Dermifar adalah obat antijamur untuk mengatasi infeksi jamur di kulit. Krim ini dapat digunakan untuk mengobati panu, candidiasis, kutu air (tinea pedis), kurap (tinea corporis), atau infeksi jamur di selangkangan (tinea cruris). Dermifar mengandung bahan aktif clotrimazole.

Kandungan clotrimazole dalam Dermifar mampu menghambat produksi ergosterol, yaitu senyawa penting yang diperlukan jamur untuk bertahan hidup dan bertambah banyak. Tanpa senyawa tersebut, dinding sel jamur akan rusak sehingga pertumbuhan jamur bisa dihentikan.

Dermifar

Produk Dermifar

Terdapat dua varian produk Dermifar yang tersedia di Indonesia, yaitu:

  • Dermifar krim kemasan tube 5 gram 
  • Dermifar krim kemasan tube 10 gram 

Apa Itu Dermifar

Bahan aktif Clotrimazole 
Golongan Obat bebas terbatas
Kategori Obat antijamur golongan azole
Manfaat Mengobati infeksi jamur di kulit
Digunakan oleh Dewasa 
Dermifar untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Penggunaan Dermifar pada masa kehamilan harus dengan arahan dokter.
Dermifar untuk ibu menyusui Dermifar aman digunakan oleh ibu menyusui. Jika digunakan pada payudara, usahakan untuk mengoleskan obat ini setelah menyusui atau bersihkan area payudara terlebih dahulu sebelum menyusui bayi.
Bentuk obat Krim

Peringatan sebelum Menggunakan Dermifar

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan Dermifar, yaitu:

  • Jangan menggunakan Dermifar jika Anda alergi terhadap kandungan obat ini, atau obat lain dari golongan antijamur azole, seperti econazole, ketoconazole, atau miconazole. Jika ragu, konsultasikan ke dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Konsultasikan dengan dokter jika area yang akan diobati sangat luas.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Dermifar jika Anda sedang hamil, menyusui, atau berencana untuk hamil.
  • Konsultasikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain atau produk herbal, terutama yang dioleskan ke kulit. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya interaksi antarobat.
  • Hindari penggunaan Dermifar untuk mengobati infeksi jamur kulit pada anak-anak, kecuali jika disarankan oleh dokter.
  • Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Dermifar.

Dosis dan Aturan Pakai Dermifar

Berikut ini adalah dosis umum Dermifar untuk mengatasi panu, candidiasis, kutu air (tinea pedis), kurap (tinea corporis), atau infeksi jamur di selangkangan (tinea cruris):

  • Oleskan krim tipis-tipis dan secara merata pada area kulit yang terinfeksi, 2–3 kali sehari. Lama pengobatan berkisar 2–4 minggu.

Cara Menggunakan Dermifar dengan Benar

Gunakan Dermifar sesuai aturan pakai yang terdapat pada kemasan atau ikuti anjuran dokter. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter melalui konsultasi online untuk mengetahui cara menggunakan Dermifar yang tepat. Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis yang ditentukan.

Berikut ini adalah cara menggunakan Dermifar yang benar:

  • Cuci tangan sebelum mengoleskan Dermifar. Bersihkan juga area kulit yang ingin diobati, kemudian keringkan dengan handuk.
  • Oleskan krim Dermifar secara merata pada area kulit yang terinfeksi jamur. Jangan menutup area yang diobati dengan perban, kecuali bila dokter menyarankan demikian.
  • Pastikan untuk mencuci tangan setelah menggunakan Dermifar, kecuali jika yang diobati adalah area tangan.
  • Jangan sampai Dermifar mengenai mata, mulut, atau hidung. Segera basuh bagian tersebut dengan air jika terkena obat ini.
  • Hindari mengenakan celana atau pakaian dalam yang ketat selama menjalani pengobatan dengan Dermifar untuk mengatasi infeksi jamur di selangkangan.
  • Kenakan sandal atau kaus kaki dengan bahan yang tidak membuat kaki mudah berkeringat jika Anda menggunakan Dermifar di area kaki.
  • Gunakan Dermifar pada waktu yang sama setiap harinya. Jika Anda lupa, tidak perlu mengoleskan lebih banyak krim ini pada waktu pemakaian berikutnya.
  • Periksakan diri Anda ke dokter jika gejala infeksi jamur tidak kunjung membaik setelah 4 minggu pengobatan.
  • Simpan Dermifar di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Dermifar dengan Obat Lain

Obat antijamur yang dioleskan ke kulit, seperti Dermifar, umumnya aman dan jarang menimbulkan interaksi obat. Akan tetapi, tidak tertutup kemungkinan bahwa obat ini dapat berinteraksi dengan obat atau bahan aktif tertentu.

Agar terhindar dari efek interaksi yang berbahaya, diskusikan dengan dokter sebelum memakai Dermifar bersama obat lain.

Efek Samping dan Bahaya Dermifar

Efek samping yang bisa timbul akibat penggunaan Dermifar pada kulit antara lain:

  • Sensasi terbakar atau perih di kulit
  • Bengkak 
  • Kulit kemerahan dan nyeri ketika ditekan
  • Muncul bintil seperti jerawat
  • Kulit terkelupas

Hubungi dokter jika efek samping yang timbul tidak membaik atau malah makin parah. Segera ke dokter bila muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Keluar nanah dari area yang diobati
  • Kulit melepuh
  • Timbul luka terbuka pada area yang diobati