Pengobatan demam pada anak perlu disesuaikan dengan penyebab, usia, serta kondisi anak secara keseluruhan. Tidak semua demam pada anak perlu diberikan obat, karena demam merupakan respons alami tubuh dalam melawan infeksi. Pada banyak kasus, demam ringan dapat membaik dengan perawatan mandiri di rumah.
Meski begitu, orang tua tetap perlu membantu menjaga kenyamanan anak dan mencegah terjadinya dehidrasi selama anak mengalami demam.
Berbagai Cara Pengobatan Demam pada Anak
Pengobatan demam pada anak umumnya bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh, membuat anak lebih nyaman, serta menangani penyebab yang mendasarinya. Penanganan dapat dilakukan melalui perawatan rumahan maupun pengobatan medis tertentu sesuai kondisi anak.
Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan demam pada anak:
Perawatan mandiri di rumah
Sebagian besar demam pada anak dapat ditangani dengan perawatan sederhana di rumah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Atur suhu kamar anak agar tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
- Bawa anak untuk berendam air hangat atau suam-suam kuku.
- Berikan kompres sejuk (bukan es), seperti plester kompres demam anak pada kening, lengan, dan betis.
- Berikan pakaian dan selimut yang tipis. Jangan memakaikan baju dan selimut tebal pada anak agar panas tubuhnya tidak terperangkap dan membuat suhu tubuhnya makin naik.
- Jaga asupan cairan anak untuk mencegah dehidrasi. Cairan yang diberikan perlu disesuaikan dengan usia anak, bisa berupa ASI, oralit, atau air putih.
- Jangan memaksakan anak untuk makan terlalu banyak, terutama jika ia muntah-muntah. Berikan makanan secukupnya saja.
- Pastikan anak beristirahat yang cukup sebelum melanjutkan aktivitas. Anak baru boleh beraktivitas kembali jika demam telah reda setidaknya 24 jam.
Umumnya, anak baru boleh kembali beraktivitas setelah demam reda setidaknya selama 24 jam.
Selain suhu tubuh yang meningkat, orang tua juga perlu memperhatikan tanda dehidrasi pada anak demam, seperti bibir kering, anak tampak sangat lemas, menangis tanpa air mata, atau frekuensi buang air kecil berkurang.
Pemberian obat penurun demam
Apabila demam membuat anak rewel, lemas, atau tidak nyaman, dokter dapat menyarankan pemberian obat penurun demam, seperti paracetamol atau ibuprofen. Dosis obat harus disesuaikan dengan usia dan berat badan anak.
Oleh karena itu, penggunaan obat sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar dosis dan aturan pakainya tepat.
Perlu diketahui bahwa:
- Anak usia di bawah 2 bulan tidak boleh diberikan obat apa pun tanpa anjuran dokter
- Aspirin tidak dianjurkan untuk menurunkan demam pada anak, kecuali atas rekomendasi dokter, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom Reye
Ibuprofen umumnya tidak disarankan pada anak yang mengalami dehidrasi berat, muntah terus-menerus, atau memiliki gangguan lambung tertentu karena dapat meningkatkan risiko efek samping.
Penanganan medis di rumah sakit
Bila demam pada anak tergolong berat atau disebabkan oleh kondisi tertentu, dokter dapat memberikan penanganan lebih lanjut, seperti:
- Pemberian antibiotik, untuk mengatasi demam akibat infeksi bakteri
- Rawat inap di rumah sakit, untuk pemantauan kondisi anak secara lebih ketat
- Cairan infus, untuk menangani dehidrasi
- Obat antikonvulsan, bila anak mengalami kejang demam yang berlangsung lebih dari 5 menit atau kejang berulang
Anak perlu segera mendapatkan pertolongan medis bila demam disertai sesak napas, kejang, penurunan kesadaran, ruam luas, muntah terus-menerus, atau tidak mau minum sama sekali.
Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar demam pada anak dapat membaik dalam beberapa hari. Namun, bila demam berlangsung lebih dari 3 hari, suhu tubuh sangat tinggi, atau kondisi anak tampak semakin lemah, konsultasikan dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter agar penyebab demam dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.