Combantrin Tablet adalah obat cacing yang mengandung pirantel pamoat. Obat ini efektif untuk mengatasi berbagai infeksi cacing di saluran pencernaan, seperti cacing kremi, cacing gelang, dan cacing tambang.
Kandungan pirantel pamoat di dalam Combantrin Tablet bekerja dengan cara melumpuhkan cacing di dalam saluran pencernaan. Dengan begitu, cacing tidak bisa tumbuh dan berkembang biak. Cacing yang lumpuh kemudian akan terbawa keluar bersama tinja.
Penggunaan Combantrin Tablet penting untuk mencegah komplikasi akibat infeksi cacing, seperti kekurangan gizi dan gangguan pertumbuhan, terutama pada anak-anak. Selain tablet, Combantrin juga tersedia dalam bentuk suspensi.
Combantrin Tablet memiliki 2 varian yang beredar di pasaran, yaitu:
- Combantrin Tablet 125 yang mengandung 125 mg pirantel pamoat. Obat ini berisi 4 tablet.
- Combantrin Tablet 250 yang mengandung 250 mg pirantel pamoat. Obat ini berisi 2 tablet.
Beli Combantrin Tablet di Aloshop
Apa Itu Combantrin Tablet
| Bahan aktif | Pirantel pamoat |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Antihelmintik atau obat cacing |
| Manfaat | Mengatasi infeksi cacing atau cacingan |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak usia di atas 2 tahun |
| Combantrin Tablet untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Combantrin Tablet untuk ibu menyusui | Belum diketahui apakah kandungan pirantel pamoat di dalam Konvermex Sirup terserap ke dalam ASI atau tidak. Jika Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan Sebelum Mengonsumsi Combantrin Tablet
Meski bisa dibeli secara bebas di apotek, Combantrin Tablet tidak boleh digunakan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat ini , antara lain:
- Jangan mengonsumsi Combantrin Tablet jika Anda alergi terhadap obat ini.
- Jangan memberikan Combantrin Tablet kepada anak usia di bawah 2 tahun.
- Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Combantrin Tablet jika Anda mengalami nyeri perut hebat, atau sulit buang air besar (sembelit) dan buang angin.
- Beri tahu dokter jika Anda memiliki dehidrasi, malnutrisi, penyakit liver atau anemia.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Combantrin Tablet, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
- Jangan langsung mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah mengonsumsi Combantrin Tablet jika obat ini menyebabkan kantuk atau pusing.
- Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Combantrin Tablet jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
- Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Combantrin Tablet jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mengantisipasi interaksi obat.
- Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda masih melihat cacing hidup di tinja, atau jika gejala tidak membaik setelah mengonsumsi Combantrin Tablet.
- Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat setelah mengonsumsi Combantrin Tablet, terutama dalam dosis berlebihan.
Dosis dan Aturan Pakai Combantrin Tablet
Berikut ini adalah dosis umum Combantrin Tablet untuk mengobati infeksi cacing berdasarkan:
Combantrin tablet sediaan 125 mg
- Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: 3–4 tablet, 1 kali.
- Anak usia 6–12 tahun: 2–3 tablet, 1 kali.
- Anak usia 2–6 tahun: 1–2 tablet, 1 kali.
Combantrin tablet sediaan 250 mg
- Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: 1 ½–2 tablet, 1 kali.
- Anak usia 6–12 tahun: 1–1 ½ tablet, 1 kali.
- Anak usia 2–6 tahun: ½ –1 tablet, 1 kali.
Cara Mengonsumsi Combantrin Tablet dengan Benar
Selalu ikuti anjuran dokter dan baca aturan pakai yang tertera pada kemasan obat. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Agar infeksi cacing cepat hilang, obat ini harus digunakan dengan benar. Berikut adalah panduaan penggunaan Combantrin Tablet yang benar:
- Combantrin Tablet bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
- Telan tablet Combantrin dengan bantuan air putih, susu, atau jus buah.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Combantrin Tablet, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Perlu diketahui bahwa cacing yang telah mati oleh Combantrin akan keluar dengan sendirinya bersama tinja. Oleh karena itu, Anda tidak perlu mengonsumsi obat pencahar untuk mengeluarkan cacing dari usus.
- Jika salah seorang anggota keluarga Anda menderita infeksi cacing, kemungkinan besar anggota keluarga lain juga terinfeksi cacing yang sama. Guna memutus rantai infeksi dalam satu rumah, seluruh anggota keluarga dianjurkan untuk mengonsumsi Combantrin Tablet secara bersamaan meski mereka tidak mengalami gejala.
- Simpan Combantrin Tablet di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan Combantrin dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Combantrin Tablet dengan Obat Lain
Berikut ini adalah sejumlah interaksi yang dapat terjadi jika kandungan pirantel pamoat dalam Combantrin Tablet digunakan bersama dengan obat lain:
- Penurunan efek pirantel pamoat dan piperazine jika keduanya digunakan secara bersamaan
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping teofilin jika keduanya digunakan secara bersamaan
Untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi Combantrin bersama obat lain. Anda dapat berkonsultasi melalui fitur Chat di aplikasi ALODOKTER, untuk memastikan keamanan penggunaan Combantrin sesuai dengan kondisi kesehatan dan obat-obatan yang sedang Anda konsumsi.
Efek Samping dan Bahaya Combantrin Tablet
Ada beberapa efek samping yang bisa muncul setelah mengonsumsi Combantrin Tablet, yaitu:
- Mual
- Muntah
- Diare
- Sakit kepala atau pusing
- Hilang nafsu makan
- Kantuk
- Kemerahan atau gatal di kulit
- Biduran
- Berkeringat atau keringat dingin
Hentikan penggunaan obat dan konsultasikan ke dokter jika efek samping di atas tidak juga mereda atau justru bertambah berat. Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat yang bisa ditandai dengan ruam gatal di kulit, bengkak di kelopak mata atau bibir, atau kesulitan bernapas.
