Clamixin adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri pada saluran pernapasan, saluran kemih, dan kulit. Clamixin tersedia dalam bentuk tablet dan sirop, sehingga mudah dikonsumsi sesuai usia. Dengan penggunaan tepat, Clamixin membantu tubuh melawan bakteri lebih cepat dan efektif.
Clamixin mengandung kombinasi amoxicillin dan asam klavulanat yang bekerja saling melengkapi untuk mengatasi infeksi bakteri. Amoxicillin berfungsi membunuh bakteri dengan cara merusak dinding sel bakteri, sehingga bakteri tidak bisa bertahan hidup.

Namun, beberapa jenis bakteri dapat menjadi kebal terhadap amoxicillin karena menghasilkan enzim tertentu. Di sinilah peran asam klavulanat dibutuhkan. Zat ini bekerja menghambat enzim tersebut, sehingga amoxicillin tetap bisa bekerja secara optimal.
Produk Clamixin
Clamixin tersedia dalam 2 varian, yaitu:
- Clamixin 500 mg 6 Tablet, yang tiap tabletnya mengandung 500 mg amoxicillin dan 125 mg asam klavulanat.
- Clamixin Sirup Kering 60 ml, dengan kandungan 125 mg amoxicillin dan 31,25 mg asam klavulanat tiap 5 ml nya.
Apa Itu Clamixin
| Bahan Aktif | Amoxicillin dan asam klavulanat |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antibiotik |
| Manfaat | Mengobati infeksi bakteri |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Clamixin untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Jika Anda sedang hamil, konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini. | |
| Clamixin untuk ibu menyusui | Kandungan amoxicillin dan asam klavulanat dalam Clamixin dapat terserap ke dalam ASI dalam jumlah kecil dan kemungkinan tidak menyebabkan efek samping pada bayi. |
| Bila Anda sedang menyusui, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. | |
| Bentuk obat | Kaplet salut selaput dan sirop kering |
Peringatan sebelum Menggunakan Clamixin
Sebelum mulai mengonsumsi Clamixin, ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui. Memahami informasi ini akan membantu pengobatan berjalan lebih aman dan efektif:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Clamixin tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap amoxicillin dan asam klavulanat. Jika Anda pernah mengalami reaksi alergi serius akibat obat apa pun, sampaikan juga hal tersebut kepada dokter.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti penyakit liver, ginjal, jantung, demam kelenjar, atau sedang menjalani cuci darah.
- Pastikan Anda memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
- Beri tahu dokter semua obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang digunakan untuk menghindari interaksi obat.
- Informasikan ke dokter jika Anda berencana melakukan atau baru menjalani imunisasi dengan vaksin bakteri hidup, seperti vaksin tifoid.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan pil KB sebagai alat kontrasepsi.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Clamixin, jika Anda berencana untuk menjalani tindakan medis apa pun, termasuk operasi gigi.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi obat ini. Clamixin dapat menyebabkan pusing.
- Segera hubungi dokter jika muncul reaksi alergi atau efek samping serius setelah menggunakan Clamixin.
Dosis dan Aturan Pakai Clamixin
Dosis Clamixin tidak sama untuk setiap orang. Hal ini tergantung pada beberapa faktor, seperti usia, berat badan, jenis infeksi yang dialami dan tingkat keparahan infeksi. Berikut dosis umum amoxicillin dan asam klavulanat yang terkandung dalam Clamixin:
Untuk infeksi bakteri dengan gejala ringan
Dewasa
Bentuk obat & dosis:
- Sirop: 125–250 mg amoxicillin + 31,25–62,5 mg asam klavulanat per 5 mL, 3 kali sehari
- Tablet: 250 mg amoxicillin, 3 kali sehari, atau 500 mg 2 kali sehari.
