Jika Anda mengalami ejakulasi dini, maka dokter perlu mengetahui penyebabnya. Dokter mungkin akan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda (masalah kesehatan yang sebelumnya Anda miliki), bertanya tentang kehidupan seksual Anda dengan pasangan dan melakukan pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan laboratorium kadang-kadang diperlukan dalam kasus ejakulasi dini. Jika Anda mengalami ejakulasi dini disertai gejala sulit ereksi atau mempertahankan ereksi, maka dokter akan menyarankan Anda mengikuti pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini diperlukan dokter agar mengetahui kadar hormon testosteron Anda.

Selain pemeriksaan darah, ada juga tes urine. Tes ini akan disarankan jika dokter mencurigai bahwa ejakulasi dini Anda disebabkan oleh infeksi di dalam tubuh.