Dermacoid krim adalah obat oles yang mengandung hydrocortisone. Dermacoid krim bermanfaat untuk meredakan peradangan dan gatal-gatal pada kulit akibat sejumlah kondisi, seperti eksim, psoriasis, reaksi alergi, atau ruam akibat gigitan serangga. 

Hydrocortisone pada Dermacoid krim termasuk obat kortikosteroid topikal. Obat ini berguna meredakan gatal-gatal, ruam kemerahan, nyeri, dan bengkak pada kulit yang mengalami peradangan.

Dermacoid Krim

Dalam mengatasi gejala radang kulit, hydrocortisone bekerja dengan tiga cara, yaitu:

  • Menekan respons sistem imun yang berlebihan saat terjadi peradangan pada kulit
  • Menghambat aktivitas senyawa pemicu timbulnya radang dan gatal-gatal
  • Mengecilkan pembuluh darah yang bengkak pada kulit yang meradang

Dermacoid Krim 10 gr hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Apa Itu Dermacoid Krim

Bahan aktif Hydrocortisone butyrate 1 mg
Golongan Obat resep
Kategori  Kortikosteroid topikal 
Manfaat Mengatasi gatal-gatal dan peradangan pada kulit akibat sejumlah kondisi, seperti:
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia >10 tahun
Dermacoid krim untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping hydrocortisone topikal terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Dermacoid krim untuk ibu menyusui Dermacoid krim umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui selama mengikuti petunjuk dokter.
Jika perlu menggunakan obat ini pada puting, oleskan setelah selesai menyusui dan jangan lupa untuk membersihkan sisa obat sebelum waktu menyusui selanjutnya.
Bentuk obat Krim

Peringatan sebelum Menggunakan Dermacoid Krim

Krim yang mengandung hydrocortisone tidak ditujukan untuk mengobati rosacea, jerawat, dermatitis perioral, atau ruam popok. Untuk memastikan Dermacoid krim tepat guna, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter melalui chat jika memiliki keluhan tertentu pada kulit.

Hal-hal berikut juga perlu diperhatikan sebelum memakai Dermacoid krim:

  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah mengalami iritasi kulit atau alergi setelah menggunakan obat oles. Bila memungkinkan, sebutkan juga jenis obatnya. Dermacoid krim tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap kandungan produk ini.
  • Berkonsultasilah ke dokter sebelum menggunakan Dermacoid krim jika Anda sedang menderita sindrom Cushing, diabetes, atau penyakit ginjal.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengalami infeksi kulit, seperti kandidiasis kulit, cacar, herpes, atau tuberkulosis kulit.
  • Berdiskusilah dengan dokter sebelum menggunakan Dermacoid krim jika terdapat luka tusuk, luka yang besar, luka bakar yang luas, atau gejala infeksi, seperti luka bernanah di area kulit yang akan diobati.
  • Pastikan Anda memberi tahu dokter jika sedang hamil atau menyusui.
  • Konsultasikan mengenai penggunaan Dermacoid krim jika Anda sedang menjalani terapi dengan suplemen, produk herbal, atau obat tertentu, termasuk obat oles lain. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
  • Jangan mengoleskan obat lain pada kulit yang sedang diobati dengan Dermacoid krim kecuali jika disarankan oleh dokter.
  • Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah memakai Dermacoid krim.

Dosis dan Aturan Pakai Dermacoid Krim

Agar peradangan kulit cepat sembuh, oleskan krim Dermacoid secara merata pada area kulit yang perlu diobati, 1–2 kali sehari. Lama pengobatan maksimal 7 hari atau sesuai petunjuk dokter.

Cara Menggunakan Dermacoid Krim dengan Benar

Penggunaan Dermacoid krim harus sesuai arahan dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasannya. Jangan menggunakan obat ini terlalu banyak atau terlalu sering, tetapi secukupnya saja sesuai aturan pakai. Sebab, pemakaian krim kortikosteroid secara berlebihan atau dalam waktu yang lama bisa menimbulkan efek samping.

