Penanganan ejakulasi dini mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama. Beberapa metode yang dapat dilakukan adalah:

Penanganan Mandiri

Penanganan mandiri dapat dilakukan sebelum mencari penanganan medis ke dokter. Berikut ini adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan:

  • Lakukan masturbasi 1–2 jam sebelum berhubungan seksual.
  • Gunakan kondom tebal untuk membantu menurunkan sensasi ingin ejakulasi, bagi pasien yang penisnya sangat sensitif.
  • Lakukan latihan otot panggul dengan senam Kegel setiap hari.
  • Lakukan teknik napas dalam dan beristirahat sebentar di sela-sela penetrasi.
  • Lakukan hubungan seksual dengan posisi pasangan berada di atas, agar pasangan dapat mudah menghentikan penetrasi ketika pasien mendekati ejakulasi.
  • Beristirahat sejenak dan alihkan pikiran ke hal-hal lain agar keinginan untuk ejakulasi menurun.
  • Hentikan merokok dan jangan mengonsumsi minuman beralkohol.

Obat-obatan

Terdapat beberapa obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi ejakulasi dini, seperti:

  • Obat antidepresan, salah satunya golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti dapoxetineparoxetine, fluoxetinedan sertraline
  • Obat analgesik atau antinyeri, seperti tramadol
  • Obat penghambat fosfodiesterase-5, seperti sildenafil, tadanafil, dan vardenafil

Anestesi Topikal

Anestesi topikal mengandung zat yang dapat membuat bagian tubuh menjadi kebas. Obat ini dapat dipakai pada penis sesaat sebelum berhubungan seksual. Efek kebas yang diberikan anestesi topikal bisa mengurangi sensasi sehingga menunda ejakulasi.

Meski efektif, metode ini juga memiliki efek samping. Beberapa pria mengaku kurang menikmati hubungan seksual akibat kepekaan penis yang berkurang. Pasangan lawan jenis juga dapat mengalami hal yang sama, karena zat anestesi ikut terserap ke vagina.

Konseling

Dalam konseling, pasangan akan didorong untuk menceritakan masalah yang dapat memengaruhi hubungan mereka dan menemukan solusinya bersama-sama dengan bantuan psikiater. Sesi ini juga dapat mengurangi kecemasan dan stres yang dialami pasangan. Biasanya, konseling akan lebih efektif jika didukung dengan penggunaan obat.

Psikiater juga dapat menyarankan pasien melakukan teknik latihan untuk menunda ejakulasi (behavior technique), antara lain:

Teknik “meremas”

Teknik ini diawali dengan melakukan onani, kemudian berhenti dan langsung meremas kepala penis selama 10–30 detik, ketika rasa hendak ejakulasi mulai muncul. Setelah penis dilepaskan, tunggulah selama 30 detik sebelum mengulangi langkah yang sama. Lakukanlah metode ini secara berulang sebelum akhirnya berejakulasi.

Teknik “berhenti–mulai” (stop and go)

Teknik ini dilakukan selama penetrasi. Ketika sudah timbul keinginan untuk ejakulasi, segera keluarkan penis dari vagina, lalu mulai ambil napas dalam-dalam. Setelah keinginan untuk ejakulasi hilang, kembali lanjutkan lagi penetrasi. Lakukan teknik ini secara berulang sesuai dengan kebutuhan Anda dan pasangan.