Diare yang disebabkan oleh stres biasanya tidak banyak disadari karena kondisi ini sering kali dianggap sebagai diare karena penyebab lain. Padahal, saat seseorang merasa cemas, tegang, atau mengalami tekanan batin, sistem pencernaan juga dapat bereaksi, misalnya dengan munculnya diare.
Stres memiliki hubungan erat dengan kesehatan saluran pencernaan melalui mekanisme gut–brain axis atau jaringan komunikasi antara otak dan sistem pencernaan. Sebab itulah, saat stres, tidak jarang seseorang langsung merasakan perut mulas, nyeri, hingga buang air besar berkali-kali dengan feses yang cair.

Pada sebagian orang, keluhan ini dapat berulang atau menetap, seperti pada irritable bowel syndrome tipe diare (IBS-D) alias sindrom iritasi usus besar dengan diare.
Alasan Terjadinya Diare yang Disebabkan oleh Stres
Ketika seseorang mengalami stres, tubuh memproduksi hormon adrenalin dan kortisol. Kedua hormon ini memengaruhi sistem saraf di saluran cerna sehingga pergerakan usus menjadi lebih cepat. Akibatnya, makanan yang dicerna tidak terserap dengan optimal dan tinja menjadi lebih cair.
Selain itu, stres dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus, meningkatkan permeabilitas dinding usus, dan memicu reaksi inflamasi ringan, terutama pada orang yang sensitif terhadap perubahan emosi. Semua faktor ini dapat menyebabkan keluhan diare ketika stres menyerang.
Stres juga dapat memperburuk penyakit pencernaan yang sudah ada, misalnya IBS atau penyakit radang usus.
Ciri-Ciri Diare yang Disebabkan oleh Stres
Nah, saat diare terjadi, seseorang biasanya mengalami buang air besar lebih sering atau bahkan lebih dari tiga kali sehari, BAB encer, dan perut terasa mulas tanpa henti. Selain itu, stres dapat memicu tanda-tanda diare yang khas dan bisa dibedakan dari penyebab lainnya lho.
Berikut beberapa ciri-ciri dari diare yang disebabkan oleh stres:
- Diare muncul saat sedang mengalami tekanan, kecemasan, atau situasi stres.
- Keluhan biasanya membaik atau hilang ketika stres mereda, tetapi bisa berulang-ulang pada beberapa orang.
- Tidak ada riwayat konsumsi makanan atau minuman yang jelas memicu diare, meskipun evaluasi medis tetap diperlukan bila ada tanda bahaya.
- Tidak ada gejala infeksi pencernaan, seperti demam tinggi atau muntah berat.
- Gejala lain seperti gemetar, jantung berdebar, atau keringat dingin dapat menyertai diare.
Cara Mengatasi Diare yang Disebabkan oleh Stres
Jika mengalami diare yang disebabkan oleh stres, ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu meringankan keluhan dan mempercepat pemulihan. Langkah utamanya adalah fokus meredakan stres dan menjaga kondisi tubuh.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan di rumah:
- Tenangkan diri dengan meditasi, pernapasan dalam, yoga, atau berdoa untuk meredakan stres
- Penuhi kebutuhan cairan dengan minum cukup air putih dan oralit bila ada tanda dehidrasi
- Hindari pemicu seperti kafein, alkohol, makanan pedas, atau berlemak, serta kenali situasi yang memicu diare
- Atur pola makan dengan porsi kecil tapi sering
Pada umumnya, diare yang disebabkan oleh stres akan membaik ketika kondisi emosional mulai stabil. Namun, jika diare berlangsung lebih dari 48 jam, disertai darah, demam tinggi, atau berat badan turun drastis, segera konsultasikan ke dokter ya.
Kamu juga bisa Chat Bersama Dokter jika membutuhkan saran lebih lanjut untuk menjaga kesehatan mental dan fisik lho. Dengan berkonsultasi, kamu bisa terhindar dari kondisi yang menghambat aktivitas, salah satunya diare yang disebabkan oleh stres.