Dermaplaning adalah prosedur perawatan kulit yang makin diminati karena dapat membuat wajah tampak lebih halus dan cerah dalam waktu relatif singkat. Prosedur ini bekerja dengan cara mengangkat sel kulit mati dan bulu-bulu halus di wajah secara lembut, sehingga kulit terlihat lebih mulus dan segar.
Dermaplaning biasanya dilakukan untuk mengangkat bulu halus di wajah dan mengatasi sejumlah permasalahan di lapisan luar (epidermis) kulit wajah, seperti kulit kusam, tekstur kasar, bekas jerawat ringan, serta garis halus dan kerutan.

Meski sering disamakan dengan microdermabrasi, dermaplaning memiliki cara kerja yang berbeda. Prosedur ini dilakukan oleh dokter estetika menggunakan alat khusus yang menyerupai pisau bedah tipis. Selain mengangkat bulu halus (peach fuzz), dermaplaning juga membantu penyerapan produk skincare menjadi lebih optimal.
Kondisi yang Bisa Ditangani dengan Dermaplaning
Dermaplaning awalnya dikenal untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan bulu halus di wajah. Namun, dermaplaning juga dapat membantu mengatasi beberapa masalah kulit, seperti:
- Warna kulit tidak merata
- Kulit kusam
- Bekas jerawat ringan
- Garis halus di wajah
- Flek hitam ringan akibat paparan sinar matahari
- Tekstur kulit yang terasa kasar
Namun, perlu dipahami bahwa prosedur ini hanya bekerja di lapisan kulit paling luar, sehingga hasilnya bersifat sementara dan perlu dilakukan secara berkala.
Selain itu, dermaplaning umumnya lebih aman pada kulit tanpa masalah aktif. Pada kulit yang sedang berjerawat, mengalami infeksi, atau iritasi, prosedur ini justru bisa memperparah kondisi kulit.
Tidak semua kondisi kulit dapat ditangani dengan dermaplaning. Misalnya, jerawat meradang, luka terbuka, atau kelainan kulit tertentu sebaiknya tidak ditangani dengan prosedur ini.
Persiapan sebelum Dermaplaning
Sebelum menjalani dermaplaning, dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan serta produk perawatan kulit yang sedang Anda gunakan. Hal ini penting agar tindakan yang dilakukan sesuai dengan kondisi kulit Anda.
Dokter juga akan menjelaskan manfaat, risiko, serta perawatan setelah dermaplaning, sehingga Anda bisa mempertimbangkannya dengan lebih tenang.
Sebagai persiapan, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan sebelum dermaplaning:
- Menghindari penggunaan produk eksfoliasi atau peeling beberapa hari sebelumnya agar kulit tidak terlalu sensitif
- Menghindari paparan sinar matahari berlebihan dan menggunakan tabir surya
- Memberi tahu dokter jika sedang mengalami jerawat, iritasi, atau alergi kulit
- Tidak menggunakan riasan saat akan menjalani prosedur
Dengan persiapan yang tepat, prosedur dermaplaning bisa berjalan lebih aman dan nyaman.
Prosedur Dermaplaning
Sebelum dermaplaning dimulai, wajah akan dibersihkan terlebih dahulu untuk mengangkat kotoran dan minyak. Pada kondisi tertentu, dokter bisa mengoleskan krim bius ringan agar Anda merasa lebih nyaman selama prosedur.
Setelah itu, dokter akan menggunakan alat khusus untuk mengikis lapisan kulit terluar secara perlahan. Proses dermaplaning ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai kulit.
Prosedur ini biasanya berlangsung sekitar 30–45 menit, tergantung pada kondisi kulit. Setelah selesai, kulit akan diolesi gel penenang atau pelembap untuk membantu mengurangi kemerahan.
Dermaplaning umumnya tidak memerlukan waktu pemulihan yang lama, sehingga Anda bisa kembali beraktivitas seperti biasa setelahnya.
Hal yang Harus Diperhatikan setelah Dermaplaning
Setelah menjalani dermaplaning, Anda mungkin akan merasakan beberapa keluhan ringan, seperti:
- Kulit kemerahan dan terasa lebih sensitif
- Rasa perih ringan atau seperti tertarik
- Kulit terasa lebih kering
Kondisi ini umumnya wajar dan akan membaik dalam beberapa hari. Supaya kulit cepat pulih, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:
- Hindari paparan sinar matahari langsung dan gunakan tabir surya setiap hari.
- Gunakan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit.
- Hindari penggunaan produk yang bersifat keras atau mengiritasi sementara waktu.
- Jangan menyentuh atau menggosok kulit secara berlebihan.
Dermaplaning memang bisa memberikan hasil kulit yang lebih halus dan cerah dengan cepat. Namun, perlu diingat bahwa hasilnya tidak permanen dan perlu perawatan lanjutan agar tetap optimal.
Jika setelah dermaplaning kulit terasa semakin perih, muncul iritasi berat, atau tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter melalui Chat Bersama Dokter. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyembuhan yang tidak sempurna dan komplikasi.