsium, atau magnesium, beri jarak minimal 2 jam sebelum atau 6 jam setelah minum Civell.
- Konsumsilah obat pada waktu yang sama setiap hari.
- Jika lupa minum obat, segera konsumsi saat ingat. Namun, jika sudah mendekati jadwal berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
- Habiskan obat sesuai durasi yang ditentukan dokter, meskipun gejala sudah membaik.
- Simpan obat di tempat kering, sejuk, dan terhindar dari sinar matahari langsung.
Interaksi Civell dengan Obat Lain
Kandungan ciprofloxacin dalam Civell dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersama obat tertentu, seperti:
- Peningkatan risiko kejang jika digunakan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen
- Penurunan efektivitas obat jika digunakan bersama antasida atau suplemen yang mengandung kalsium, magnesium, atau zat besi
- Peningkatan risiko gangguan irama jantung jika digunakan dengan obat antiaritmia, seperti amiodaron atau sotalol
- Peningkatan risiko perdarahan jika digunakan dengan warfarin
- Peningkatan risiko kerusakan tendon jika digunakan bersama kortikosteroid
Untuk mencegah efek interaksi obat, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Civell bersama obat lain. Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER bila memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani pengobatan dari dokter.
Efek Samping dan Bahaya Civell
Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan Civell, antara lain:
- Mual dan muntah
- Diare
- Sakit perut
- Sakit kepala atau pusing
- Ruam kulit
Bila efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau justru sering hilang timbul, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter. Konsultasi dapat dilakukan secara langsung dengan membuat janji temu dokter melalui fitur booking di aplikasi ALODOKTER.
Namun, Civell juga dapat menimbulkan efek samping serius meski jarang terjadi, di antaranya:
- Reaksi alergi berat, seperti sesak napas atau bengkak pada wajah
- Gangguan irama jantung
- Kejang
- Nyeri atau pembengkakan pada tendon
- Gangguan fungsi hati, seperti kulit dan mata menguning
Segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat jika mengalami efek samping serius tersebut. Penanganan yang tepat dan mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.