Penanganan secara mandiri, menggunakan obat-obatan dari dokter, dan melakukan konseling ke psikiater bersama pasangan adalah hal-hal yang termasuk dalam penanganan ejakulasi dini.

  • Penanganan mandiri
    Penanganan mandiri merupakan cara yang bisa dilakukan sendiri sebelum pergi ke dokter. Dengan melakukan beberapa teknik relaksasi atau teknik untuk mengalihkan perhatian, ejakulasi dini bisa ditangani. Di antaranya adalah melalui cara-cara berikut ini:
    - Cobalah untuk melakukan posisi hubungan seksual dengan pasangan. Tujuannya adalah agar pasangan dapat dengan mudah menarik penis ketika Anda mulai mendekati ejakulasi. Setelah rasa ingin ejakulasi telah hilang, penetrasi bisa kembali dilanjutkan.
    - Untuk menahan ejakulasi, lakukan teknis bernapas dalam-dalam dan beristirahat sebentar di sela-sela penetrasi. Saat beristirahat, alihkan pikiran ke hal-hal lain agar keinginan untuk ejakulasi menurun.
    - Bagi Anda yang memiliki penis yang sangat sensitif, penggunaan kondom tebal dapat membantu menurunkan sensasi untuk ejakulasi.
    - Cobalah untuk menghilangkan kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Penanganan ejakulasi dini dengan obat-obatan
    Salah satu golongan obat untuk mengatasi ejakulasi dini adalah selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), yang merupakan obat antidepresan. Jenis SSRI yang dapat digunakan dalam penanganan ejakulasi dini adalah fluoxetine, sertraline, dan paroxetine. Efek samping ketiga jenis obat ini tergolong ringan, seperti merasa lelah, menjadi sering berkeringat, mual, muntah, dan diare. Efek samping akan reda setelah tubuh menyesuaikan diri dengan obat selama beberapa minggu.Beberapa penderita ejakulasi dini mengaku mengalami kemajuan atas kondisinya setelah menggunakan obat-obatan SSRI selama 7-14 hari.
  • Penanganan ejakulasi dini dengan anestesi topikal
    Anestesi topikal mengandung zat yang dapat membuat bagian tubuh menjadi kebas dan mati rasa. Obat ini dapat dipakai sesaat sebelum melakukan hubungan seks. Efek kebas yang diberikan anestesi topikal dapat mengurangi sensasi sehingga menunda ejakulasi.
    Meski efektif, penanganan dengan cara ini juga memiliki efek samping. Beberapa pria mengaku kurang menikmati hubungan seksual akibat kepekaan penis mereka yang berkurang. Tidak hanya pria, pasangan lawan jenis juga dapat mengalami hal yang sama. Ini dikarenakan zat anestesi ikut terserap ke vagina. Dalam kasus yang jarang terjadi, anestesi topikal dapat menyebabkan pemakainya mengalami alergi.
  • Penanganan ejakulasi dini melalui konseling
    Selama konseling, pasangan akan didorong untuk menceritakan segala masalah yang dapat memengaruhi hubungan mereka dan menemukan solusinya bersama-sama dengan bantuan psikiater. Sesi ini juga dapat membantu pasangan mengurangi kecemasan dan mengatasi stres. Biasanya efek konseling akan terlihat lebih nyata jika didukung dengan pemberian obat. Selain menelaah masalah yang terjadi pada pasangan, psikiater juga akan memperkenalkan teknik latihan untuk menunda ejakulasi.
    Yang pertama adalah teknik “meremas”. Ketika Anda sudah mulai merasakan ejakulasi, berilah sinyal pada pasangan untuk berhenti dan langsung meremas kepala penis Anda selama 10-30 detik. Setelah penis dilepaskan, tunggulah selama setengah menit sebelum mengulangi proses yang sama. Lakukanlah metode ini secara berulang-ulang sebelum ejakulasi benar-benar dibiarkan terjadi.
    Teknik yang kedua adalah adalah teknik “berhenti-mulai” (“stop and go”). Teknik ini dilakukan selama masa penetrasi. Ketika sudah mulai dirasakan ejakulasi, segera keluarkan penis dari organ intim pasangan, lalu mulai ambil napas dalam-dalam. Setelah keinginan untuk ejakulasi hilang, lanjutkan lagi penetrasi. Lakukan teknik ini secara berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan Anda dan pasangan.