Dokter akan mencari tahu penyebab ejakulasi dini dengan memeriksa riwayat kesehatan pasien, termasuk kondisi psikologisnya.

Jika diketahui bahwa pasien memiliki riwayat stres, gangguan kecemasan, depresi, atau pengalaman traumatis, maka kemungkinan ejakulasi dini dipicu oleh faktor-faktor tersebut.

Namun, jika hasil evaluasi kejiwaan menunjukkan bahwa kondisi psikologis pasien baik-baik saja, maka ejakulasi dini dicurigai akibat komplikasi dari suatu penyakit yang pasien derita. Untuk memastikannya, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. Di antaranya adalah:

  • Pemeriksaan darah, untuk mengetahui kadar hormon testosteron pasien.
  • Tes urine, jika dokter mencurigai ejakulasi dini disebabkan oleh infeksi di dalam tubuh.