Anak-anak dengan berat badan < 40 kg: Dosis rata-rata: 20-25 mg/kgBB/hari, 2-3 kali sehari
Anak < 3 bulan: 30 mg/kgBB/hari, 2 kali sehari
Untuk infeksi bakteri serius
Dewasa
- Sirop kering: 125–250 mg amoxicillin + 31,25–62,5 mg klavulanat per 5 mL, 3 kali sehari
- Tablet: 500 mg amoxicillin + 125 mg klavulanat, 3 kali sehari
Anak-anak dengan berat badan < 40 kg: Dosis umumnya: 40-45 mg/kgBB/hari, 2-3 kali sehari
Untuk infeksi otitis media atau infeksi sinus
Dewasa: 90 mg/kgBB/hari, 2 kali sehari.
Anak usia <3 bulan, dengan berat badan < 40 kg: Dosis: 200 mg/5 mL atau 400 mg/5 mL, diminum setiap 12 jam selama 10 hari
Anak dengan berat badan ≥ 40 kg: Dosis: 250 mg setiap 8 jam atau 500 mg setiap 12 jam
Jika infeksi tidak menunjukkan perbaikan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Cara Menggunakan Clamixin dengan Benar
Gunakan Clamixin sesuai anjuran dokter dan aturan pakai pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter. Tidak hanya dosis, cara minum Clamixin yang tepat juga memengaruhi efektivitas obat. Agar hasil pengobatan optimal, perhatikan panduan berikut:
- Telan tablet Clamixin utuh dengan air putih, tanpa dibelah, dikunyah, atau dihancurkan.
- Untuk Clamixin sediaan sirop kering, larutkan dulu dengan air sesuai petunjuk pada botol.
- Minumlah Clamixin pada waktu yang sama setiap hari. Jika lupa, segera minum begitu teringat. Namun, bila sudah mendekati jadwal dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
- Jangan gunakan obat yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Clamixin sirop kering sebaiknya tidak digunakan lebih dari 7 hari setelah dilarutkan atau setelah kemasan dibuka.
- Lakukan kontrol ulang ke dokter sesuai jadwal untuk memantau kondisi dan respons terapi. Jika digunakan dalam jangka panjang, dokter mungkin akan memeriksa fungsi hati atau ginjal Anda.
- Simpan Clamixin di tempat sejuk dan kering pada suhu ruangan, jauh dari sinar matahari langsung, serta hindarkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Clamixin dengan Obat Lain
Mengonsumsi Clamixin bersamaan dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerjanya atau meningkatkan risiko efek samping. Beberapa interaksi obat yang perlu diwaspadai meliputi:
- Penurunan efektivitas Clamixin jika digunakan bersama kontrasepsi hormonal oral (pil KB).
- Peningkatan risiko terjadinya iritasi atau perdarahan saluran cerna jika digunakan bersama obat antikoagulan, seperti warfarin.
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping jika digunakan bersama obat probenesid atau allopurinol.
Untuk menghindari efek samping atau iritasi yang tidak diinginkan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan Clamixin bersamaan dengan obat atau produk kesehatan lainnya.
Efek Samping dan Bahaya Clamixin
Secara umum, Clamixin aman digunakan jika sesuai dosis dan aturan dokter. Namun, segera hubungi dokter jika muncul efek samping serius, seperti:
- Mual, muntah, atau diare
- Nyeri perut atau kembung
- Sariawan atau infeksi jamur di mulut
- Ruam ringan
Hentikan pemakaian dan segera konsultasi ke dokter. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter atau buat janji konsultasi di rumah sakit.
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami efek samping yang lebih serius, seperti:
- Reaksi alergi berat, seperti ruam luas, wajah bengkak, dan sesak napas
- Diare berat atau berdarah
- Gangguan fungsi hati, seperti kulit atau mata menjadi kuning
- Penurunan jumlah sel darah putih
- Gangguan ginjal
Hentikan pemakaian dan segera konsultasi ke dokter. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter atau buat janji konsultasi di rumah sakit.