Diagnosa medis untuk diare diperlukan agar penyebabnya bisa diketahui secara pasti. Dengan begitu, penanganan yang diberikan bisa benar-benar sesuai dan efektif.

Diare adalah kondisi buang air besar dengan tekstur cair atau encer lebih dari tiga kali dalam sehari. Pada kasus ringan, diare biasanya membaik dengan istirahat dan minum air putih yang cukup.

Diagnosa Medis untuk Diare, Jenis Pemeriksaan dan Pentingnya untuk Dilakukan - Alodokter

Namun, jika berlangsung lama, sering kambuh, atau disertai keluhan lain, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Diagnosis medis untuk diare diperlukan guna mengetahui penyebab pasti dan menentukan penanganan yang tepat guna mencegah komplikasi.

Jenis Pemeriksaan pada Diagnosa Medis untuk Diare

Memahami diagnosa medis untuk diare adalah kunci dalam penanganan keluhan ini. Ada beberapa tahapan yang biasanya dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosa medis untuk diare. Berikut ini penjelasannya:

1. Wawancara medis

Pada tahap awal diagnosa medis untuk diare, dokter akan menanyakan keluhan terkait, seperti berapa lama diare terjadi, seberapa sering buang air besar, warna dan tekstur feses. Selain itu, dokter juga akan menanyakan apakah disertai gejala lain, seperti mual, muntah, sakit perut, atau demam.

2. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik merupakan bagian dari diagnosa medis untuk diare yang bertujuan menilai tanda-tanda dehidrasi, misalnya mulut kering, mata cekung, atau jarang buang air kecil. Selain itu, dokter akan memeriksa kondisi perut, suhu tubuh, tekanan darah, dan denyut nadi.

3. Pemeriksaan laboratorium

Pada beberapa kasus, dokter mungkin akan menganjurkan tes feses untuk mendeteksi infeksi bakteri, virus, atau parasit, serta melihat ada tidaknya darah atau lendir pada tinja. Pemeriksaan darah juga bisa dilakukan untuk mengecek infeksi atau gangguan organ.

4. Pemeriksaan lanjutan

Jika diare tidak kunjung membaik atau ditemukan kelainan tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan sebagai bagian dari diagnosa medis untuk diare guna memastikan penyebab diare secara lebih akurat. Pemeriksaan ini meliputi tes intoleransi makanan, USG perut, endoskopi, atau kolonoskopi

Pentingnya Diagnosa Diare yang Tepat 

Penanganan diare, termasuk konsumsi obat-obatan, perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Mengonsumsi obat diare tanpa pemeriksaan medis yang tepat bisa menyebabkan gejala penting terabaikan dan bahkan memperburuk kondisi.

Sebagai contoh, diare karena infeksi usus akibat bakteri tertentu membutuhkan pengobatan antibiotik yang sesuai. Sementara itu, diare karena alergi makanan harus diatasi dengan menghindari makanan pemicu dan melakukan perubahan pola makan. 

Jadi, diagnosa medis untuk diare memastikan agar penyebab dan pengobatannya tepat. Pemeriksaan ini juga membantu mendeteksi kondisi serius yang mungkin tersembunyi di balik diare, seperti infeksi saluran cerna, radang usus, atau gangguan penyerapan nutrisi, sehingga risiko komplikasi dapat dicegah.

Sebenarnya, tidak semua diagnosa medis untuk diare memerlukan pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan lanjutan. Namun, Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter jika muncul tanda-tanda diare parah, seperti terdapat darah atau lendir pada feses, demam tinggi, muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, atau sampai pingsan.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami diare yang tak kunjung membaik, segera konsultasi ke dokter melalui Chat Bersama Dokter di ALODOKTER. Dokter akan membantu melakukan diagnosa medis untuk diare dan memberikan pengobatan, sehingga mencegah potensi komplikasi diare.