Ingin hasil pengobatan lebih efektif? Ikuti cara pakai Dermacoid krim di bawah ini:

  • Pastikan untuk mencuci tangan dan mengeringkannya sebelum menggunakan Dermacoid krim. Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diobati.
  • Oleskan krim Dermacoid tipis-tipis di area kulit yang perlu diobati hingga merata.
  • Jangan menutup atau membalut area yang diolesi krim Dermacoid dengan perban, kecuali diperbolehkan dokter.
  • Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah menggunakan Dermacoid krim, kecuali jika yang diobati area tangan.
  • Simpan Dermacoid krim di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari panas serta lembap. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jika lupa menggunakan Dermacoid krim, segera pakai obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal pemakaian berikutnya, tidak perlu mengoleskan obat ini lebih banyak pada pemakaian selanjutnya.
  • Dermacoid krim hanya boleh digunakan di kulit. Bila obat tidak sengaja mengenai mata, atau bagian dalam hidung, mulut, vagina, maupun anus, segera bilas area tersebut dengan air bersih.
  • Hindari pemakaian Dermacoid krim lebih dari 1 minggu kecuali atas instruksi dokter. Beri tahu dokter melalui konsultasi online jika keluhan radang kulit tidak membaik atau kambuh lagi meski sudah menggunakan Dermacoid sesuai petunjuk dokter.
  • Segera temui dokter jika gejala radang kulit makin parah meski waktu pengobatan belum rampung. Manfaatkan fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER untuk memilih dokter dan rumah sakit sesuai kebutuhan Anda.
  • Jangan gunakan Dermacoid krim yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Obat oles ini tidak boleh digunakan lebih dari 3 bulan setelah kemasan dibuka.

Interaksi Dermacoid Krim dengan Obat Lain

Obat yang dioleskan ke kulit, seperti Dermacoid krim, jarang menimbulkan interaksi obat. Akan tetapi, tidak tertutup kemungkinan hydrocortisone pada krim ini bisa berinteraksi dengan obat atau bahan aktif tertentu. 

Oleh karena itu, hindari pemakaian Dermacoid krim bersama produk perawatan kulit atau obat oles lain pada area kulit yang sama, kecuali atas persetujuan dokter.

Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, konsultasikan dengan dokter jika hendak memakai Dermacoid krim bersama produk perawatan kulit atau obat oles lain.

Efek Samping dan Bahaya Dermacoid Krim

Efek samping yang terjadi pada kulit akibat pemakaian produk hydrocortisone topikal, seperti Dermacoid krim, bisa berupa:

  • Iritasi ringan, gatal, atau kemerahan
  • Kulit kering
  • Rasa panas atau perih sesaat setelah mengoleskan obat

Efek samping ini umumnya hanya terjadi di awal penggunaan dan akan mereda dalam beberapa hari. Jika keluhan tidak kunjung hilang atau malah bertambah parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter melalui layanan Chat Bersama Dokter.

Perlu diketahui bahwa penggunaan Dermacoid krim secara berlebihan atau dalam jangka panjang dan di luar anjuran dokter bisa menyebabkan efek samping serius.

Jangan tunda ke dokter jika penggunaan Dermacoid krim menimbulkan keluhan yang mengganggu, termasuk:

  • Stretch mark atau jerawat yang banyak
  • Infeksi folikel rambut atau folikulitis
  • Kulit menipis sehingga mudah memar
  • Gejala infeksi kulit, seperti kemerahan, bengkak, dan benjolan berisi nanah
  • Tumbuh bulu yang banyak atau hypertrichosis di area kulit yang diobati

Agar praktis, Anda dapat memanfaatkan fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER. Melalui layanan ini, Anda bisa melihat review dari jutaan pengguna, cek jadwal praktik dokter terbaru, dan langsung atur janji dalam hitungan menit.

Segera ke IGD terdekat jika timbul reaksi alergi obat setelah menggunakan Dermacoid krim. Gejala alergi obat bisa berupa biduran yang parah, bengkak di bibir atau kelopak mata, mengi, sesak napas, pusing berat seperti akan pingsan.