Diagnosis ejakulasi dini diawali dengan memeriksa riwayat kesehatan pasien, termasuk kondisi psikologis dan hubungan pasien dengan pasangan. Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan fisik.

Jika ejakulasi dini diduga disebabkan oleh gangguan mental, dokter akan menyarankan pasien untuk konsultasi dengan psikiater. Sedangkan jika ejakulasi dini dicurigai terjadi akibat komplikasi penyakit yang diderita pasien, dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikannya. Beberapa tes yang dapat dilakukan adalah: